‘Percakapan Tentang Jilbab’

Jilbab tudung labuh

Jilbab

Jilbab untuk wanita islam

 

Bismillah. Assalamu’alaikum,

1. artikel ‘Percakapan Tentang Jilbab’ ini diambil dari @GadisBerjilbab [http://t.co/RocujnvI29]

2. A: “Saya sangat lelah.” B: “Lelah kenapa?” A: “Lelah karena orang-orang tersebut selalu menghakimi saya.” B: “Siapa yang menghakimi kamu?”

3. A: “Perempuan itu, setiap duduk dengannya, dia selalu menyuruhku untuk memakai Hijab.” B: “Ohh.. Hijab. Itu selalu menjadi tema utama.”

4. B: “Mungkin dia hanya memberi nasehat.” A: “Saya tidak butuh nasehatnya. Saya tahu agama saya. Bisa gak sih dia gak ikut campur !”

5. B: “Mungkin kamu salah paham. Dia hanya mencoba berbuat baik kepadamu.” A: “Tidak mencampuri urusan saya, itu baru namanya baik..”

6. B: “Sudah menjadi kewajiban dia untuk menasehatimu agar melakukan hal yang baik.”

7. A: “Percaya dengan saya! Gak perlu ada anjuran seperti itu, lagipula apa yang kamu maksud dengan ‘baik’?”

8. B: “Hmm… memakai Hijab, itukan satu hal yang baik untuk dilakukan.” A: “Siapa yang bilang?” B: “Ada di Al-Qur’an, bukan begitu?”

9. A: “Yaah iya sih.. Dia juga telah mengutipnya.” B: “Dia mengutip surat Nur dan ayat lain kan?” A: “Iya sih. Tapi sholat lebih penting.”

10. B: “Benar. Tapi hal-hal besar dimulai dari hal-hal yang kecil.”

11. A: “Benar juga sih. Tapi apa yang kamu pakai itu tidak penting. Yang penting itu memiliki hati yang baik.”

12. B: “Tunggu.. tunggu… katamu.. Apa yang kamu pakai tidak penting?” A: “Yup..”

13. B: “Kalau begitu buat apa kamu menghabiskan waktu satu jam dipagi hari untuk berdandan?” A: “Apa maksudmu?”

14. B: “Kamu menghabisakan uang untuk kosmetik, dan menghabiskan waktu untuk menata rambutmu dan juga diet rendah karbohidrat.” A: “Jadi?”

15. B: “Jadi yang saya maksud: ‘penampilan itu penting’!” A: “Bukan.. Yang saya maksud memakai Hijab itu bukan hal penting dalam agama.”

16. B: “Kalau hijab gak penting lalu kenapa ada di Al-Qur’an?, Berarti penting !!”

17. A: “Kamu tahulah. Saya tidak bisa mengikuti semua hal yang ada di Al Qur’an.”

18. B “Maksud kamu Allah memerintahkan kamu untuk melakukan sesuatu, lalu kamu tidak mematuhinya dan itu gak masalah?”

19. A: “Yup.. Allah kan Maha Pengampun.” B: “Hei… Allah itu mengampuni orang-orang bertobat dan tidak mengulang kesalahannya.”

20. A: “Kata siapa itu?” B: “Kata dari yang memerintahkanmu untuk menutup aurat.Sekarang kamu taubat gak

21. A: “Tapi saya gak suka Hijab. Itu membatasi kebebasan saya.”

22. B: “Tapi lotion, lipstick, maskara dan kosmetik lainnya tidak menghalangi kebebasan kamu? Kalau begitu apa definisi kebebasan ?”

23. A: “Kebebasan itu adalah melakukan apapun yang kamu inginkan.”

24. B: “Tidak. Kebebasan itu adalah dalam melakukan hal yang benar, bukan bebas melakukan segala hal yang diinginkan.”

25. A: “Gini loh. Saya banyak melihat orang yang tidak pakai Hijab dan mereka baik. Dan juga banyak yang memakai Hijab tapi kelakuan buruk”

26. B: “Terus kenapa? Banyak orang yang baik denganmu tapi dia pecandu alkohol. Memangnya kamu harus menjadi pecandu juga? Alasan yang bodoh.”

27. A: “Saya tidak mau jadi ekstrimis atau fanatik. Saya baik-baik saja dengan pilihan tidak menggunakan Hijab.”

28. B: “Kalau begitu kamu fanatik dengan sekulerisme. Seorang ektrimis yang tidak mematuhi Allah.”

29. A: “Kamu gak paham. Kalau saya memakai Hijab. Siapa yang mau menikah dengan saya?” B: “Jadi orang yang pakai Hijab gak bakalan nikah ?”

30. A: “Baik. Bagaimana kalau saya menikah dan suami saya tidak suka? Lalu ingin supaya saya melepaskannya?”

31. B: “Bagaimana kalau suamimu menginginkan kamu untuk melakukan perampokan bank?”

32. A: “Itu gak nyambung. Perampokan bank itu kejahatan.” B: “Memangnya tidak mematuhi Penciptamu bukan kejahatan?”

33. A: “Lagian kenapa sih kamu menganggap saya kurang dalam beragama Cuma karena selembar kain?”

34. B: “Reverse question…. Kenapa kamu menganggap wanita itu kurang Cuma karena gak cocok warna lipstick dan sepatu hak kurang tinggi?”

35. A: “Kamu belum menjawab pertanyaan saya. Kenapa kamu menganggap saya kurang dalam beragama Cuma karena selembar kain?”

36. B: “Sudah. Hijab itu bukan Cuma selembar kain. Ini tentang kepatuhan terhadap Allah. Ini bukti keimanan dan identitas muslimah.”

37. A: “Kamu pernah denger yang namanya Fashion gak? Memangnya kamu hidup di goa?

38. B: “Fashion tuh gitu? Fashion yang didesain dan dipromosikan oleh kebanyakan perusahaan milik pria dapat membuat kamu bebas

39. B : Laki-laki tak terkontrol untuk mengekspos perempuan dan menggunakan nya sebagai komoditas. Is that what you call Fashion? Get Real!”

40. A: “Tunggu! Biar saya selesaikan dulu. Yang saya katakan adalah…”

41. B: “Mau bilang apalagi..? Kamu pikir pria dapat mengkontrol perempuan dengan Hijab. Gitu?” A: “Yah..”

42. B: “Bagaimana detailnya?” A:(mulai gak santai) “Dengan menyuruh perempuan apa yang harus mereka pakai. Blo’on… “

43. B: “Bukannya TV, Majalah dan Film juga menyuruh kamu tentang apa yang harus kamu pakai dan bagaimana agar tampil menarik?”

44. A: “Tentu saja.. Itu namanya Fashion.” B: “Bukannya itu kontrol? Memaksamu untuk memakai apa yang mereka mau untuk kamu pakai.”

45. A: “Berhenti mengkuliahi. SAYA TIDAK AKAN MENGGUNAKAN HIJAB! Itu hal yang aneh, kadaluarsa, dan sangat tidak cocok dengan hidup modern.

46. B: “Baik. Katakan itu kepada Allah Ta’ala ketika kamu berjumpa dengan-Nya di hari pembalasan!

47. Akhirnya keduanya berjalan masing-masing… Si A berhasil membungkam pikiran-pikiran dikepalanya, dengan pendapatnya sendiri.

48. Si A merasa menang dalam perdebatan tersebut. Dan si A ikuti keputusan akhir yang modern dan diterima oleh masyarakat.

49. Berikut beberapa alasan anak muda yang enggan berjilbab dan sanggahan halusnya

50. (1) Kan lebih baik jilbabin hati dulu, buat hati baik! “Yup, ciri hati yang baik adalah jilbabin kepala dan tutup aurat

51. (2) Kalo calon suamiku gak suka gimana? “Berarti dia tak layak, bila didepanmu dia tak taat Allah, siapa menjamin dibelakangmu…

52. (3) Susah cari kerja kalau pake jilbab! “Lalu enggan taat pada perintah Allah demi kerja? emang yang kasih rizki siapa sih?

53. (4) Kenapa sih agama cuma diliat dari jilbab dan jilbab? “Sama aja kayak sekulerisme melihat wanita hanya dari paras dan lekuk tubuh”

54. (5) Apa nanti kata orang kalau aku pake jilbab?! “Katanya tadi bebas, jadi diri sendiri, nggak peduli kata orang lain…”

55. (6) Itu kan nggak wajib dalam Islam!? “Kalau nggak wajib, kenapa ada di Al Qur’an dan Rasul perintahkan Muslimah nutup aurat?”

56. (7) Jilbab kan nggak gaul?! “Lha mbak ini mau gaul atau mau menta’ati Allah? Lagian pakai Jilbab Syar’i dong”

57. (8) Aku kan gak bebas ke mana-mana, gak bisa nongkrong, clubbing, gosip, kan malu sama baju! “Bukankah itu perubahan baik?”

58. (9) Aku belum siap pake jilbab “Kematian juga nggak akan tanya kamu siap atau belum kan…”

59. Semoga manfa’at ya Sahabat muslimku .

Assalamu’alaikum Wr.Wb.

Comments are closed.

%d blogger menyukai ini: