*Jangan Tidur Setelah Sholat Shubuh *

Jangan tidur setelah sholat subuh

 

*Jangan Tidur Setelah Sholat Shubuh, Jika Memang Sangat Lelah/Ngantuk Maka Tahanlah Hingga Matahari Terbit, Barulah Tidur…

Inilah waktu kita membuka mata untuk memulai hari. Hendaknya kita menyadari bahwa ini merupakan nikmat Allah yang sangat besar. Karena Allah subhaanahu wata’aala berkenan mengembalikan ruh ke jasad kita setelah Dia mengambilnya selama tidur. Artinya Allah berkenan memanjangkan umur kita, memberikan waktu kepada kita untuk mengumpulkan amal sholeh, memperbaiki kesalahan dan mengejar kembali apa-apa yang terluput. Tentu saja ini merupakan nikmat yang benar-benar harus kita syukuri. Dan bentuk rasa syukur yang selayaknya kita lakukan adalah dengan meneladani sunnah-sunnah Rosulullaah shollallaahu ‘alayhi wa’alaa aalihi wasallam.

Biasakan bangun pagi-pagi, yaitu ketika terdengar adzan shubuh berkumandang atau kalau bisa sebelumnya. Jangan menunda-nunda bangun, terlebih lagi bagi kaum pria yang diwajibkan mengerjakan sholat shubuh berjama’ah di masjid. Sesungguhnya seorang yang terlambat bangun di pagi hari telah luput dari banyak sekali mashlahat dan manfaat serta menyia-nyiakan waktu yang penuh berkah. Sebab Rosulullaah shollallaahu ‘alayhi wa’alaa aalihi wasallam telah memohonkan keberkahan bagi umatnya di waktu pagi. Shokr Al-Ghomidi berkata, Rosulullaah shollallaahu ‘alayhi wa’alaa aalihi wasallam bersabda,

“Yaa Allah, berkahilah umatku pada pagi harinya.”
{HR. Ahmad IV/4735}

Apabila Rosulullaah shollallaahu ‘alayhi wa’alaa aalihi wasallam mengirim pasukan atau detasemen maka beliau melepasnya pada pagi hari. Dan Shokr (perowi hadits) adalah seorang pedagang. Ia biasa mengirim dagangannya pada pagi hari. Dan ia memperoleh keuntungan dan melimpah ruah hartanya.

Tidur pagi bukan kebiasaan para salaf, Imam Muslim meriwayatkan dalam kitab shohihnya dari Abu Wa’il Syafiq bin Salamah Al-Asadi, ia berkata, “Suatu hari usai sholat shubuh, kami pergi menemui ‘Abdullah bin Mas’ud. Kami mengucapkan salam di sisi pintu.” Kami diizinkan masuk, tetapi kami memutuskan untuk menungggu sejenak di luar. Seorang budak berkata, “Silahkan kalian masuk saja!” Kami pun masuk dan ternyata Ibnu Mas’ud sedang duduk sambil berdzikir. Ia bertanya, “Apa yang menghalangi kalian masuk, padahal sudah dipersilahkan?” “Tidak apa-apa, hanya saja kami mengira masih ada anggota keluarga yang tidur” Jawab kami. Ibnu Mas’ud berkata, “Kalian mengira keluarga Ibnu Ummi ‘Abdullah (maksudnya ia sendiri) adalah orang-orang yang lalai?”

Ibnul Qoyyim rohimahullaah berkata, “Di antara perkara yang dibenci di kalangan salaf adalah tidur antara usai sholat shubuh sampai matahari terbit. Sebab, itu adalah waktu aktivitas yang memiliki nilai istimewa. Bahkan kalau orang-orang telah berjalan semalam suntuk, mereka tidak diperbolehkan beristirahat pada waktu tersebut hingga matahari terbit. Saat itu adalah awal hari dan kuncinya, waktu turunnya rezeki dan terjadinya pembagian rezeki serta berkah. Saat itulah pergerakan hari bermula. Keadaan seluruhnya bergantung pada momen itu. Maka sekiranya memang seorang harus tidur, hendaknya itu tidur yang sifatnya darurat.”
{Madarijus salikin (I/308)}

Khowaat bin Jubeir berkata, “Tidur di awal siang (pagi hari) adalah kejahilan, tidur di tengah hari adalah kemuliaan akhlaq dan tidur di akhir siang (sore hari) adalah kedunguan.”
{Al-Bukhori dalam Adabul mufrod dan sanadnya dishohihkan oleh Al-Albani (947)}

{Dikutip dan disusun ulang dari buku “Panduan Amal Sehari Semalam” Ustadz Abu Ihsan Al-Medany Al-Atsari, Pustaka Darul Ilmi )

Comments are closed.

%d blogger menyukai ini: