Kata Kyai NU: NU Adalah Agama Dan Yang Lainnya Masuk Neraka.

nu-agama.jpg
COPAS
 ******************

🌍 Kata Kyai NU: NU Adalah Agama Dan Yang Lainnya Masuk Neraka

Bismillaah.

1⃣ Pada saat acara pembukaan Konferwil PWNU Jawa Tengah, tanggal 7 Juli 2018, orang bernama K. H. Munif Zuhri tokoh Ormas NU menyatakan:

“NU itu bukan hanya Organisasi Keagamaan- Kemasyarakatan, tetapi NU itu sudah Agama …
Kalau ndak NU, ya Masuk Neraka … !? … Perkara ada (orang) selain NU bisa masuk Surga, itu karena ditolong oleh orang NU … Gampang …”

https://www.dutaislam.com/2018/07/kh-munif-zuhri-nu-itu-sudah-agama-tidak-nu-neraka.html

===================

2⃣ Pada saat setiap detik, selamanya orang Muslim yang sehat, yang Ahlus Sunnah sejati, yang Al Jama’ah sejati, yang Ath Thoifatul Manshuroh, yang Al Firqotun Najiyah, yang Al Ghurobaa’, yang Ahlul Hadits, yang Ahlul Atsar, yang As Salafiyyiin, yang As Salafiyyaah, menyatakan:

 Ada sebanyak 124.000 nabi dan rosul sejak awal jaman yang tidak pernah menyebut nama atau sebutan “Nahdlatul ‘Ulama (NU)”. Bahkan tidak pula mengajarkan ritual khas NU.

 Bahkan kata atau organisasi bernama “NU” atau “Nahdlatul ‘Ulama” ini tidak ada di Al Qur’aan, As Sunnah/Al Hadits, Atsar dari Khulafahur Rosyidiin, Ijma’, kitab-kitab Madzhab.

 Dan mereka semua tidak mengajarkan sebagian besar ritual yang biasa dilakukan NU.

 Ada sekitar 1,5 milyar lebih Muslimiin saat ini di Dunia yang sebagian besarnya tidak mengenal NU, tidak pernah melakukan ritual ciptaan NU Ormas Islam Jawa yang mengklaim bermassa 60-70 juta orang (sebagian besar darinya tidak terdidik cukup, di pedesaan dan dusun).

 Nama NU secara internasional malah baru jamak dikenal baru-baru ini karena Khatib Aam PBNU Yahya C. Staquf bemesraan dengan Yahudi Zionis pembunuh Muslimiin, dan dia dikutuk jutaan Muslimiin, khususnya kaum Palestina.

 Di Nusantara-Indonesia saja, ada banyak Ormas Islaam yang lebih tua daripada NU (NU didirikan tahun 1926):

Jam’iyyatul Khoir (1901)
Sarekat Islam (1903)
Muhammadiyah (1912)
Al Irsyaad (1914)
Persatuan Islam (1923)
Nasy’iyatul ‘Aisyiyah (1926)

Mereka bermassa jutaan orang, di Indonesia saja. Dan mereka tidak pernah melakukan ritual khas ciptaan NU.

 Ada banyak hadits shohih, yang menyatakan bahwa menjelang puncak Akhir Jaman dan kedatangan Dajjal la’natulloh serta Perang Terbesar Umat Manusia Al Malhamah Al Kubro melawan kejahatan, akan ada:

 Para Pembohong Besar.
Bahkan akan ada Nabi-nabi Palsu yang membawa Agama-agama baru. Misalnya: “Agama NU”?
 Akan ada banyak kebodohan di masyarakat.
 Akan ada para Pendusta yang dikira benar, dan akan ada orang-orang benar yang justru disingkirkan.
 Akan ada Ruwaibidhoh, alias orang yang tidak berilmu yang berbicara mengurusi banyak orang, dll.

 Tidak ada sama sekali jaminan jelas menyebutkan di Al Qur’an, Al Hadits, bahwa NU yang khas dengan ritual-ritualnya, masuk Surga.

 Tidak ada dalam daftar Kementerian RI sejak dulu, “Agama NU”.

 Organisasi NU bahkan bersekutu dengan Komunis PKI dan Sekuleris PNI dalam ikatan Nas-A-Kom (Nasionalisme-Agama-Komunisme) semasa Orde Lama hingga Kyai dan Santrinya dibunuh PKI. Serta NU menjadi pecundang dalam Pemilu 1955, di bawah Masyumi atau Majelis Syuro Muslimiin Indonesia (Muhammadiyah, Al Irsyaad, Persis, dll.)

===================

📚 Diriwayatkan oleh Ath-Thabrani dari hadist Mauraq Al-Ajali dari ‘Ibnu ‘Umar sebagaimana hadist di atas. Ahmad menyendiri dalam riwayat ini. Berkata Al-Hafidz Abu Ya’la: telah menceritakan kepada kami Wasil bin Abdul A’ala dari ‘Ibnu Fudail dari Laits dari Sa’id bin Amir dari ‘Ibnu ‘Umar, ia berkata, Aku mendengar Rosululloh – shollollohu ‘alaihi wa sallam – bersabda:

“Sesungguhnya akan ada pada umatku tujuhpuluhan lebih da’i, semuanya mengajak ke Neraka, jika aku mau akan kukabarkan kepada kalian nama-nama dan suku-suku mereka.”

Sanad hadist ini tidak mengapa.

📚 Imam Ahmad berkata, telah menceritakan kepada kami Abu Ja’far al Madany (Muhammad bin Ja’far) dari Abbad bin Al Aram dari Muhammad bin Ishak dari Muhammad bin Al Munkadir dari Anas bin Malik, ia berkata, Rosululloh – shollollohu ‘alaihi wa sallam – bersabda:

“Bahwasanya sebelum datangnya Dajjal akan ada tahun-tahun penuh dengan tipu-daya, orang yang biasa berkata benar jadi berdusta, dan para pendusta dibenarkan perkataannya, orang yang jujur pun berkhianat, dan para pengkhianat pun diberi kepercayaan, dan Ruwaibidhoh pada saat itu turut berbicara.”

Ditanyakan: “Siapakah Ruwaibidhoh itu?

Beliau – shollollohu ‘alaihi wa sallam – menjawab:

“Orang-orang dungu yang ikut berbicara dalam urusan umat.”

Sanad hadist ini baik. Ahmad menyendiri pada jalur ini. (Ibnu Katsir)

===================

Demikian. Wallohua’lam. Wastaghfirulloh. Walhamdulillaah.

– PAGI FB (Perkumpulan Administrator Grup Islam FB) –

Comments are closed.

%d blogger menyukai ini: