Hidup dalam Iman

 

hati adalah raja

Hidup dalam Iman
Bismillahirrahmannirrahim…

Terkadang tak sedikit orang yang merasa frustasi ketika dihadapkan dengan permasalahan-permasalahan dalam hidup. Banyak yang lantas menyalahkan diri sendiri dan menganggap diri hina hingga akhirnya berputus asa akan nikmat Allah dan menganggap bahwa hidupnya sudah ditakdirkan menderita. Tak sedikit pula orang yang terjebak dalam masa lalu yang kelam lantas takut untuk berbenah diri karena malu terhadap kesalahan yang pernah diperbuat.

Sesungguhnya kehidupan kita di dunia ini merupakan anugerah yang sangat besar dan luar biasa. Kebahagiaan,kesedihan,ketakutan dan berbagai perasaan-perasaan yang kita rasakan sesungguhnya merupakan karunia yang Allah berikan kepada setiap manusia. Sebongkah daging yang diberi nama hati ini lah yang mengelola segenap perasaan-perasaan tersebut, apabila hati ini baik maka akan baik pula seluruh sifat yang ada dalam diri manusia. Oleh sebab itu terdapat doa agar hati kita senantiasa ditetapkan dalam ketaatan :

“Allahumma mushorrifal quluub shorrif quluubana ‘ala tho’atik.”

[Ya Allah yang memalingkan (membolak-balikkan) hati manusia, palingkanlah hati kami di atas ketaatan kepada-Mu] [HR. Muslim (no. 2654)]

Allah dekat

Ketaatan kepada Allah mampu menimbulkan perasaan tenang terhadap permasalahan apapun yang terjadi dalam hidup. Karena kita senantiasa diliputi perasaan yakin bahwa tidak ada sesuatu yang terjadi dalam hidup ini meliankan atas izin Allah SWT. Allah SWT berfirman dalam Q.S. An – Nahl : 97 ” Barangsiapa yang mengerjakan amal shalih, baik laki-laki maupun perempuan dalam keadaan beriman, Maka sesungguhnya akan Kami berikan kepadanya kehidupan yang baik dan Sesungguhnya akan kami beri balasan kepada mereka dengan pahala yang lebih baik dari apa yang telah mereka kerjakan.”

Seseorang yang mengimani Allah dengan sepenuh hati tidak akan pernah khwatir bahwa Allah akan ingkar terhadap apa yang telah Allah janjikan. Apapun yang terjadi dalam hidup ini kembalikan pada Allah, ceritakan pada Allah dan mohonkanlah solusi pada Allah, karena sesungguhnya Allah sangatlah dekat bahkan lebih dekat daripada urat leher kita sendiri. Jangan pernah menganggap diri ini paling hina,paling sulit,paling miskin dan paling menderita. Hindari sifat merasa dan merasa karena sesungguhnya sifat ini hanya akan menimbulkan perasaan senantiasa tidak cukup terhadap apa yang sudah dimiliki. Katakanlah pada diri sendiri bahwa sesungguhnya kebahagiaan adalah hak setiap orang dan saya adalah orang yang berhak untuk bahagia. Singkirkan seluruh perasaan negatif dan gunakalah waktu yang Allah berikan untuk melakukan sesuatu yang bermanfaat.

Comments are closed.

%d blogger menyukai ini: