KANKER KORUPSI STAD 4 by Zeng Wei Jian.

KANKER KORUPSI STAD 4
by Zeng Wei Jian

Pasca Pa Prabowo mengatakan korupsi di Indonesia bagai kanker stadium 4, netizen pro status quo marah.

Kalap. Panic. Sewot. Kepanasan. Uring-uringan. Mereka nyerang balik. Bawa-bawa Pa Harto dan Orde Baru sebagai “guru korupsi”.

Prof Mahfud MD bilang KKN Era Reformasi lebi parah dibanding Masa Orde Baru.

Indikator korupsi adalah gini ratio. Gap kaya-miskin melebar. Di Era Orde Baru, menurut Prof Mahfud, gini ratio 0.200. Sekarang naik 0.400. Artinya, yang miskin semakin miskin.

Katanya, bila KPK punya cukup anggota, setiap hari bisa ada yang kena OTT.

Di Era Reformasi, ada skandal Mega Korupsi E-KTP, Papa Minta Saham, Sumber Waras, Reklamasi, Suap Meikarta, Lahan Cengkareng Barat, UPS, dan sebagainya.

Rumah konglomerat James Riyadi diseruduk. Aguan pernah dicekal. TGB balik badan setelah sas-sus keterlibatannya dalam skandal Newmont.

Bupati Remigo dari Pakpak Bharat diringkus KPK, sehari setelah dia rilis deklarasi dukung Jokowi-Maruf.

Entah sudah berapa kepala daerah kader PDIP ditangkap KPK. Daftarnya tersimpan rapi dalam kardus duren.

Lalu, kok mereka nyalahin Orde Baru. Hanya ada skandal Ibnu Sutowo dan Edi Tansil selama 32 tahun pemerintahan Pa Harto.

Fitnahan George Junus Aditjondro ngga pernah bisa dibuktikan secara empiric. Hanya berfungsi sebagai bahan propaganda. Terlalu lemah untuk jadi alat bukti di pengadilan.

Aditjondro disinyalir termasuk “link jesuit” yang berkolaborasi dengan para reformis kiri menumbangkan Orde Baru.

Jurusnya ya character assasination terhadap Orde Baru, ABRI dan Keluarga Cendana.

But wait, hold on a second.

Ngga seperti biasanya, buzzer status quo tidak berizik. Sebelumnya, perkataan sepele Pa Prabowo dipelintir hingga mengubah makna dan digoreng sampe kering.

Inget kan polemik Tampang Boyolali, Ojol dan Ghost Fleet.

Di soal “Kanker Korupsi Stadium 4”, tidak ada instruksi sikat dan gebuk. Slogan penuh kekerasan Ngabalin 3L: “Lanjutkan, Lawan, Libas”, ngga bergema. Kriikk..kriik..kriik.

Mungkin, ya mungkin lho ya, karena di antara puluhan kasus korupsi itu ternyata ada nama “Arief Budi Sulistyo”.

Terdakwa Korupsi Bakamla, Fayakhun menyebut nama “Arief Budi Sulistyo”.

Namanya juga nyantel di kasus dugaan suap senilai 1.9 miliar kepada Pejabat Penyidik Pegawai Negeri Sipil Direktorat Jenderal Pajak Kementerian Keuangan bernama Handang Soekarno.

Tampaknya, Dia tak tersentuh. The untouchable. Siapa dia? Dia adik ipar Mr Jokowi.

THE END

Gambar mungkin berisi: 1 orang, tersenyum, teks

Comments are closed.

%d blogger menyukai ini: