“(Cuma) Mencari Gelar Pak Haji”

 

Labik aloh huma labaik haji

Araffah lautan manusia

jamaah-haji-

Umroh

 

“(Cuma) Mencari Gelar Pak Haji”

Bismillah. Assalamu’alaikum.

1.Jangan cuma melakukah ibadah Haji, hanya karena cuma pengen dapet gelar haji atau dipanggil pak haji..

2. Ibadah haji adalah ibadah yg mulia. Sungguh sulit untuk saat ini berangkat langsung dari tanah air karena antrian yg saking panjangnya.

3. Tidak sedikit yang niatnya untuk selain Allah, hanya ingin mencari gelar. Label pak Haji-lah yang ingin disandang.

4. Bukanlah ridho dan pahala dari Allah yang dicari. Sampai-sampai ada yang mengharuskan di depan namanya harus dilabeli gelar “H”.

5. Ikhlaslah dalam Ibadah. Dalam setiap ibadah kita diperintahkan untuk ikhlas di dalamnya.

6. Kita diperintahkan beribadah untuk mengharap wajah Allah dan mengharap ridho-Nya.

7. Jika kita beribadah malah ingin mencari pujian, maka jadi sia-sialah ibadah tersebut.

8. Perintah Allah untuk ikhlas sebagaimana dalam firman-Nya,
Islam Diaries @IslamDiaries 13/Sep/2014 03:17:14 AM UTC
9. “Padahal mereka tidak disuruh kecuali supaya menyembah Allah dgn memurnikan ketaatan kepada-Nya dalam (menjalankan) agama dengan lurus,

10. … dan supaya mereka mendirikan salat dan menunaikan zakat; dan yang demikian itulah agama yang lurus.” (QS. Al Bayyinah: 5)

11. Inget.. Allah tuh tahu apa apa yang ada dalam isi hati hamba apakah ia ikhlas ataukah ingin cari muka di hadapan manusia dalam ibadahnya

12. “Katakanlah: “Jika kamu menyembunyikan apa yang ada dalam hatimu atau kamu melahirkannya, pasti Allah mengetahui”.” (QS. Ali Imran: 29)

13. Dalam ayat lainnya, Allah memperingatkan dari bahaya riya’ atau ingin cari pujian manusia dalam firman-Nya,

14. “Jika kamu mempersekutukan (Rabbmu), niscaya akan hapuslah amalmu.” (QS. Az Zumar: 65)

15. Amalan haji terutama haji mabrur termasuk dalam jajaran amalan yang paling afdhol. Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, ia berkata,

16. “Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam ditanya, “Amalan apa yang paling afdhol?”

17. Beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam menjawab, “Beriman kepada Allah dan Rasul-Nya.” Ada yang bertanya lagi, “Kemudian apa lagi?”

18. Beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam menjawab, “Jihad di jalan Allah.”

19. Ada yang bertanya kembali, “Kemudian apa lagi?” “Haji mabrur”, jawab Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam.” (HR. Bukhari no. 1519)

20. Balasan bagi haji mabrur itu luar biasa. Balasannya surga. Dari Abu Hurairah, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

21. “Dan haji mabrur tidak ada balasan yang pantas baginya selain surga.” (HR. Bukhari no. 1773 dan Muslim no. 1349).

22. The question is.. Apa itu Haji Mabrur?

23. An Nawawi rahimahullah berkata, “Pendapat yg paling kuat dan yang paling terkenal, haji mabrur adalah haji yang tidak ternodai oleh dosa,

24. Diambil dari kata-kata ‘birr’ yang bermakna ketaatan. Ada juga yang berpendapat bahwa haji mabrur adalah haji yang diterima.

25. Di antara tanda diterimanya haji seseorang adalah adanya perubahan menuju yang lebih baik setelah pulang dari pergi haji.

26. … dan tidak membiasakan diri melakukan berbagai maksiat.

27. Ada pula yang mengatakan bahwa haji mabrur adalah haji yang tidak tercampuri unsur riya’.

28. Ulama yang lain berpendapat bahwa haji mabrur adalah jika sepulang haji tidak lagi bermaksiat.

29. Dua pendapat yang terakhir telah tercakup dalam pendapat-pendapat sebelumnya.” (Syarh Shahih Muslim, 9/118-119)

30. Demikian kriteria haji mabrur. Yang penting pada haji mabrur adalah haji tersebut dilakukan dengan ikhlas dan bukan atas dasar riya’,

31. Apalagi cuma pengen disebut “Pak Haji” atau “Bu Hajjah”.

32. Semoga manfa’at, didapat dari artikel @RumayshoCom, Link : http://t.co/YDY73HoYUl. Assalamu’alaikum

Comments are closed.

%d blogger menyukai ini: