“Ibu, Ajarkan Anakmu Memilih Pendamping Hidup” by: @Muda_GakPacara

 

IBU

“Ibu, Ajarkan Anakmu Memilih Pendamping Hidup” .

Permintaan seorang akhwat muslimah yg ingin menggenapkan separuh agamanya, minta tausiyah dari ibundanya memilih ikhwan yang tepat untuk jadi pendamping hidupnya.

Assalamu’alaikum..
Oh iya Saya mo nanya, sahabat pernahkah ada yang menanyakan perihal jodoh pada kedua orangtuamu?

1. Suatu hari..
Ada seorang Akhwat yang ingin menggenapkan Agamanya, lalu bertanya pada ibunya..

2. “Ibu, ajarkan anakmu ini tuk memilih pendamping hidup !!” Sang ibu pun tersenyum karenanya,.

3. dan dengan bijak menjawab, “Anakku, janganlah kau menikahi seorang ikhwan hanya karena ketampanannya, kelak kau akan kecewa..”

4. “..karena ia pasti menua. Nak, jangan pula kau memilihnya hanya karena ia dikagumi banyak wanita, karena kau belum tahu apa kekurangannya..”

5. “..Tidak pula karena kekayaan atau karena nasabnya. karena kekayaan tidak pernah kekal, nasab tak menjamin kemuliaan dirinya.”

6. “Nak, Pilihlah ia karena akhlaknya yang mulia..”

7. “..Pilihlah ia karena kasihnya pada sesama..”

8. “..Pilihlah karena imannya yang tiada dua.” Tambah sang ibu.

9. Bu, lalu bagaimana aku tahu dirinya akan membuatku bahagia, padahal belum tentu ia kaya, tampan, terkenal?” Tanya sang anak

10. “Nak, Ketampanan dan kecantikan ada pada hati yang merasa..”

11. “..Kaya ada pada hati yang qona’ah. Terkenal di hadapan manusia belum tentu mulia di hadapanNya.”

12. “Perbaiki akhlakmu, perbaharui niatmu, kuatkan imanmu, perbanyak amalanmu..”

13. “..dan, jika hari itu tiba…. terimalah sosok lelaki yang berani melamarmu..”

14. “.. setidaknya dia berniat baik kepadamu, bukan dengan menebar pesonannya, namun karena keinginannya untuk menjaga kesucian cinta..”

15. ..kau tentu boleh memilih, namun ingatlah… JIKA kau alihkan cintamu pada harta, ketenaran, ketampanan juga nasabnya..”

16. “..maka kau pasti kan kecewa. karena boleh jadi itu hanya topeng dirinya.”

17. “Istikharahlah.. “

18. “..Dan.. jika pilihanmu mantap padanya.. Menikahlah nak, kau kan rasakan kebahagiaan karena memenangkan Allooh dalam pilihanmu”

19. “Rajutlah cinta bersamanya… Kelebihannya membuatmu tersenyum bahagia, kekurangannya tak pernah kau persoalkan..”

20. “Karena kau tercipta untuk saling mengisi,. saling membetulkan akhlak.. semangati langkahnya, kokohkan semangat juangnya”

21. “Arungi bahtera rumah tangga dengan senyum ceria..”

22. “Kelak, didiklah putera-puterimu untuk menjadi pejuang yang setia pada cinta yang mulia..”

23. “Lahirkan keturunan yang kuat tauhidnya, mulia akhlaqnya, kokoh azzamnya..”

24. “Dan … kelak, ibumu ini kan bahagia menimang cucu seorang sejati”

25. Akhirnya sambil berlinang air mata, si anak langsung memeluk sang ibu dan berazzam untuk melaksanakan apa yang ibu pinta..

Comments are closed.

%d blogger menyukai ini: