ALASAN KENAPA KITA DILARANG MEMBANTU/BERPARTISIPASI DALAM ACARA NATAL?

 

Lilin natal

Menyukai Sunnah dan Hadits Rasulullah SAW
ALASAN KENAPA KITA DILARANG MEMBANTU/BERPARTISIPASI DALAM ACARA NATAL?

Pertanyaan : Kok kita nggak boleh kerja ngebantuin acara natal? kita kan nggak ikut natalan.

Jawab : Sekarang Ana tanya kalau misalnya Antum kerja di Pabrik Miras (Minuman keras) antum yang memproduksi, mengantar, ngebungkusin, dan sebagainya boleh nggak? Antum kan nggak minum. Nah, nggak boleh kan? Apalagi ngebantu acara natal dosanya lebih besar.

Natal itu artinya kelahiran Tuhan anak yaitu Yesus. Kita yakin tidak ada tuhan selain Alloh. Acara natal sama saja acara berbuat kesyirikan. Kalau kita membantu acara natal sama saja kita membantu orang yang sedang berbuat syirik. Orang yang membantu berbuat syirik dosanya sangat besar, bahkan dosanya sama besarnya dengan orang yang melakukan syirik tersebut.

“…Dan tolong-menolonglah kamu dalam (mengerjakan) kebajikan dan takwa, dan jangan tolong-menolong dalam berbuat dosa dan pelanggaran. Dan bertakwalah kamu kepada Allah, sesungguhnya Allah amat berat siksa-Nya.” [Al Maa-idah : 2]

“Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam melaknat tentang arak, sepuluh golongan: (1) yang memerasnya, (2) yang minta diperaskannya, (3) yang meminumnya, (4) yang membawanya, (5) yang minta dihantarinya, (6) yang menuangkannya, (7) yang menjualnya, (8) yang makan harganya, (9) yang membelinya, (10) yang minta dibelikannya.” (Riwayat Tarmizi dan Ibnu Majah)

Dari Jabir radhiyallahu ‘anhu bahwasanya Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam melaknat para pemakan riba, yang meberikannya, para pencatatnya dan saksi-saksinya.” Kemudian beliau bersabda, “Mereka semua adalah sama”. (HR. Muslim).

Jika terhadap dosa yang lebih kecil seperti Riba dan minum Arak saja kita dilarang turut membantu, apalagi turut membantu acara natal yang tengah merayakan kemusyirikan yang dosanya lebih sangat besar dari pada itu.

Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman:
“Sesungguhnya Allah tidak akan mengampuni dosa syirik, dan Dia mengampuni segala dosa yang selain dari (syirik) itu, bagi siapa yang dikehendaki-Nya. Barangsiapa yang mempersekutukan Allah, maka sungguh ia telah berbuat dosa yang besar.” [An Nisaa’:48]

Comments are closed.

%d blogger menyukai ini: