Apa makna hidup bagi anda ?

001Apa makna hidup bagi anda ?
Adakah tujuan yang ingin anda capai ?
Sekedar kaya, berhasil mengumpulkan uang, tanah, atau keberhasilan lain dalam karir / sekolah, atau mungkin ada yang sederhana saja: asal bisa makan, ngrokok (bagi perokok) dan santai, mau apa lagi ? 

Sahabat…. tanpa terasa kita sudah menjalani hidup dan kehidupan ini, apakah esok, lusa, minggu depan, bulan depan atau tahun depan kita masih diberi kesempatan untuk bernafas kembali menikmati indahnya segala ciptaan dan nikmatNYA ? ataukah hari ini, esok atau lusa adalah akhir dari kehidupan kita ? detik demi detik terus berlalu meninggalkan kita tanpa kita dapat kembali lagi ke detik-detik waktu tersebut, apa yang telah dan akan kita persiapkan untuk menghadapai suatu hari yang tak ada lagi sandiwara?, adakah karya nyata yang akan menolong dan mengekalkan amal-amal kebaikan kita ?

Ingatlah dan camkanlah beberapa hal:
Bahwa yang singkat itu WAKTU,
Yang dekat itu MATI,
Yang besar itu NAFSU,
Yang berat itu AMANAH,
Yang sulit itu IKHLAS,
Yang mudah itu BERBUAT DOSA
Yang abadi itu AMAL KEBAJIKAN,
Yang akan di investigasi itu AMAL PERBUATAN,
Yang jauh itu MASA LALU.
Persiapkanlah dirimu untuk semua hal itu.Wahai hamba-hamba Allah, hiduplah demi akhiratmu karena itu yang akan abadi kekal selamanya janganlah kalian hidup demi duniamu karena itu hanya semu dan bakal termakan waktu.

Tidak terasa begitu banyak hal-hal yang telah kita perbuat, sedangkan usia semakin menggiring kepada kematian, tapi tidak seorang pun dari kita yang mengetahui apakah amalannya diterima oleh Allah Subhanahu Wa Ta’ala atau justru ia tertolak sehingga menjadi orang yang merugi.

Wahai hamba-hamba Allah, sesungguhnya setiap amalan tergantung penutupannya. Barangsiapa berbuat baik pada sisa umurnya akan diampuni kesalahannya yang telah lalu, dan barangsiapa berbuat buruk pada sisa umurnya akan dihukum atas kesalahan yang telah lalu dan kesalahan di sisa umurnya. Orang-orang yang telah wafat menyesal atas apa yang telah luput dari berbagai kesenangan dunia yang fana. Apa yang telah berlalu dari dunia walaupun pada masa yang lampau sungguh telah hilang kelezatannya dan tinggal sisa-sisanya dan apabila kematian telah datang seolah-olah itu semua tidak ada. Renungkanlah….!

KISAH CINTA PALING INDAH DALAM ISLAM

Hati lailahaileloh

Hati lailahaileloh di jendela kaca

Hati sendok

Hati muhammad di tangan

Hati Muhammad .

 

KISAH CINTA PALING INDAH DALAM ISLAM

1. Ali bin Abi Thalib dan Fatimah Az-Zahra

Cinta Ali dan Fatimah luar biasa indah, terjaga kerahasiaanya dalam sikap, ekspresi, dan kata, hingga akhirnya Allah menyatukan mereka dalam suatu pernikahan. Konon saking rahasianya, setan saja tidak tahu menahu soal cinta di antara mereka. Subhanallah.

Ali terpesona pada Fatimah sejak lama, disebabkan oleh kesantunan, ibadah, kecekatan kerja, dan paras putri kesayangan Rasulullah Saw. itu. Ia pernah tertohok dua kali saat Abu Bakar dan Umar ibn Khattab melamar Fatimah sementara dirinya belum siap untuk melakukannya. Namun kesabarannya berbuah manis,lamaran kedua orang sahabat yang tak diragukan lagi kesholehannya tersebut ternyata ditolak Rasulullah Saw. Akhirnya Ali memberanikan diri. Dan ternyata lamarannya kepada Fatimah yang hanya bermodal baju besi diterima.

Di sisi lain, Fatimah ternyata telah memendam cintanya kepada Ali sejak lama. Dalam suatu riwayat dikisahkan bahwa suatu hari setelah kedua menikah, Fatimah berkata kepada Ali: “Maafkan aku, karena sebelum menikah denganmu. Aku pernah satu kali merasakan jatuh cinta pada seorang pemuda dan aku ingin menikah dengannya”. Ali pun bertanya mengapa ia tetap mau menikah dengannya, dan apakah Fatimah menyesal menikah dengannya. Sambil tersenyum Fathimah menjawab, “Pemuda itu adalah dirimu”

2. Umar bin Abdul Aziz

Umar bin Abdul Aziz, khalifah termasyhur dalam Bani Umayyah, suatu kali jatuh cinta pada seorang gadis, namun istrinya, Fatimah binti Abdul Malik tak pernah mengizinkannya menikah lagi. Suatu saat dikisahkan bahwa Umar mengalami sakit akibat kelelahan dalam mengatur urusan pemerintahan. Fatimah pun datang membawa kejutan untuk menghibur suaminya. Ia menghadiahkan gadis yang telah lama dicintai Umar, begitu pun si gadis mencintai Umar. Namun Umar malah berkata: "Tidak! Ini tidak boleh terjadi. Saya benar-benar tidak merubah diri saya kalau saya kembali kepada dunia perasaan semacam itu,"

Umar memenangkan cinta yang lain, karena memang ada cinta di atas cinta. Akhirnya ia menikahkan gadis itu dengan pemuda lain. Tidak ada cinta yang mati di sini. Karena sebelum meninggalkan rumah Umar, gadis itu bertanya, "Umar, dulu kamu pernah mencintaiku. Tapi kemanakah cinta itu sekarang?" Umar bergetar haru, tapi ia kemudian menjawab, "Cinta itu masih tetap ada, bahkan kini rasanya lebih dalam!"

3. Abdurrahman ibn Abu Bakar

Abdurrahman bin Abu Bakar Ash Shiddiq dan istrinya, Atika, amat saling mencintai satu sama lain sehingga Abu Bakar merasa khawatir dan pada akhirnya meminta Abdurrahman menceraikan istrinya karena takut cinta mereka berdua melalaikan dari jihad dan ibadah. Abdurrahman pun menuruti perintah ayahnya, meski cintanya pada sang istri begitu besar.

Namun tentu saja Abdurrahman tak pernah bisa melupakan istrinya. Berhari-hari ia larut dalam duka meski ia telah berusaha sebaik mungkin untuk tegar. Perasaan Abdurrahman itu pun melahirkan syair cinta indah sepanjang masa:

Demi Allah, tidaklah aku melupakanmu

Walau mentari tak terbit meninggi

Dan tidaklah terurai air mata merpati itu

Kecuali berbagi hati

Tak pernah kudapati orang sepertiku

Menceraikan orang seperti dia

Dan tidaklah orang seperti dia dithalaq karena dosanya

Dia berakhlaq mulia, beragama, dan bernabikan Muhammad

Berbudi pekerti tinggi, bersifat pemalu dan halus tutur katanya

Akhirnya hati sang ayah pun luluh. Mereka diizinkan untuk rujuk kembali. Abdurrahman pun membuktikan bahwa cintanya suci dan takkan mengorbankan ibadah dan jihadnya di jalan Allah. Terbukti ia syahid tak berapa lama kemudian.

4. Rasulullah Saw. dan Khadijah binti Khuwailid

Teladan dalam kisah cinta terbaik tentunya datang dari insan terbaik sepanjang masa: Rasulullah Saw. Cintanya kepada Khadijah tetap abadi walaupun Khadijah telah meninggal. Alkisah ternyata Rasulullah telah memendam cintanya pada Khadijah sebelum mereka menikah. Saat sahabat Khadijah, Nafisah binti Muniyah, menanyakan kesediaan Nabi SAW. untuk menikahi Khadijah, maka Beliau menjawab: “Bagaimana caranya?” Ya, seolah-olah Beliau memang telah menantikannya sejak lama.

Setahun setelah Khadijah meninggal, ada seorang wanita shahabiyah yang menemui Rasulullah SAW. Wanita ini bertanya, "Ya Rasulullah, mengapa engkau tidak menikah? Engkau memiliki 9 keluarga dan harus menjalankan seruan besar."

Sambil menangis Rasulullah SAW menjawab, "Masih adakah orang lain setelah Khadijah?"

Kalau saja Allah tidak memerintahkan Muhammad SAW untuk menikah, maka pastilah Beliau tidak akan menikah untuk selama-lamanya. Nabi Muhammad SAW menikah dengan Khadijah layaknya para lelaki. Sedangkan pernikahan-pernikahan setelah itu hanya karena tuntutan risalah Nabi SAW, Beliau tidak pernah dapat melupakan istri Beliau ini walaupun setelah 14 tahun Khadijah meninggal.

Masih banyak lagi bukti-bukti cinta dahsyat nan luar biasa islami Rasulullah SAW. kepada Khadijah. Subhanallah.

5. Rasulullah Saw. dan Aisyah

Jika Rasulullah SAW ditanya siapa istri yang paling dicintainya, Rasul menjawab, ”Aisyah”. Tapi ketika ditanya tentang cintanya pada Khadijah, beliau menjawab, “cinta itu Allah karuniakan kepadaku”. Cinta Rasulullah pada keduanya berbeda, tapi keduanya lahir dari satu yang sama: pesona kematangan.

Pesona Khadijah adalah pesona kematangan jiwa. Pesona ini melahirkan cinta sejati yang Allah kirimkan kepada jiwa Nabi SAW. Cinta ini pula yang masih menyertai nama Khadijah tatkala nama tersebut disebut-sebut setelah Khadijah tiada, sehingga Aisyah cemburu padanya.

Sedangkan Aisyah adalah gabungan dari pesona kecantikan, kecerdasan, dan kematangan dini. Ummu Salamah berkata, “Rasul tidak dapat menahan diri jika bertemu dengan Aisyah.”

Banyak kisah-kisah romantis yang menghiasi kehidupan Nabi Muhammad dan istrinya, Aisyah. Rasul pernah berlomba lari dengan Aisyah. Rasul pernah bermanja diri kepada Aisyah. Rasul memanggil Aisyah dengan panggilan kesayangan ‘Humaira’. Rasul pernah disisirkan rambutnya, dan masih banyak lagi kisah serupa tentang romantika suami-istri.

6. Thalhah ibn ‘Ubaidillah

Berikut ini kutipan kisah Thalhah ibn ‘Ubaidillah.

Satu hari ia berbincang dengan ‘Aisyah, isteri sang Nabi, yang masih terhitung sepupunya. Rasulullah datang, dan wajah beliau pias tak suka. Dengan isyarat, beliau Shallallaahu ‘Alaihi wa Sallam meminta ‘Aisyah masuk ke dalam bilik. Wajah Thalhah memerah. Ia undur diri bersama gumam dalam hati, “Beliau melarangku berbincang dengan ‘Aisyah. Tunggu saja, jika beliau telah diwafatkan Allah, takkan kubiarkan orang lain mendahuluiku melamar ‘Aisyah.”

Satu saat dibisikannya maksud itu pada seorang kawan, “Ya, akan kunikahi ‘Aisyah jika Nabi telah wafat.”

Gumam hati dan ucapan Thalhah disambut wahyu. Allah menurunkan firmanNya kepada Sang Nabi dalam ayat kelimapuluhtiga surat Al Ahzab, “Dan apabila kalian meminta suatu hajat kepada isteri Nabi itu, maka mintalah pada mereka dari balik hijab. Demikian itu lebih suci bagi hati kalian dan hati mereka. Kalian tiada boleh menyakiti Rasulullah dan tidak boleh menikahi isteri-isterinya sesudah wafatnya selama-lamanya.”

Ketika ayat itu dibacakan padanya, Thalhah menangis. Ia lalu memerdekakan budaknya, menyumbangkan kesepuluh untanya untuk jalan Allah, dan menunaikan haji dengan berjalan kaki sebagai taubat dari ucapannya. Kelak, tetap dengan penuh cinta dinamainya putri kecil yang disayanginya dengan asma ‘Aisyah. ‘Aisyah binti Thalhah. Wanita jelita yang kelak menjadi permata zamannya dengan kecantikan, kecerdasan, dan kecemerlangannya. Persis seperti ‘Aisyah binti Abi Bakr yang pernah dicintai Thalhah.

Subhanallah.

7. Kisah cinta yang membawa surga

Al-Mubarrid menyebutkan dari Abu Kamil dari Ishaq bin Ibrahim dari Raja’ bin Amr An-Nakha’i, ia berkata, "Adalah di Kufah, terdapat pemuda tampan, dia sangat rajin dan taat. Suatu waktu dia berkunjung ke kampung dari Bani An-Nakha’.

Dia melihat seorang wanita cantik dari mereka sehingga dia jatuh cinta dan kasmaran. Dan ternyata cintanya pada si wanita cantik tak bertepuk sebelah tangan.

Karena sudah jatuh cinta, akhirnya pemuda itu mengutus seseorang untuk melamar gadis tersebut. Tetapi si ayah mengabarkan bahwa putrinya telah dijodohkan dengan sepupunya. Walau demikian, cinta keduanya tak bisa padam bahkan semakin berkobar. Si wanita akhirnya mengirim pesan lewat seseorang untuk si pemuda, bunyinya, ‘Aku telah tahu betapa besar cintamu kepadaku, dan betapa besar pula aku diuji dengan kamu. Bila kamu setuju, aku akan mengunjungimu atau aku akan mempermudah jalan bagimu untuk datang menemuiku di rumahku.’

Dijawab oleh pemuda tadi melalui orang suruhannya, ‘Aku tidak setuju dengan dua alternatif itu, sesungguhnya aku merasa takut bila aku berbuat maksiat pada Rabbku akan adzab yang akan menimpaku pada hari yang besar. Aku takut pada api yang tidak pernah mengecil nyalanya dan tidak pernah padam kobaranya.’

Ketika disampaikan pesan tadi kepada si wanita, dia berkata, "Walau demikian, rupanya dia masih takut kepada Allah? Demi Allah, tak ada seseorang yang lebih berhak untuk bertaqwa kepada Allah dari orang lain. Semua hamba sama-sama berhak untuk itu." Kemudian dia meninggalkan urusan dunia dan menyingkirkan perbuatan-perbuatan buruknya serta mulai beribadah mendekatkan diri kepada Allah. Akan tetapi, dia masih menyimpan perasaan cinta dan rindu pada sang pemuda. Tubuhnya mulai kurus karena menahan rindunya, sampai akhirnya dia meninggal dunia karenanya. Dan pemuda itu seringkali berziarah ke kuburnya, Dia menangis dan mendo’akanya. Suatu waktu dia tertidur di atas kuburannya. Dia bermimpi berjumpa dengan kekasihnya dengan penampilan yang sangat baik. Dalam mimpi dia sempat bertanya, "Bagaimana keadaanmu? Dan apa yang kau dapatkan setelah meninggal?"

Dia menjawab, "Sebaik-baik cinta wahai orang yang bertanya, adalah cintamu. Sebuah cinta yang dapat mengiring menuju kebaikan."

Pemuda itu bertanya, "Jika demikian, kemanakah kau menuju?" Dia jawab, "Aku sekarang menuju pada kenikmatan dan kehidupan yang tak berakhir. Di Surga kekekalan yang dapat kumiliki dan tidak akan pernah rusak."

Pemuda itu berkata, "Aku harap kau selalu ingat padaku di sana, sebab aku di sini juga tidak melupakanmu." Dia jawab, "Demi Allah, aku juga tidak melupakanmu. Dan aku meminta kepada Tuhanku dan Tuhanmu (Allah SWT) agar kita nanti bisa dikumpulkan. Maka, bantulah aku dalam hal ini dengan kesungguhanmu dalam ibadah."

Si pemuda bertanya, "Kapan aku bisa melihatmu?" Jawab si wanita: "Tak lama lagi kau akan datang melihat kami." Tujuh hari setelah mimpi itu berlalu, si pemuda dipanggil oleh Allah menuju kehadiratNya, meninggal dunia.

Hmm, sebuah kisah cinta yang agung dengan berdasarkan janji bertemu di surga. Luar biasa. AllahuAkbar.

8. Ummu Sulaim dan Abu Thalhah

Ummu Sulaim merupakan janda dari Malik bin Nadhir. Abu Thalhah yang memendam rasa cinta dan kagum akhirnya memutuskan untuk menikahi Ummu Sulaim tanpa banyak pertimbangan. Namun di luar dugaan, jawaban Ummu Sulaim membuat lidahnya menjadi kelu dan rasa kecewanya begitu menyesakkan dada, meski Ummu Sulaim berkata dengan sopan dan rasa hormat,

"Sesungguhnya saya tidak pantas menolak orang yang seperti engkau, wahai Abu Thalhah. Hanya sayang engkau seorang kafir dan saya seorang muslimah. Maka tak pantas bagiku menikah denganmu. Coba Anda tebak apa keinginan saya?"

"Engkau menginginkan dinar dan kenikmatan," kata Abu Thalhah.

"Sedikitpun saya tidak menginginkan dinar dan kenikmatan. Yang saya inginkan hanya engkau segera memeluk agama Islam," tukas Ummu Sualim tandas.

"Tetapi saya tidak mengerti siapa yang akan menjadi pembimbingku?" tanya Abu Thalhah.

"Tentu saja pembimbingmu adalah Rasululah sendiri," tegas Ummu Sulaim.

Maka Abu Thalhah pun bergegas pergi menjumpai Rasulullah Saw. yang mana saat itu tengah duduk bersama para sahabatnya. Melihat kedatangan Abu Thalhah, Rasulullah Saw. berseru, "Abu Thalhah telah datang kepada kalian, dan cahaya Islam tampak pada kedua bola matanya."

Ketulusan hati Ummu Sulaim benar-benar terasa mengharukan relung-relung hati Abu Thalhah. Ummu Sulaim hanya akan mau dinikahi dengan keislamannya tanpa sedikitpun tegiur oleh kenikmatan yang dia janjikan. Wanita mana lagi yang lebih pantas menjadi istri dan ibu asuh anak-anaknya selain Ummu Sulaim? Hingga tanpa terasa di hadapan Rasulullah Saw. lisan Abu Thalhah basah mengulang-ulang kalimat, "Saya mengikuti ajaran Anda, wahai Rasulullah. Saya bersaksi, bahwa tidak ada ilah yang berhak diibadahi kecuali Allah dan saya bersaksi bahwa Muhammad adalah utusanNya."

Menikahlah Ummu Sulaim dengan Abu Thalhah, sedangkan maharnya adalah keislaman suaminya. Hingga Tsabit –seorang perawi hadits- meriwayatkan dari Anas, "Sama sekali aku belum pernah mendengar seorang wanita yang maharnya lebih mulia dari Ummu Sulaim, yaitu keislaman suaminya." Selanjutnya mereka menjalani kehidupan rumah tangga yang damai dan sejahtera dalam naungan cahaya Islam.

9. Kisah seorang pemuda yang menemukan apel

Alkisah ada seorang pemuda yang ingin pergi menuntut ilmu. Di tengah perjalanan dia haus dan singgah sebentar di sungai yang airnya jernih. dia langsung mengambil air dan meminumnya. tak berapa lama kemudian dia melihat ada sebuah apel yang terbawa arus sungai, dia pun mengambilnya dan segera memakannya. setelah dia memakan segigit apel itu dia segera berkata "Astagfirullah"

Dia merasa bersalah karena telah memakan apel milik orang lain tanpa meminta izin terlebih dahulu. "Apel ini pasti punya pemiliknya, lancang sekali aku sudah memakannya. Aku harus menemui pemiliknya dan menebus apel ini".

Akhirnya dia menunda perjalanannya menuntut ilmu dan pergi menemui sang pemilik apel dengan menyusuri bantaran sungai untuk sampai kerumah pemilik apel. Tak lama kemudian dia sudah sampai ke rumah pemilik apel. Dia melihat kebun apel yang apelnya tumbuh dengan lebat.

"Assalamualaikum…."

"Waalaikumsalam wr.wb.". Jawab seorang lelaki tua dari dalam rumahnya.

Pemuda itu dipersilahkan duduk dan dia pun langsung mengatakan segala sesuatunya tanpa ada yang ditambahi dan dikurangi. Bahwa dia telah lancang memakan apel yang terbawa arus sungai.

"Berapa harus kutebus harga apel ini agar kau ridha apel ini aku makan pak tua". tanya pemuda itu.

Lalu pak tua itu menjawab. "Tak usah kau bayar apel itu, tapi kau harus bekerja di kebunku selama 3 tahun tanpa dibayar, apakah kau mau?"

Pemuda itu tampak berpikir, karena untuk segigit apel dia harus membayar dengan bekerja di rumah bapak itu selama tiga tahun dan itupun tanpa digaji, tapi hanya itu satu-satunya pilihan yang harus diambilnya agar bapak itu ridha apelnya ia makan."Baiklah pak, saya mau."

Alhasil pemuda itu bekerja di kebun sang pemilik apel tanpa dibayar. Hari berganti hari, minggu, bulan dan tahun pun berlalu. Tak terasa sudah tiga tahun dia bekerja dikebun itu. Dan hari terakhir dia ingin pamit kepada pemilik kebun.

"Pak tua, sekarang waktuku bekerja di tempatmu sudah berakhir, apakah sekarang kau ridha kalau apelmu sudah aku makan?"

Pak tua itu diam sejenak. "Belum."

Pemuda itu terhenyak. "Kenapa pak tua, bukankah aku sudah bekerja selama tiga tahun di kebunmu."

"Ya, tapi aku tetap tidak ridha jika kau belum melakukan satu permintaanku lagi."

"Apa itu pak tua?"

"Kau harus menikahi putriku, apakah kau mau?"

"Ya, aku mau." jawab pemuda itu.

Bapak tua itu mengatakan lebih lanjut. "Tapi, putriku buta, tuli, bisu dan lumpuh, apakah kau mau?"

Pemuda itu tampak berfikir, bagaimana tidak…dia akan menikahi gadis yang tidak pernah dikenalnya dan gadis itu cacat, dia buta, tuli, dan lumpuh. Bagaimana dia bisa berkomunikasi nantinya? Tapi dia pun ingat kembali dengan segigit apel yang telah dimakannya. Dan dia pun menyetujui untuk menikah dengan anak pemilik kebun apel itu untuk mencari ridha atas apel yang sudah dimakannya.

"Baiklah pak, aku mau."

Segera pernikahan pun dilaksanakan. Setelah ijab kabul sang pemuda itu pun masuk kamar pengantin. Dia mengucapkan salam dan betapa kagetnya dia ketika dia mendengar salamnya dibalas dari dalam kamarnya. Seketika itu pun dia berlari mencari sang bapak pemilik apel yang sudah menjadi mertuanya.

"Ayahanda…siapakah wanita yang ada di dalam kamar pengantinku? Kenapa aku tidak menemukan istriku?"

Pak tua itu tersenyum dan menjawab. "Masuklah nak, itu kamarmu dan yang di dalam sana adalah istrimu."

Pemuda itu tampak bingung. "Tapi ayahanda, bukankah istriku buta, tuli tapi kenapa dia bisa mendengar salamku?

Bukankah dia bisu tapi kenapa dia bisa menjawab salamku?"

Pak tua itu tersenyum lagi dan menjelaskan. "Ya, memang dia buta, buta dari segala hal yang dilarang Allah. Dia tuli, tuli dari hal-hal yang tidak pantas didengarnya dan dilarang Allah. Dia memang bisu, bisu dari hal yang sifatnya sia-sia dan dilarang Allah, dan dia lumpuh, karena tidak bisa berjalan ke tempat-tempat yang maksiat."

Pemuda itu hanya terdiam dan mengucap lirih: "Subhanallah….."

Dan merekapun hidup berbahagia dengan cinta dari Allah.

10. Zulaikha dan Yusuf As.

Cinta Zulaikha kepada Yusuf As. konon begitu dalam hingga Zulaikha takut cintanya kepada Yusuf merusak cintanya kepada Allah SWT. Berikut sedikit ulasan tentang cinta mereka

Zulaikha adalah seorang puteri raja sebuah kerajaan di barat (Maghrib) negeri Mesir. Beliau seorang puteri yang cantik menarik. Beliau bermimpi bertemu seorang pemuda yang menarik rupa parasnya dengan pribadi yang amanah dan mulia. Zulaikha pun jatuh hati padanya. Kemudian beliau bermimpi lagi bertemu dengannya tetapi tidak tahu namanya.

Kali berikutnya beliau bermimpi lagi, lelaki tersebut memperkenalkannya sebagai Wazir kerajaan Mesir. Kecintaan dan kasih sayang Zulaikha kepada pemuda tersebut terus berputik menjadi rindu dan rawan sehingga beliau menolak semua pinangan putera raja yang lain. Setelah bapanya mengetahui isihati puterinya, bapanya pun mengatur risikan ke negeri Mesir sehingga menghasilkan majlis pernikahan dengan Wazir negri Mesir.

Memandang Wazir tersebut atau al Aziz bagi kali pertama, hancur luluh dan kecewalah hati Zulaikha. Hatinya hampa dan amat terkejut, bukan wajah tersebut yang beliau temui di dalam mimpi dahulu. Bagaimanapun ada suara ghaib berbisik padanya: “Benar, ini bukan pujaan hati kamu. Tetapi hasrat kamu kepada kekasih kamu yang sebenarnya akan tercapai melaluinya. Janganlah kamu takut kepadanya. Mutiara kehormatan engkau sebagai perawan selamat bersama-sama dengannya.”

Perlu diingat sejarah Mesir menyebut, Wazir diraja Mesir tersebut adalah seorang kasi, yang dikehendaki berkhidmat sepenuh masa kepada baginda raja. Oleh yang demikian Zulaikha terus bertekat untuk terus taat kepada suaminya karena ia percaya ia selamat bersamanya.

Demikian masa berlalu, sehingga suatu hari al-Aziz membawa pulang Yusuf a.s. yang dibelinya di pasar. Sekali lagi Zulaikha terkejut besar, itulah Yusuf a.s yang dikenalinya didalam mimpi. Tampan, menarik dan menawan.

Sabda Nabi SAW. yang diriwayatkan oleh Hammad dari Tsabit bin Anas memperjelasnya: "Yusuf dan ibunya telah diberi oleh Allah separuh kecantikan dunia."

Kisah Zulaikha dan Yusuf direkam di dalam Al Quran pada Surah Yusuf ayat 21 sampai 36 dan ayat 51. Selepas ayat tersebut Al Quran tidak menceritakan kelanjutan hubungan Zulaikha dengan Yusuf a.s. Namun Ibn Katsir di dalam Tafsir Surah Yusuf memetik bahwa Muhammad bin Ishak berkata bahwa kedudukan yang diberikan kepada Yusuf a.s oleh raja Mesir adalah kedudukan yang dulunya dimiliki oleh suami Zulaikha yang telah dipecat. Juga disebut-sebut bahwa Yusuf telah beristrikan Zulaikha sesudah suaminya meninggal dunia, dan diceritakan bahwa pada suatu ketika berkatalah Yusuf kepada Zulaikha setelah ia menjadi isterinya, “Tidakkah keadaan dan hubungan kita sekarang ini lebih baik dari apa yang pernah engkau inginkan?”

Zulaikha menjawab, “Janganlah engkau menyalahkan aku, hai kekasihku, aku sebagai wanita yang cantik, muda belia bersuamikan seorang pemuda yang berketerampilan dingin, menemuimu sebagai pemuda yang tampan, gagah perkasa bertubuh indah, apakah salah bila aku jatuh cinta kepadamu dan lupa akan kedudukanku sebagai wanita yang bersuami?”

Dikisahkan bahwa Yusuf menikahi Zulaikha dalam keadaan gadis (perawan) dan dari perkawinan itu memperoleh dua orang putra: Ifraitsim bin Yusuf dan Misya bin Yusuf.

Roh pulang jenguk rumah Oleh SITI NOR AFZAN KASIMAN

 

Roh pulang jenguk rumah

Oleh SITI NOR AFZAN KASIMAN

PADA bulan Ramadan, ramai waris yang mengambil kesempatan untuk membersihkan kubur ahli keluarga. – Gambar Hiasan


SEWAKTU kecil-kecil dahulu, apabila menjelang sahaja 15 Ramadan, kebanyakan rumah di kampung mula dihias dengan pelita minyak tanah, terutamanya di sepanjang jalan masuk ke kawasan halaman rumah.

Selain membangkitkan mood raya yang bakal menjelang, pemasangan pelita, jamung mahupun panjut di sesetengah kawasan dikatakan sebagai meraikan kepulangan roh-roh keluarga untuk melihat waris-waris yang ditinggalkan.

“Apa yang saya dengar daripada cerita orang tua-tua, apabila tiba sahaja bulan Ramadan, semua roh umat Islam akan berkumpul di Luh Mahfuz.

“Roh-roh ini akan memohon kepada Allah S.W.T untuk kembali ke dunia namun tidak semuanya mendapat peluang tersebut. Roh yang baik, yang banyak amalan semasa hayatnya, dikatakan dibenarkan pulang manakala roh yang kurang amalan tidak dibenarkan kembali ke dunia.

“Apabila roh dibenarkan pulang, perkara pertama yang akan mereka lakukan ialah kembali ke kubur untuk melihat jasad mereka. Karena itu jugalah, pada bulan puasa, masyarakat Melayu lebih rajin membersihkan kubur.

“Malah, pada bulan ini jugalah ramai yang mengambil kesempatan menukar batu nisan, mengecat kepok kubur dan memasang kain putih pada kepala nisan.

“Perkara kedua yang dilakukan, mereka dikatakan akan pulang ke rumah pusaka, rumah anak-anak dan rumah orang yang senantiasa mendoakan kesejahteraan mereka.

“Karena hal ini, rumah-rumah dihias cantik dan banyak majlis tahlil dilakukan sebagai simbol hadiah untuk roh yang pulang.

“Perkara ini akan berlanjutan sehingga malam 1 Syawal di mana roh-roh akan meninggalkan dunia dan kembali ke Luh Mahfuz sambil membawa amalan yang disedekahkan oleh waris-warisnya,” cerita seorang anak jati Batu Pahat, Johor, Abdul Rahim Sarbani, 56.

Biarpun tidak mengetahui kesahihan di sebalik cerita lisan pada bulan Ramadan itu, bapa kepada enam anak ini tetap memasang pelita, membersihkan kubur dan menghadiahkan bacaan tahlil kepada arwah ibu dan bapanya.

PELITA yang dipasang untuk membangkitkan kemeriahan Syawal diharuskan asalkan tujuannya tidak menyimpang daripada ajaran Islam. – Gambar Hiasan


“Saya tidak pasti sama ada betul atau tidak roh-roh ini balik ke rumah. Apa yang saya lakukan bukanlah semata-mata untuk meraikan kepulangan mereka, sebaliknya sekadar membangkitkan kemeriahan Ramadan dan menyambut Syawal yang bakal menjelma.

“Lagipun dalam bulan puasa kita dituntut menggandakan amalan, baik untuk diri sendiri apatah lagi untuk roh ahli keluarga yang telah meninggal dunia,”katanya.

Menjawab persoalan ini, ulama tersohor Syeikh Dr. Yusuf al-Qardawi pernah menyebut, roh tidak akan mencampuri urusan dunia yang sudah tidak lagi berguna kepadanya.

Dalam arti kata lain, roh berada di suatu alam lain dinamakan alam barzakh yang kehidupannya jauh beda dengan kehidupan di dunia.

“Alam ini adalah jangka waktu antara kematian dengan hari kiamat. Roh orang yang beriman akan menerima balasan yang baik di alam barzakh manakala roh daripada golongan yang gemar membuat maksiat akan diazab.

“Dalam satu hadis sahih sudah dinyatakan, hanya ada tiga perkara yang menghubungkan dunia dengan roh iaitu sedekah jariah, ilmu yang bermanfaat dan doa-doa daripada anak-anak yang soleh.

“Tidak ada gunanya pun jika roh itu boleh kembali ke dunia sekiranya kepulangan mereka itu tidak memberi manfaat untuk roh mereka sendiri,” ujarnya.

Roh tdak kembali kedunia .


Sementara itu, menurut penceramah bebas, Zaharuddin Abd. Rahman, roh tidak akan mampu sama sekali untuk kembali ke alam dunia sama ada dalam keadaan baik ataupun sebaliknya.

“Dakwaan roh pulang ke rumah sempena hari-hari tertentu tidak benar. Jika ada yang pernah melihat makhluk menyerupai si mati dan kedengaran suara menangis, menurut ulama ia bukanlah roh si mati sebaliknya angkara jelmaan jin dan syaitan yang menyerupai si mati. Tidak lebih daripada itu,” jelasnya.

Hujahnya itu dirujuk kepada firman Allah dalam surah al-Mukminun ayat 99 dan 100 yang bermaksud:

“Hingga apabila datang kematian kepada seseorang daripada mereka (orang kafir) dia berkata: “Ya Tuhanku kembalikanlah aku ke dunia, agar aku berbuat amal yang soleh terhadap apa yang telah aku tinggalkan. Sekali-kali tidak (jawapan Allah), sesungguhnya itu adalah perkataan yang diucapkannya sahaja (janji kosong). Dan di hadapan mereka ada dinding (barzakh) sampai hari mereka dibangkitkan.”

Zaharuddin berkata, ayat ini jelas memberitahu bahawa barzakh adalah tembok yang menghalang roh orang yang telah mati daripada kembali ke dunia.

“Begitupun, ada juga ulama yang berpendapat, roh orang yang telah mati boleh bertemu dengan roh orang hidup ketika mereka sedang tidur melalui mimpi,” katanya.

Sementara itu, menurut seorang tokoh agama, Datuk Dr. Haron Din, roh tidak boleh kembali ke dunia dan manusia juga tidak boleh masuk ke alam barzakh tanpa sebab.

“Kalau kita beranggapan roh orang yang telah mati boleh kembali ke dunia dan boleh ke sana ke mari, seolah-olahnya di alam barzakh itu tiada seksaan kubur, tiada balasan dan roh-roh ini hidup bebas keluar masuk ke alam dunia. Anggapan tersebut salah sama sekali.

“Disebabkan itu, kita harus yakin dan percaya bahawa roh si mati tidak boleh pulang ke dunia untuk menziarahi keluarga, rumah, kubur dan sebagainya,” jelasnya.

Tambahnya, hanya pada hari kiamat nanti, jasad akan dijadikan semula dan roh akan mencarinya untuk dihisabkan oleh Allah.

“Alam barzakh adalah suatu alam yang ditutup rapat. Roh yang memasukinya akan kekal di dalamnya.

“Ibarat bayi yang hidup di alam rahim, apabila lahir ke dunia, bolehkah bayi tersebut kembali ke alam rahim? Sudah tentu tidak,” ujarnya.

 

Renungan Ujian Untuk Aku. @ Sabarladiriku

 

Renungan untukku  ujian Tadabur .

 

 Renungan Ujian Untuk Aku.

Bismillahirrahmanirrahim
Assalamualaikum warohmatullahi wabarokatuh
SubhanAllah Alhamdulillah Allahu Akbar.

Bila Allah turunkan ujian, Selalu aku bertanya, Kenapa aku yang terpilih? Kenapa aku mesti diuji? Apa salah aku sehingga aku harus menerima ujian ini? Mereka, mereka juga seperti aku, Malah mereka lebih lalai dari padaku, Tetapi kenapa kesenangan hidup tetap Allah berikan? Kenapa limpahan nikmat Allah curahkan?

Saat itu kakiku mula layu, Bagai langkah ku tiada arah tuju, Akhirnya disitu aku Berlutut, Berserah diri hanya pada Yang Satu.

Ya Allah, aku hambaMu yang tamak, Tamakkan nikmat dunia, Sedangkan Kau telah memberi aku nikmat yang terlalu banyak, Yang tak tertanding nilainya dengan setitis ujian Kau berikan.

Ya Allah, aku lupa bahwa Engkau Maha Berkuasa, Aku lupa nikmat dunia hanya sementara, Aku lupa semua ini pinjaman semata, Yang jika aku kejar, maka jauhlah aku dari syurga.

Ya Allah, ujianMu tarbiyah buat diriku, Untuk aku mengenang dosa yang lalu, Supaya bertambah keimananku, Untuk tetap berada dijalanMu. Mungkin ku pandang ujian itu terlalu besar, Sedangkan itu tanda kasihMu kepada hambaMu, Aku tahu Engkau rindukan suaraku memohon doa, Engkau rindu ungkapan dari hatiku, Maka turunlah ujian sebagai hadiah buatku.

Ya Allah, tiada apa yang lebih aku harapkan, Hanya kekuatan dan ketabahan untuk aku terus mentaatiMu, Untuk aku melawan kesedihanku, Untuk aku tetap percaya, takdirMu adalah yang terbaik buatku.

Teruslah menyayangiku Ya Allah, Jangan pernah lupakan aku hambaMu yang hina ini, Aku tidak mau berjauhan dariMu, Karena aku yakin sesungguhnya ujian itu sebenar-benar rahmat dariMu.

. Firman Allah SWT  “Apakah manusia itu mengira bahwa mereka dibiarkan (saja) mengatakan: ’Kami telah beriman’, sedang mereka tidak diuji lagi? Dan sesungguhnya kami telah menguji orang-orang yang sebelum mereka, maka sesungguhnya Allah mengetahui orang-orang yang benar dan sesungguhnya Dia mengetahui orang-orang yang dusta.” [Al-Ankabut : 2-3]

Semoga bermanfaat..

Wa’alaikum sallam warohmatullahi wabarokatuh.
Subhanallah walhamdulillah wala ilaha illallah wallahu akbar Walahaulawala Quwwata illabilla hil ‘aliyil ‘azhim. Allahumma sholli ‘ala Muhammad, wa ‘ala ali Muhammad. Astaghfirullahal ‘azhim wa atubu ilaih

Kesilapan-kesilapan [ KEHILAPAN–KEHILAPAN ] Yang Biasa Di Lakukan Di Bulan Ramadan. By : Abu Basyer

 

Dengki Ibnu Majah

Zakat .

Tidur awal malam

Tarawih kekenyangan

Kesilapan-kesilapan Yang Biasa Di Lakukan Di Bulan Ramadan.

Terdapat sekurang-kurangnya 23 kesilapan yang selalu dilakukan di sepanjang bulan Ramadan. Sedarkah kalian bahawa terdapat banyak kesilapan yang mungkin tidak disedari, terlepas pandang atau mungkin telah diketahui di sepanjang bulan Ramadan ini. Antara kesilapannya ialah:
.
1) Memasuki Ramadan Dengan Hati Kotor

Memasuki bulan Ramadan, bergelumang dengan maksiat dan keadaan hati yang penuh kotor, hasad dengki dan bermusuhan. Ini sudah tentu akan memberi kesan yang amat besar kepada kualiti ibadah Ramadan kerana status orang yang terlibat dengan kemungkaran adalah seolah-olah berperang dengan Allah SWT dan Rasul-Nya..

Dari Ibnu Mas’ud radliyallaahu ‘anhu , Rasulullah SAW bersabda maksudnya, “Bukanlah seorang mukmin jika suka mencela, melaknat dan berkata-kata keji.” (Hadis Riwayat Tirmidzi).

2) Tidak Membersihkan Harta.

Memasuki Ramadan dengan harta yang tidak bersih seperti menyimpan barangan curi, megekalkan harta riba dan tidak mengeluarkan zakat pendapatan dan harta serta tidak pula berazam untuk mensucikannya.

Firman Allah SWT “Ambillah sebahagian daripada harta mereka menjadi sedekah (zakat), dengan itu kamu membersihkan mereka (daripada dosa) dan menyucikan mereka (daripada segala akhlak yang buruk)…” (Surah at-Taubah, Ayat 103)

Rasulullah SAW bersabda : “Islam diasaskan atas lima perkara, kesaksian bahawa tiada tuhan selain daripada Allah dan Muhammad Pesuruh Allah, mendirikan solat, mengeluarkan zakat, menunaikan fardu haji dan berpuasa pada Ramadan.” (Hadis riwayat al-Bukhari dan Muslim)

Firman Allah SWT :

قَدْ أَفْلَحَ مَن زَكَّىٰهَا

Maksudnya, “Sesungguhnya beruntunglah orang yang mensucikan dirinya.” (Surah Al-Syams ayat 9).

3) Tidur Berlebihan

Banyak tidur terutama di siang hari dengan alasan, ‘daripada melakukan maksiat lebih baik tidur saja’ atau konon ianya adalah satu ibadah. Imam As-Suyuti menegasakan bahawa hadis yang menyebut berkenaan tidur orang berpuasa itu ibadah adalah amat lemah. Sedangkan Rasulullah SAW mengurangkan waktu tidurnya yang memang sangat sedikit itu untuk memperbanyak ibadah.

Khalifah Umar bin Khattab pernah mengingatkan “Sekiranya kamu tidur (banyak) siang hari, maka akan melalaikan hak rakyat (masyarakat); jika kamu tidur (banyak) malam, kamu melalaikan hak Allah.” Oleh kerana itu haruslah mengimbangi dan menggunakan waktu tidur siang yang hanya seketika (Qailullah) bukan sepanjang hari.
.
4) Kurang Berdoa Ketika Berpuasa

وَإِذَا سَأَلَكَ عِبَادِى عَنِّى فَإِنِّى قَرِيبٌ ۖ أُجِيبُ دَعْوَةَ ٱلدَّاعِ إِذَا دَعَانِ ۖ فَلْيَسْتَجِيبُوا۟ لِى وَلْيُؤْمِنُوا۟ بِى لَعَلَّهُمْ يَرْشُدُونَ

“Dan apabila hamba-hamba-Ku bertanya kepadamu tentang-Ku, maka (jawablah), bahwasanya Daku adalah dekat. Daku mengabulkan permohonan orang yang berdoa apabila ia memohon kepada-Ku, maka hendaklah mereka itu memenuhi (segala perintah) Ku dan hendaklah mereka beriman kepada-Ku, agar mereka selalu berada dalam kebenaran.” (Surah Al-Baqarah; Ayat 186)

Ramai umat Islam kerap mengabaikan dan tidak memperbanyakkan berzikir, selawat, istighfar dan doa ketika berpuasa. Rasulullah SAW telah bersabda : “Tiga golongan yang tidak di tolak doa mereka, pemimpin yang adil, individu berpuasa sehingga berbuka dan doa orang yang di zalimi.” (Hadis Riwayat At-Tirmizi)
.
5) Bebas Makan Minum

Ramai yang makan dan minum secara terang-terangan di hadapan orang lain tanpa menjaga adab sebagai orang yang tidak puasa. Atau makan dan minum tanpa rasa malu selepas sengaja batalkan puasa seperti mengeluarkan mani, merokok, makan dan minum tanpa uzur yang dibenarkan Islam. Hakikatnya mereka ini dikenakan denda dengan dilarang melakukan segala perkara yang membatalkan puasa termasuk makan dan minum di sepanjang hari itu.

Sabda Rasulullah SAW maksudnya, “Sesungguhnya sesiapa yang telah makan (batal puasa) hendaklah ia berpuasa baki harinya itu.” (Hadis Riwayat Bukhari)
.
6) Berbelanja Berbuka Secara Berlebihan

Ramai yang menjadikan bulan puasa sebagai pesta makanan dengan membeli pelbagai jenis makanan sehingga penuh meja atau berbelanja mewah dengan berbuka di restoran-restoran ekslusif dan hotel-hotel sehingga mencecah ratusan ringgit. Lebih malang jika mereka tidak mengambil berat kehalalan makanan tersebut. Kebiasaan inilah yang melanda kebanyakan umat Islam yang tidak kunjung padam ketika menghadapi puasa Ramadan.

Sewajarnya setiap mukmin bermujahadah dan belajar berbuka secara amat sederhana dan lebihan wang tersebut boleh menjamu orang lain dan disedekahkan kepada fakir miskin. “Allah akan mengurniakan balasan kepada orang yang memberi walaupun sebiji tamar kepada orang yang berpuasa atau seteguk air atau sehirup susu untuk dia berbuka puasa.”
.
7) Hanya Membaca Doa Berbuka

Sewaktu iftar hanya membaca doa berbuka sahaja tanpa penambahan doa-doa yang lain. Ini satu lagi jenis kerugian yang kerap dilakukan oleh umat Islam. Sedangkan doa menjadi bertambah maqbul tatkala ingin berbuka sebagaimana sabda Rasulullah SAW maksudnya, “Sesungguhnya bagi orang berpuasa itu ketika berbuka (atau hampir berbuka), adalah waktu doa yang tidak akan ditolak.” (Hadis Riwayat Ibn Majah)
.
8) Makan Berlebihan Ketika Sahur Dan Iftar

Walaupun telah melakukan berpuluh-puluh kali puasa, kebiasaan berbuka puasa secara berlebihan dan menjadikannya sebagai acara ‘balas dendam’ atau ‘lepas geram’ tetap sukar diubah. Adalah suatu yang amat dikesali dan merugikan, setelah dapat menahan lapar dan dahaga selama lebih kurang 14 jam hikmah berpuasa sebenarnya tidak dapat dihayati.

Ikutlah sunnah Rasulullah SAW hanya berbuka dengan 3 butir kurma dan segelas air dan boleh ditambah dengan makanan lain setelah mendahulukan solat Maghrib. “Rasulullah SAW berbuka dengan kurma basah (rutab) sebelum solat dan sekiranya tiada rutab, maka tamar dan jika tiada, Baginda meminum beberapa teguk air.” (Hadis Riwayat Abu Daud, Ahmad & Al-Tirmidzi)

Cara inilah yang sepatutnya diamalkan supaya tidak berlaku kejutan pada organ perut dan seterusnya akan terpelihara kesihatan yang berpanjangan.
.
9) Makan Sahur Sebelum Tidur

Ramai yang makan sahur sebelum tidur kerana malas untuk bangun di akhir malam. ‘Sahur’ dari sudut bahasanya ialah ‘Aslah’ (waktu terakhir di hujung malam) dan para Ulama juga menyebut waktu afdalnya adalah 1/6 terakhir malam. Manakala Imam Ibnu Hajar menegaskan, “Melewatkan sahur adalah lebih mampu mencapai objektif yang diletakkan oleh Rasulullah SAW.” (Fathul-Bari,4/138)
.
10) Bersahur Sahaja Tanpa Melakukan Ibadah

Adalah suatu kesilapan besar melepaskan bersahur sahaja tanpa melakukan ibadah yang lain kerana pada waktu sahur dan 10 malam terakhir Ramadan inilah di antara waktu terbaik untuk beribadah, beristighfar dan menunaikan solat malam serta salah satu waktu dimana doa mudah untuk diangkat oleh Allah SWT

Firman Allah SWT ketika memuji orang mukmin:

وَبِٱلْأَسْحَارِ هُمْ يَسْتَغْفِرُونَ

“..dan ketika waktu-waktu bersahur itu mereka meminta ampun dan beristighfar.”
(Surah Az-Zariyyat ayat 18)
.
11) Salah Anggap Waktu Imsak Sebagai Penamat Sahur

Menganggap waktu imsak sebagai ‘Lampu Merah’ bagi sahur. Ia bukanlah waktu tamat untuk makan sahur, tetapi waktu amaran sahaja. Ini adalah kerana waktu imsak sebenarnya tidak lain hanyalah ‘Amaran Lampu Oren’ yang di cadangkan oleh beberapa ulama demi mengingatkan bahawa waktu sahur sudah hampir tamat. Lalu, janganlah ada yang memberi alasan lewat bangun dan sudah masuk imsak lalu tidak dapat berpuasa pada hari itu. Waktu yang disepakti ulama merupakan waktu penamat sahur adalah sejurus masuk ‘Fajar Sadiq’ (Subuh).
.
12) Tidak Menunaikan Solat Fardu Ketika Berpuasa

Diakui atau tidak, inilah penyakit dan suatu kesilapan yang amat besar yang diderita umat Islam kini. Walaupun solat bukanlah syarat sah untuk seseorang berpuasa tetapi ia adalah rukun Islam yang menjadi tonggak kepada keislaman seseorang.

Daripada Abu Hurairah bahawa Rasulullah SAW bersabda maksudnya, : “Sesungguhnya amal yang mula-mula sekali dihisabkan seseorang pada hari kiamat mengenainya, ialah solatnya, jika solatnya diterima, maka sesungguhnya beruntung dan berjayalah ia. Dan jika solatnya tidak diterima, maka kecewa dan rugilah dia. Kiranya terkurang daripada solat fardunya sesuatu, Allah berfirman: “Periksalah, adakah hambaKu itu mempunyai solat sunat untuk menampungkan solat fardunya?”Demikianlah keadaan amalnya yang lain.” (Hadis Riwayat At-Tirmizi r.a.)
.
13) Bermalasan Dan Tidak Aktif

Puasa di bulan Ramadan kerap dijadikan alasan untuk berehat dan malas melakukan aktiviti dan kerja-kerja di siang hari sehingga membawa kesan tidak produktif. Sedangkan, kerja yang dilakukan di pejabat dengan niat ibadat pastinya menambahkan lagi pahala dan sewajarnya umat Islam kini mempertingkatkan produktiviti mereka dan bukan mengurangkannya. Hakikatnya puasa membuat kita mudah berfikir, mempunyai daya tahan diri yang kuat dan mendidik kita untuk mampu hidup.

Sejarah mencatat bahawa banyak kemenangan besar dalam ‘Futuhaat’ (pembebasan wilayah melalui peperangan) yang diharungi oleh Rasulullah SAW dan para sahabat, berlaku di tengah bulan Ramadan.
.
14) Mengabaikan Solat Subuh Berjemaah

Tidak sebagaimana semangat bertarawih, ramai umat Islam yang terlupa dan mengabaikan kelebihan besar pada semua solat fardu berbanding solat sunat, teruatamnya Solat Subuh berjemaah yang disebut oleh Rasulullah SAW “Bagi orang yang mendirikan solat Isyak dan Subuh secara berjemaah, maka beroleh pahala menghidupkan seluruh malam.”

Rasulullah SAW bersabda maksudnya, ”Solat lima waktu, Jumaat ke Jumaat, Ramadan ke Ramadan, adalah penghapus dosa-dosa yang terjadi di antara waktu tersebut jika dijauhi dosa-dosa besar.” (Hadis Riwayat Muslim .)
.
15) Meninggalkan Solat Tarawih

Walaupun Solat Tarawih adalah suatu sunnah tetapi apabila dikaji secara lebih mendalam, nescaya kita akan dapati bahawa berpuasa Ramadan tanpa Solat Tarawih atau meninggalkan solat ini tanpa sebarang keuzuran dan halangan adalah suatu kerugian dan amat sayang untuk ditinggalkan, kerana solat Tarawih hanya ada di bulan Ramadan sahaja.
.
16) Terpesong Niat Bertarawih

Menunaikan solat Tarawih di masjid dengan niat sekadar inginkan meriah. Malangnya mereka kerana setiap amalan adalah dikira berdasarkan niat, jika niat utama seseorang hadir ke masjid adalah untuk meriah, dan bukannya atas dasar keimanan dan mengharapkan ganjaran redha Allah SWT sebagaimana yang ditetapkan oleh Rasulullah SAW di dalam hadis yang bermaksud, “Sesungguhnya amalan itu adalah dikira dengan niat.” (Hadis Riwayat Bukhari)
.
17) Meninggalkan Solat Witir Berjemaah

Dalam bulan Ramadan ini umat Islam digalak melakukan ibadah yang mana segala ibadah sunat akan digandakan ganjaran pahalanya yang besaar. Maka bagi meraih pahala berjemaah adalah suatu yang amat merugikan jika tidak ikut serta imam menunaikan Solat Witir selepas tarawih di surau atau masjid.
.
18) Tidak Berniat Iktikaf

Ramai yang mengabaikan berniat Iktikaf ketika bertarawih di masjid. Iktikaf bermaksud berhenti dalam masjid pada suatu masa yang tertentu untuk mengerjakan amal ibadah sunat yang dituntut oleh Allah SWT. Selama kita beriktikaf dan menanti ke solat seterusnya, ia dikira sebagai suatu ibadat dan didoakan oleh para malaikat.

Hukum beriktikaf adalah sunat muakkad, terutama pada 10 terakhir Ramadan. Ibadah iktikaf adalah tidak sah melainkan dengan niat.

Niat ikhtikaf : "Sahaja aku niat berikhtikaf di masjid ini kerana Allah Taala"
.
19) Masih Tidak Merasa Malu Membuka Aurat

Malangnya telah ada yang berani menentang hukum dan jabatan agama bagi membuka aurat. Sudah jelas diperintahkan untuk umat Islam menutup aurat mereka, khusus kaum wanita. Seharusnya semua kembali kepada ketetapan dan kerendahan hati dalam bulan Ramadan al-mubarak ini bagi melaksanakan tanggungjawab yang sebenarnya.

يَٰٓأَيُّهَا ٱلنَّبِىُّ قُل لِّأَزْوَٰجِكَ وَبَنَاتِكَ وَنِسَآءِ ٱلْمُؤْمِنِينَ يُدْنِينَ عَلَيْهِنَّ مِن جَلَٰبِيبِهِنَّ ۚ ذَٰلِكَ أَدْنَىٰٓ أَن يُعْرَفْنَ فَلَا يُؤْذَيْنَ ۗ وَكَانَ ٱللَّهُ غَفُورًۭا رَّحِيمًۭا

“Wahai Nabi katakanlah kepada isteri-isterimu, anak-anak perempuanmu dan isteri-isteri orang mukmin: Hendaklah mereka mengulurkan jilbabnya ke seluruh tubuh mereka. Yang demikian itu supaya mereka lebih mudah untuk dikenal, kerana itu mereka tidak diganggu. Dan Allah adalah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.” (Surah Al-Ahzab ayat 59)
.
20) Wanita Ke Masjid Tanpa Menjaga Aurat

Walaupun ramai wanita siap bertelekung berterawih ke masjid, malangnya aurat dan kaki mereka kerap terdedah dan didedahkan ketika berjalan dan naik tangga masjid. Lebih buruk, jika mereka masih menggunakan telekng lama atau nipis tanpa disedari telah memdedahkan tubuh di hadapan jemaah lelaki. Tatkala itu, fadhilat mereka solat di rumah adalah lebih tinggi dari mendatangkan fitnah buat lelaki ketika di masjid.
.
21) Berpuasa Tapi Melakukan Maksiat

“Yang penting kan puasa!” Nampaknya ayat ini perlu difahami dengan lebih jelas kerana, seolah-olah terhad untuk ibadah lain dan menjadikan ibadah wajib yang lain dipinggirkan. Inilah yang menyebabkan ramai melakukan maksiat di bulan Ramadhan. Syaitan memang terbelenggu, tapi syaitan dalam hati yang harus kita belenggu. Maka dari itu perlu diingat bahawa yang paling penting adalah menjaga hawa nafsu dalam diri kita. Masa yang penuh ujian selama sebulan inilah akan mendidik, menahan pandangan liar dan menahan lisan yang tidak kurang terlepas dari kawalan.
.
22) Tidak Mengeluarkan Zakat Fitrah

Ramai yang berada dalam bulan Ramadan, tidak membersihkan diri dengan mengeluarkan zakat fitrah. Zakat ini diwajibkan ke atas insan yang merasai hidup pada sekurang-kurangnya sehari Ramadan atau sehingga selepas terbit awal fajar 1 Syawal. Zakat Fitrah bertujuan menyucikan setiap individu Islam supaya dirinya bersih seperti baru dilahirkan. Orang miskin juga di wajibkan membayar zakat fitrah kerana jumlahnya tidak besar.

Kadar zakat fitrah tiap seorang hanyalah kira-kira 2 sen sehari iaitu cuma RM 7 atau 2.67 kg makanan asasi. Ramai yang sanggup berbelanja kepada perkara remeh dan sia-sia seperti ‘top up’ telefon, kerosang dan rokok tetapi sangat kedekut bayaran fitrah sekali setahun itu.

Rasulullah SAW yang diriwayatkan oleh Ibnu Umar : “ Rasulullah mewajibkan zakat fitrah sebanyak 1 sho’ dari kurma atau gandum bagi setiap muslim baik laki maupun perempuan yang merdeka,hamba,orang tua, anak kecil”. Hadis ini diriwayatkan oleh Imam bukhari. Maka setiap muslim wajib membayar zakat fitrah walaupun hamba.
.
23) Sibuk Memikirkan Persiapan Hari Raya

Ramadan belum sampai ke penghujung dan Aidil Fitri masih jauh lagi tetapi kebanyakan umat Islam sibuk melakukan persiapan Aidil Fitri dengan menghias rumah, membuat kuih-muih dan pakaian serta membeli-belah. Bahkan tidak kurang mempertaruhkan keimanannya dengan tidak puasa kerana aktivitinya. Walaupun Hari Raya Aidil Fitri adalah hari kemenangan seluruh umat Islam selepas sebulan menahan belenggu nafsu pada dirinya, ia perlu dirayakan tetapi tidaklah secara berlebihan.
.
Penutup

Ini adalah antara beberapa kesalahan atau keterlanjuran yang biasa dilakukan umat Islam ketika menjalani ibadat puasa yang boleh merendahkan martabat Ramadan.

Oleh itu, kita perlu menghindarkannya demi menjamin pahala berganda pada bulan ini berdasarkan sabda Rasulullah SAW “Sesiapa berpuasa pada Ramadhan dengan penuh iman dan mengharapkan pahala, diampunkan dosa lalu.” (Hadis Riwayat al-Bukhari)

Rasulullah SAW bersabda maksudnya, ”Sesiapa sempat bertemu bulan Ramadan dan tidak diampun dosanya, maka semakin jauhlah dia dengan Allah.” (Hadis Riwayat Ibn Hibban)

Semoga Ramadan kita tahun ini lebih baik dari tahun sebelumnya!

♒KAFAN ITU TAK BERSAKU♒ By : Zulfikar Fahri

 

Kain kaffan komplit

kain kaffan  persiapan

Kain Kaffan

RENUNGAN…

Bismillahirrahmanirrahim
Assalamualaikum warohmatullahi wabarokatuh
SubhanAllah Alhamdulillah Allahu Akbar.

♒KAFAN ITU TAK BERSAKU♒

TAK BISA KAU MASUKKAN UANG SE RUPIAH PUN UNTUK JADI PERBEKALAN.
KARENA KETIKA KITA MATI,
Allah tak melihat berapa banyak hartamu.
Tapi apa yang pernah kau beri.

KAFAN ITU TAK BERWARNA WARNI
Tak dapat kau fashion-kan ketika kelak tubuhmu terbujur kaku tanpa ada daya upaya.
Karena ketika mati,
Allah tak menilai seberapa indah dan mahal pakaian duniawimu,
yang kau kenakan tetap kain putih, murah, bahkan tak berjahit

KAFAN ITU TAK MEMILIKI TUTORIAL,
Tak butuh kreatifitas ketika dikenakan.
Karena ketika mati,
Allah tak menilai keren atau tidak seorang manusia ketika memakainya.
Pada akhirnya,
pakaian taqwa manusia bukanlah karya designer ternama,
tapi secarik kain putih polos tanpa warna.

IYA…,
KAIN KAFAN ITU PUTIH WARNANYA…
Seperti harapan kita semua,
semoga telah putih hatinya dari khilaf dan dosa.
Agar kelak pantas untuk masuk ke dalam Jannah اَللّهُ Azza Wa Jalla.

KAIN KAFAN ITU SAMA BAGI SEMUA MANUSIA.
Sama harganya.
Sama warnanya.
Sama cara pemakaiannya.
Tak bisa kau selipkan apa-apa di dalamnya.
Menutupi sekujur tubuh dari kaki hingga kepala.

LALU…..,
MASIH ADAKAH RASA ANGKUH DALAM DIRI KITA
menganggap diri lebih mulia daripada segolongan manusia yang lain.?
Astaghfirulllah, ampuni kami ya Robb..
Wallahua’lam Bisawab….
Semoga Bermanfaat…..

Wa’alaikum sallam warohmatullahi wabarokatuh.
Subhanallah walhamdulillah wala ilaha illallah wallahu akbar Walahaulawala Quwwata illabilla hil ‘aliyil ‘azhim. Allahumma sholli ‘ala Muhammad, wa ‘ala ali Muhammad. Astaghfirullahal ‘azhim wa atubu ilaih 

Previous Older Entries

Facebook

%d blogger menyukai ini: