~~~ Catatan seorang Suami ~~~

 

Buku dan pulpen

 

~~~ Catatan seorang Suami ~~~

Istriku tercinta, aku tidak menulis surat ini kecuali karena aku mencintaimu.Engkau telah rela menjadikanku sebagai suami dan aku telah menghibahkan hidupku utk mu.Aku mengatakan kepada diriku,inilah seorang ibu dan istri,inilah kasih sayang dan ketenangan,inilah hembusan angin Surga yang ada di rumahku,maka aku mengajakmu dan kita sama2 menaiki perahu yang menuju ke pelabuhan bahagia di sisi Rabb Yang Maha Pengasih.

Tetapi, tiba2 aku mendapatkan badai di jalan yang kita lalui dan angin yang berhembus.Jika kita tidak berhati2,maka kita akan kehilangan kendali perahu dan kehilangan arah. Aku mengatakan kepada diriku sendiri tidak! Aku tidak akan meninggalkan perahu tenggelam,maka aku ambil pena dan kertas, dan aku tulis surat teguran. Teguran dari seorang kekasih kepada kekasihnya..

Apakah engkau ingat wahai istriku tercinta??? betapa engkau di awal pernikahan kita merupakan simbol feminim seorang perempuan. kemudian aku tidak tahu,mengapa engkau berubah menjadi tidak enak di lihat?? engkau lupa bahwa salah 1 sifat perempuan yang shalihah adalah jika ia di lihat suaminya,maka suaminya akan merasakan senang.

apakah engkau ingat wahai kekasihku?? engkau sering menyebut2 kepadaku mengenai apa yang engkau lakukan dalam mengerjakan pekerjaan rumah,perlakuanmu dalam menjamu tamu2ku dan melaksanakan kebutuhanku, sehingga engkau lupa akan firmanNya : Hai orang2 yang beriman, janganlah kamu menghilangkan pahala sedekahmu dengan menyebut2nya dan menyakiti perasaan si penerima ( QS.2/164)

Apakah engkau ingat kekasihku?? betapa kita berjanji ketika kita menikah untku saling membantu 1 sama lain dalam hal ketaatan dan dakwah kepada Allah. kita sudah berkomitmen bahwa yang menjadi keinginan kita adalah umat islam dan mendidik anak2 kita berarti membangun agama islam. tetapi saat ini keinginan yang menyibukan kita adalah berlomba2 untuk mengejar model terbaru,gaya rambut, mengecet rambut dan mendapatkan uang dari mana saja.

Apakah engkau ingat,wahai kekasih??? betapa engkau sering marah dan mengeluh terhadap rejeki yang di berikan Allah kepada kita. Apakah aku mencari rejeki untuk memenuhi keinginanmu dari jalan yang di haramkan?? Engkau lupa pada seorang perempuan berkata kepada suaminya .Bertakwalah kepada Allah dalam menjalani hubungan kita,sesungguhnya kita bisa sabar atas lapar dan kita tidak bisa sabar atas api neraka.

Apakah engkau ingat ?? berapa kali aku terjaga dari tidur tengah malam dan melihatmu melihat tayangan film dan musik di televisi?? tidakkah lebih baik engkau berdzikir kepada Allah dan shalat malam 2 rakaat di saat manusia sedang tidur di gelapnya malam?? atau tidakkah sebaiknya engkau tidur sore hari sehingga tidak kehilangan shalat subuh???

Apakah engkau ingat??? ktika engkau keluar dari rumahku untuk mengunjungi keluarga mu tanpa seizinku dan ketika engkau mengizinkan teman perempuanmu masuk ke rumahku, padahal aku melarangmu untuk memasukkan temanmu ke rumah kita,apakah engkau lupa bahwa itu adalah hakku??? Apakah engkau ingat bahwa ketika keluarga ku mengunjungiku,begitu juga dengan temen2ku yang bertamu ke rumah, engkau memalingkan wajah dan kakimu terasa berat serta muka masam. memang engkau telah menyediakan makanan buwat mereka,tetapi semua cita rasa itu hilang ktika engkau menunjukkan muka masam.apakah engkau mengetahui pepatah mengatakan temuilah aku,, dan jangan engkau berikan aku makan…

Kekasihku,,,,,,,,,,,,,, aku tetap mengatakan dari lubuk hatiku bahwa aku sungguh mencintaimu. aku berharap kita dapat meraih ridha Dzat Yang Maha Penyayang bersama2. mungkin aku pernah berbuat kesalahan dalam memberikan hak mu dan mungkin aku tidak menyadari keteledoranku dalam menjalankan sebagian kewajiban dan menjagamu,, apa yang aku tulis ini merupakan ajakan agar engkau menulis kepadaku apa yangg ada di benakmu. tujuan kita berdua satu.kita telah menaiki perahu yang sama dan tujuan perahu tersebut satu. Tujuannya adalah mendampingi di dunia dan akhirat dalam Surga Adn (InsyaAllah). jangan biarkan gelombang badai membawa kita ke jalan yang kita tidak ketahui.?

Comments are closed.

%d blogger menyukai ini: