MENAMPAR MENTERI DI AKSI BELA TAUHID. BY : Budi Setiawan

MENAMPAR MENTERI DI AKSI BELA TAUHID.

BY : Budi Setiawan

***

Pendukung sebelah pada belingsatan melihat aksi bela tauhid kemarin banyak membawa simbol2 dukungan pada capres nomor urut 2. Selain simbol 2 jadi, saat aksi bela tauhid juga di ketahui ada lagu yang di kumandangkan untuk mendukung prabowo.

Mereka sewot, panas dan gak terima jika aksi2 unjuk rasa masyarakat malah di jadikan ajang mendukung capres tertentu. Tuduhan bahwa Prabowo berada di balik aksi bela tauhid, dan Prabowo mendukung HTI langsung di siarkan oleh mereka dengan harapan, aksi kemarin mendapatkan tanggapan miring Dr masyarakat.

Sayang, usaha mereka gagal total. Di tengah aksi, ada lagu Indonesia raya di nyanyikan bersama sebagai tanda bahwa mereka bukanlah HTI. Mereka yang acungkan 2 jari dan berteriak dukung Prabowo adalah bentuk ungkapan emosional yang di perlihatkan karena pemerintahan saat ini lamban dalam merespon keinginan umat atas pembakaran bendera tauhid.

Apapun yang mereka lakukan, adalah hak mereka sebagai warga negara. Kehadiran mereka di sana tidak di biayai oleh uang negara…mereka datang dengan biaya sendiri. Ketika mereka nyatakan dukung Prabowo, itu adalah keinginan mereka sendiri tanpa ada paksaan dari pihak manapun.

Bayangkan yang di lakukan oleh Luhut dan Sri Mulyani saat acara IMF-WB di Bali…

Mereka yang kelas pejabat negara, datang dengan di biayai oleh negara yang artinya di biayai oleh rakyat…malah berkampanye dengan mengacungkan 1 jari sambil memberi keterangan pada direktur IMF agar mengacungkan 1 jari, bukan 2 jari.

“Two for Prabowo, one for Jokowi”

Kira-kira…apa yang di lakukan Luhut dan SM apakah sudah benar…? Kedatangan mereka di acara tsb hanyalah perwakilan negara, bukan sebagai perwakilan timses yang mempunyai agenda khusus. Mereka datang membawa pesan negara, bukan berkampanye pada direktur IMF agar ikut sokong Jokowi dengan acungkan 1 jari.

Bagi saya, peserta aksi bela tauhid lebih BERMARTABAT ketika mereka acungkan 2 jari dan dukung Prabowo lewat biaya sendiri…di bandingkan dengan aksi Luhut dan SM di tengah acara IMF-WB yang memakai UANG RAKYAT.

Dari peserta aksi, seorang Luhut dan SM harus belajar banyak tentang arti sebuah dukungan tanpa memanfaatkan fasilitas negara.

Lu boleh dukung jokowi, lu boleh teriak Jokowi hebat…tapi please, pakai modal sendiri dong..!!

Jangan pake uang rakyat untuk menyatakan dukung Jokowi, sama saja lu ngerampok uang rakyat utk hal2 yang gak berguna. Karena emang gak ada gunanya dukung 2 periode…

Budi Setiawan

Bendera tauhid bundar

Comments are closed.

%d blogger menyukai ini: