Tentang #Syahadatain # By :Akmal Sjafril (@malakmalakmal)

 

 

Adzan 3

Arifin burung .

Jumaat hari yang utama

 

Tentang #Syahadatain #   By :Akmal Sjafril (@malakmalakmal)

Bismillahirrahmanirrahim
Assalamualaikum warohmatullahi wabarokatuh
SubhanAllah Alhamdulillah Allahu Akbar….

  1. Di hari Jum’at ini, ada baiknya kita menengok kembali #syahadatain kita.
  2. #syahadatain artinya dua kalimat syahadat. Pasti sudah hapal semua. 🙂
  3. #syahadatain ini sangat istimewa di dalam Islam. Kita membacanya minimal sekali dalam setiap shalat.
  4. Selain dalam shalat, #syahadatain dikumandangkan di seluruh muka bumi dalam bentuk adzan atau iqamat.
  5. Dahulu pernah ada perdebatan mengenai metode cara memanggil orang untuk shalat. #syahadatain
  6. Ada usulan agar menggunakan terompet, meniru cara umat Yahudi pada masa itu. #syahadatain
  7. Ada juga usulan agar menggunakan lonceng. Yang ini cara umat Nasrani. #syahadatain
  8. Rasulullah SAW . kemudian mensyariatkan adzan dan iqamat sebagaimana yang kita kenal hari ini. #syahadatain
  9. Demikianlah umat Islam dilatih hingga terbiasa untuk merespon kalimat2 tauhid, termasuk #syahadatain.
  10. Dengan demikian, #syahadatain seharusnya menjadi kalimat yang sangat dekat dengan hati kita, jika kita memang beriman.

Kalimat syahadat yang pertama adalah kesaksian tentang satu2nya Ilah, yaitu    Allah SWT. #syahadatain

  1. Adapun kalimat kedua adalah kesaksian tentang status Muhammad SAW . sebagai utusan-Nya. #syahadatain
  2. Kedua kalimat ini tak bisa dipahami secara terpisah, karena keduanya adalah ‘satu paket’. #syahadatain
  3. Menyatakan bahwa Allah SWT adalah satu2nya Ilah bagi kita menunjukkan penyerahan diri yang total. #syahadatain
  4. Perlu diingat, penyerahan diri yang dimaksud bukanlah sikap pasrah yang pasif. #syahadatain
  5. Sebab, berserah diri kepada Allah SWT adalah sama dengan kesediaan untuk menjalankan perintah-perintah-Nya. #syahadatain
  6. Untuk membantu manusia memahami tugas2nya sebagai hamba, Allah pun mengutus para Nabi dan Rasul. #syahadatain
  7. Para Nabi dan Rasul ini penting sekali, karena tanpa mereka kita tak mungkin memahami agama. #syahadatain
  8. Dalam Al-Qur’an ditegaskan bahwa Allah memang sengaja mengutus para Nabi dari golongan. manusia. #syahadatain
  9. Sebab, hanya manusialah yang bisa mengajari manusia lainnya secara sempurna. #syahadatain
  10. Dalam hal mengendalikan hawa nafsu, misalnya, malaikat tak bisa mengajari manusia dengan sempurna. #syahadatain
  11. Sebab, malaikat itu makhluk yang tidak punya hawa nafsu untuk durhaka kepada  Allah. Mereka tidak bisa memberi contoh dalam hal ini. #syahadatain
  12. Malaikat juga tidak bisa mengajari manusia caranya menahan amarah, mengobati hati yang sedih dll. #syahadatain
  13. Dalam proses turunnya wahyu, Malaikat Jibril hanya mengajarkan bacaan2. Adapun pemahamannya langsung dari Allah. #syahadatain
  14. Itulah sebabnya ketika wahyu turun, seolah-olah pemahaman itu langsung ditanamkan dalam benak Rasulullah SAW  #syahadatain
  15. Oleh karena itu, kesaksian tentang status Muhammad SAW . sebagai Rasul sangatlah penting. Beliau adalah acuan. #syahadatain
  16. Para sahabat menerima wahyu yang langsung disampaikan oleh Rasulullah SAW . Tapi adakalanya salah paham. #syahadatain
  17. Misalnya, ada ynag shaum setiap hari (di luar Ramadhan), shalat sepanjang malam, bertekad tidak menikah dll. #syahadatain
  18. Rasulullah SAW . kemudian menegurnya, karena hal2 tsb dipandang berlebihan dalam agama. #syahadatain
  19. Inilah peran sentral para Nabi dan Rasul, karena mereka menjadi teladan bagi umatnya. #syahadatain
  20. Rasulullah SAW . juga  bertugas mengawasi para sahabatnya agar tidak salah dalam mengamalkan ajaran Islam. #syahadatain
  21. Jika tidak mencontoh Rasulullah SAW  maka jangan mengaku2 sebagai umatnya. #syahadatain
  22. Dan karena Rasulullah SAW. adalah utusan Allah, maka ketidak patuhan padanya adalah pembangkangan pada Allah. #syahadatain
  23. Kaum orientalis dahulu biasa menyebut Islam dengan sebutan “Mohammedanism”. #syahadatain
  24. Ini bersumber dari kesalahpahaman. Lantaran kita mengikuti beliau, kita disangka menyembah beliau. #syahadatain
  25. Padahal, kepatuhan kita pada beliau adalah konsekuensi dari penyerahan diri kepada Allah. #syahadatain
  26. Penyerahan diri (kepada Allah) yang benar adalah yang mengikuti keteladanan Rasulullah SAW. #syahadatain
  27. Mengurangi syariat yang beliau ajarkan adalah kecurangan. Menambahkannya adalah berlebihan. #syahadatain
  28. Allah SWT menciptakan mekanisme “ma’shum” untuk menghilangkan keraguan terhadap Rasulullah SAW #syahadatain
  29. Mekanisme ini menjaga Rasulullah SAW. dari segala kesalahan. #syahadatain
  30. Ini bukan berarti beliau tak pernah salah. Namun jika beliau keliru, langsung dikoreksi oleh Allah (lihat QS ‘Abasa). #syahadatain
  31. Koreksi2 yang dilakukan langsung oleh Allah ini justru membuktikan bahwa Rasulullah SAW  memang dijaga dari kesalahan. #syahadatain
  32. Dengan demikian, umat Islam meyakini bahwa ajaran beliau pastilah benar. Meskipun kita belum paham hikmah dan tujuannya. #syahadatain
  33. Hikmah lainnya, kita pun dapat belajar cara mengoreksi kesalahan sendiri. Dengan meneladani Rasulullah SAW. #syahadatain
  34. Dengan kedalaman makna yang demikian, kita dapat memahami mengapa #syahadatain menjadi syarat bagi keislaman seseorang.
  35. Seorang muallaf boleh belajar shalat secara bertahap, pelan2 belajar shaum. Tapi #syahadatain harus sempurna.
  36. Sebab, #syahadatain inilah yang akan membedakan seorang Muslim dengan yang lainnya.
  37. Tentu saja, #syahadatain yang dimaksud di sini bukanlah sekedar lip service, alias basa-basi.
  38. #syahadatain adalah ikrar komitmen kita terhadap Allah. Ibadah bisa disempurnakan seiring waktu, tapi komitmen harus sejak awal.
  39. Dari sini, kita bisa membedakan antara Muslim yang saleh, Muslim yang jahil, orang kafir yang baik dan orang kafir yang jahat. #syahadatain
  40. Islam menetapkan ukuran pembeda manusia, yaitu ketaqwaannya. Jadi, manusia tidak sama di hadapan Allah. #syahadatain
  41. Adapun level ketaqwaan diukur dari kehati-hatiannya. Orang bertaqwa bukan yang tidak pernah salah. #syahadatain
  42. Rasulullah SAW. pun pernah salah, namun setiap kesalahan selalu dikoreksi dengan sempurna. Itulah taqwa. #syahadatain
  43. Beliau juga senantiasa berhati2 agar tidak melanggar aturan Allah. Ini juga bagian dari sifat taqwa. #syahadatain
  44. Karena itu kita membedakan antara Muslim yang saleh dan yang jahil. Yang saleh adalah yang berhati2, yang jahil adalah yang cuek. #syahadatain
  45. Tahu dan mengakui kewajiban shalat, tapi tidak dilaksanakan, itulah contoh perilaku Muslim yang jahil. #syahadatain
  46. Muslim yang baik tidak akan dengan sengaja melanggar perintah Allah. Kalau sesekali khilaf, langsung taubat. #syahadatain
  47. Adapun orang kafir adalah yang tidak memiliki komitmen #syahadatain. Mereka tidak tunduk pada Allah dan tidak mencontoh Rasulullah SAW
  48. Orang kafir ada yang baik dan yang jahat. Yang baik adalah yang bisa bergaul dengan baik bersama kita, sesuai norma2 yang wajar. #syahadatain
  49. Adapun orang kafir yang jahat adalah yang mengganggu dan memerangi umat Muslim. Yang ini harus dilawan. #syahadatain
  50. Ada pertanyaan: apakah orang kafir yang baik bukan main itu takkan dapat pahala? #syahadatain
  51. Sebaliknya, apakah Muslim yang jahil luar biasa itu akan tetap dianggap beriman? #syahadatain
  52. Kita dapat menggunakan ilustrasi seorang buruh pabrik yang sangat rajin, cermat kerjanya dan jujur. #syahadatain
  53. Pada akhir bulan, hatinya berbunga2 akan menerima upah dari kerja kerasnya. #syahadatain
  54. Apa dinyana, ia malah dimarahi oleh staf HRD. Sebab ternyata ia bukan pegawai resmi di pabrik itu. #syahadatain
  55. Sebaik2nya manusia, jika ia tidak berkomitmen menjadi hamba Allah, maka takkan dapat pahala dari Allah. #syahadatain
  56. Sederhananya: jika beramal bukan karena Allah, mengapa minta balasan dari Allah? #syahadatain
  57. Ini adalah bukti kasih sayang Allah. Yang Allah minta hanyalah pengakuan dari kita sebagai hamba-Nya. Is it too much? #syahadatain
  58. Untuk segala kenikmatan yang kita peroleh, Allah hanya meminta pengakuan kita sebagai hamba-Nya. #syahadatain
  59. Penyembah berhala seharusnya meminta balasan dari berhala2nya, bukan dari Allah. It’s common sense. #syahadatain
  60. Sebaliknya, hamba Allah yang jahil, selama ia masih mengakui otoritas Allah, maka ia bisa mendapat pahala dari Allah. #syahadatain
  61. Namun, sudah barang tentu, karena kejahilannya, bisa jadi dosanya lebih banyak daripada pahalanya. #syahadatain
  62. Di antara yang beriman dan yang kafir adalah orang2 munafiq. Mereka mengaku beriman, padahal tidak. #syahadatain
  63. Mengaku umat Muhammad SAW ., namun syariatnya diabaikan. #syahadatain
  64. Mengaku beriman pada Al-Qur’an, tapi hendak merevisinya. #syahadatain
  65. Mengaku Muslim namun tidak tunduk patuh pada aturan agama. #syahadatain
  66. Mengaku tunduk patuh namun bangga meninggalkan shalat Jum’at, bahkan mengumumkannya. #syahadatain
  67. Mengaku beragama namun hendak mencampuradukkan kesalehan dan kemaksiatan. #syahadatain
  68. Semoga pemahaman kita terhadap #syahadatain semakin mendalam, agar kita tidak menjadi Muslim yang jahil, munafiq, atau kafir.

Wa’alaikum sallam warohmatullahi wabarokatuh.
Subhanallah walhamdulillah wala ilaha illallah wallahu akbar Walahaulawala Quwwata illabilla hil ‘aliyil ‘azhim. Allahumma sholli ‘ala Muhammad, wa ‘ala ali Muhammad. Astaghfirullahal ‘azhim wa atubu ilaih.

Iklan

Comments are closed.

%d blogger menyukai ini: