*** BERLOMBA-LOMBA DALAM KEBAIKAN ***

 

Lomba

 

*** BERLOMBA-LOMBA DALAM KEBAIKAN ***

Bismillahirrahmanirrahim
Assalamualaikum warohmatullahi wabarokatuh
SubhanAllah Alhamdulillah Allahu Akbar……

Dalam Islam, seorang Muslim tidak hanya diperintahkan untuk berbuat baik, tetapi berlomba-lomba dalam kebaikan. Sekilas perintah ini tampak sederhana, tetapi sesungguhnya berat.

Bayangkanlah sebuah perlombaan, disana banyak aspek dan pelajaran penting yang menyertainya. Perlombaan selalu menuntut semangat juang dan persistensi. Seorang pelomba juga butuh strategi agar bisa memenangkan kompetisi.

Dalam lomba juga ada batas-batas dan aturan, tidak bebas begitu saja. Pelomba yang baik adalah mereka yang mengetahui dan memahami batas-batas dan aturan itu. Jika ingin memenangkan perlombaan, semua aturan dan batas-batas lomba harus di ikuti secara baik dan benar—dengan begitu lomba jadi bermakna.

Kita bisa ambil contoh sederhana, lomba lari jika ada aturannya tentu asyik dan menarik. Di sana ada garis start dan garis finish, juga seperangkat peraturan yang harus di ikuti. Apa jadinya kalau semua itu tidak ada? Mau lomba lari berapa lama? Jaraknya dari mana sampai kemana? Apa aturannya? Sebebas-bebasnya? Berlomba lari tanpa batas dan aturan tentu hanya akan membuat lelah dan membosankan, kan?

Tentang perlombaan, pelomba yang baik adalah mereka yang menikmati dan menghormati proses perlombaan. Mereka berlomba dengan etika, maka mereka dituntut untuk selalu menghormati pelomba-pelomba lainnya yang mungkin memiliki strategi dan gaya lomba yang berbeda-beda.

Para pelomba mungkin memang mengharapkan hasil yang terbaik. Tetapi hasil adalah konsekuensi dari usaha terbaik. Hadiah barangkali bukan segala-galanya. Tapi tentu saja pemenang lomba akan dapat hadiah. Itu penting agar perlombaan jadi asyik dan tetap menarik. Mungkin hadiah itu juga penting dan menggiurkan bagi para peserta lomba. Di atas semua itu, lombanya sendiri sebenarnya membuat semua pelomba menjadi manusia yang lebih baik. Mereka tentu belajar banyak hal dari kerja keras, semangat, persistensi, bahkan kegagalan selama perlombaan.

Perintah tentang lomba ini ada dalam surat Al-Baqarah ayat 148. Ayat ini dimulai dengan cara yang dahsyat: Semua umat memiliki tempat menghadapnya (kiblat) sendiri-sendiri. Sebagian ulama menafsirkan “tempat menghadap” ini sebagai “keunggulan”. Jadi jika diterjemahkan mungkin berbunyi: Setiap umat memiliki keunggulannya masing-masing..

Lalu ayat ini meneruskan pernyataan itu dengan sebuah perintah sekaligus ajakan: Maka berlomba-lombalah dalam kebaikan! Menjelang akhir ayat, Allah memberi semacam peringatan sekaligus peraturan: Dari manapun kalian berasal, pada akhirnya Allah akan mengumpulkan kalian semua (di hari akhir, untuk mendapatkan penghargaan atau hukuman).

Lalu ayat ini ditutup dengan cara yang super elegan: Sesungguhnya Allah berkuasa atau segala sesuatu. Dengan logika perlombaan, ayat ini seolah memberi penegasan yang meyakinkan pada semua peserta lomba: Sesungguhnya Allah Maha Wasit sekaligus sponsor dan apapun saja yang berkuasa pada segala sesuatu!

Jadi, mari berlomba-lomba dalam kebaikan dan mari jadi pelomba yang baik!

Sampai jumpa di garis finish..

Wa’alaikum sallam warohmatullahi wabarokatuh.
Subhanallah walhamdulillah wala ilaha illallah wallahu akbar Walahaulawala Quwwata illabilla hil ‘aliyil ‘azhim. Allahumma sholli ‘ala Muhammad, wa ‘ala ali Muhammad. Astaghfirullahal ‘azhim wa atubu ilaih.

Comments are closed.

%d blogger menyukai ini: