“Suka Diingatkan”

Mengingati teman

 

“Suka Diingatkan”

Bismillahirrahmanirrahim
Assalamualaikum warohmatullahi wabarokatuh
SubhanAllah Alhamdulillah Allahu Akbar…..

1. SUKA DI INGATKAN

Ibnu Qudamah rahimahullah berkata..

2. Kaum Salaf terdahulu..
Merasa senang bila ada yang mengingatkan kesalahan mereka..

3. Sedangkan kita, di zaman ini..
Yang paling kita benci justru adalah orang yang mengingatkan kesalahan kita..

4. Ini adalah tanda lemahnya iman..
[Mukhtashar Minhajul Qashidin hal. 147]

5. Itulah fenomena zaman..
Kritikan yang membangun dianggap mencari-cari kesalahan..
Bahkan dianggap pemecah belah..

6. Seakan orang bebas melakukan apa yang ia pandang baik..
Padahal Kebaikan adalah yang dipandang oleh Syariat..

7. Seorang yang ikhlas..
Lebih mementingkan kebenaran dari harga diri..
Karena kebenaran adalah barang cariannya..

8. Seorang yang berjiwa taslim..
Segera rujuk dari kesalahannya..

9. Ia menerima kritikan dengan jiwa lapang..
Dadanya tidak merasa panas menerimanya.. Bahkan mendo’akan orang yang mengingatkan kesalahannya..

10. Semoga Allah merahmati orang yang mengingatkan kesalahan kita..

11. Walau berat..
Kecuali untuk yang berjiwa besar..

12. Semoga manfa’at. Ditulis oleh Ustadz Abu Yahya Badrusalam, Lc via WAGroup.

Wa’alaikum sallam warohmatullahi wabarokatuh.
Subhanallah walhamdulillah wala ilaha illallah wallahu akbar Walahaulawala Quwwata illabilla hil ‘aliyil ‘azhim. Allahumma sholli ‘ala Muhammad, wa ‘ala ali Muhammad. Astaghfirullahal ‘azhim wa atubu ilaih.

Iklan

Comments are closed.

%d blogger menyukai ini: