“KEMBALI KE JALAN KITA” By : Ammi Aac

Ilmu albanna

Ilmu Agama

Ilmu dan buku

Ilmu twit 1

Ilmu agama tk dsb

 

“KEMBALI KE JALAN KITA”

Pemilu Legislatif sudah berlalu. Apapun hasilnya, semoga Allah memberikan yang terbaik untuk Islam dan muslimin.

Apapun keputusan yang telah kita ambil, memilih atau tidak memilih, semoga semuanya mendatangkan ridho dan rahmat Allah; untuk diri kita, agama kita, bangsa dan negara kita.

Sekarang……
Saatnya kita kembali ke “jalan” kita yang sesungguhnya. Iya, jalan kita sebagai seorang muslim yang komitmen dengan Manhaj Salaf nan mulia.

Apakah jalan itu?

Jalan kita adalah tholabul ‘ilm, belajar ilmu syar’i, mengamalkannya, berdakwah, dan bersabar di atasnya. Inilah jalan kita.

Ingatlah, jalan kita yang hakiki sejatinya bukanlah perjuangan parlementer. ‘Nafas’ kita yang sesungguhnya bukanlah politik ala demokrasi serta pemilu yang tidak islami.

Kita, lebih tepatnya sebagian kita, “terpaksa” ikut terjun di kancah pemilu karena kondisi hari ini yang memang-menurut mereka-memaksa mereka untuk ambil bagian.

Namun, politik, pemilu, dan parlemen bukanlah segalanya. Jangan sampai kita sibuk dengan jargon-jargon pemilu dan parlemen, namun malah lalai dari perjuangan yang sesungguhnya, yakni belajar dan mengajarkan Islam yang benar.

Mungkin, sebagian kita, begitu bersemangat menggaungkan perjuangan membendung kaum Kafir dari kalangan Nashrani, Syi’ah, dll; namun ternyata dirinya sendiri malas mempelajari agamanya. Teramat vokal menyuarakan perlawanan terhadap Syi’ah dan Nashrani lewat jalur parlementer dan pemilu, namun ternyata dianya sendiri hampir tak pernah bermajelis ilmu, enggan belajar aqidah dan tauhid, malas belajar bahasa Arab, merasa angkuh untuk belajar tajwid yang benar, merasa tak butuh mempelajari sunnah-sunnah Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam. Tentu ini tak ubahnya asap yang terlihat membumbung tinggi ke langit, padahal aslinya datang dari tempat pembakaran yang tidak bersih.

Ketahuilah…..
Syi’ah dan Nashrani hanya akan bisa dikalahkan dengan kembalinya umat ini kepada nilai-nilai Islam yang kaffah; bukan melalui politik yang tidak islami. Pemilu dan parlemen hanyalah secuil, itupun diambil bila memang situasi kondisi benar-benar membolehkannya dalam tinjauan syara’.

Maka, janganlah kita meninggalkan yang besar dan utama demi beralih kepada apa yang secuil dan belum tampak nyata mashlahatnya.

Mari, kembali ke jalan kita……

Tinggalkanlah sudah segala euforia pemilu. Serahkan semua hasilnya kepada Allah. Kita beralih kembali pada tugas yang sesungguhnya, yakni belajar ilmu dan mengajarkannya.

Mari kembali mereguk segarnya ilmu di dalam majelis ilmu.

Barakallahu fiikum.

#Ammi Aac #
* Edisi: Kalamuna *

Comments are closed.

%d blogger menyukai ini: