Hikmah Pagi Taman Surga

Ruang tamu allah muhammad

Allah dan Muhammad room

Muhammad room merah

 

Hikmah Pagi Taman Surga

Bismillahirrahmanirrahim
Assalamualaikum warohmatullahi wabarokatuh
SubhanAllah Alhamdulillah Allahu Akbar…..

Maukah kita kelak masuk surga & bertetangga dengan Rosul?

Lalu, apakah kita pantas satu surga dengan beliau?

Insya allah ada cara sederhana untuk memantaskan diri, biar bisa satu surga dengan beliau.

Cara sederhananya yaitu dengan membayangkan, seolah-2 hari ini Rosululloh SAW bertamu ke rumah kita & ingin menemani kita 24 jam non stop.

Dengan begitu, kita menjadi tau. Manakah yang dicintainya & mana yang tidak disukainya.

Buwat yang masih merokok.
Bayangkan anda merokok di sebelah Rosul & anda tawari beliau sebatang rokok.
Pantaskah? Beranikah?

Buwat yang belum berjilbab, bayangkan Anda bertemu Rosul dengan pakaian yang tidak menutup aurat.

Bayangkanlah wajah beliau.
Apakah ia bahagia melihatmu atau menundukkan wajahnya yang mulia karena takut dosa melihat auratmu?

Jika Rosul di dunia saja enggan melihatmu, apa lagi di akhirat?

Buwat yang pacaran, coba bayangin, Rosul bertanya. “itu siapa?”

lalu kau jawab. “Pacar saya ya Rosul alias kekasih saya… cakep gak ya Rosul?”

Rosul pun mnjawab,
“jika dia kekasihmu, lalu aku siapa?”
“Apakah engkau lebih ingin bersama dia atau bersamaku?”

Buwat laki-2 yang sholatnya masih suka di rumah/kos. Bayangkan anda ajak beliau sholat di rumah/kos.

“Kenapa enggak ke masjid?” tanya Rosul.

Lalu jawablah
“Khan enggak wajib tho? Lagian jauh ya Rosul.”

Rosul pun melihat motor di garasi.
“Lalu nikmat diberi motor ini buat apa?”

Jawablah…
“Buat kerja, kuliah sama bonceng si dia ya Rosul… ah masak gitu aja gak paham.”

Seketika juga, Rosul bangkit & berkata,
“Ternyata aku salah sangka. Aku begitu mencintai kalian, tapi kalian tidak mencintaiku. Aku begitu rindu ingin bertemu umatku, ternyata kalian lebih rindu dengan yang lain.
Maafkan aku wahai umatku.
Aku tak bisa berbuat apa-2 selain aku berharap bisa memberi syafaat padamu sekalipun dengan sorbanku ini.

Aku pamit. Semoga aku bisa berjumpa lagi dengan kalian.”

Rosul pun pergi meninggalkan kita dengan tetesan air mata. Ia berjalan menunduk dengan sesekali menyeka air matanya yang terus membanjiri wajahnya yang mulia.

Perlahan ia mulai menghilang dari pandangan kita. Pergi & tak tau kapan kembali.

Wa’alaikum sallam warohmatullahi wabarokatuh.
Subhanallah walhamdulillah wala ilaha illallah wallahu akbar Walahaulawala Quwwata illabilla hil ‘aliyil ‘azhim. Allahumma sholli ‘ala Muhammad, wa ‘ala ali Muhammad. Astaghfirullahal ‘azhim wa atubu ilaih.

Iklan

Comments are closed.

%d blogger menyukai ini: