Ibu Risma dan Ibu Widya Mereka Menanggapi Tentang Prostitusi .

 

Risma Vs Widya

Kedua Orang ini mempunyai beberapa persamaan:
1. Wanita
2. Muslimah
3. Berkerundung
4. Mempunyai Jabatan yang setingkat (Satunya Bupati dan satunya Walikota)

Tetapi keduanya mempunyai pandangan yang berbeda tentang PROSTITUSI.

Kita baca selengkapnya ulasan tentang keduanya.

IBU RISMA VS IBU WIDYA menanggapi tentang PROSTITUSI.

Jikalau Ibu Risma (Walikota Surabaya) berani menyatakan akan menutup tempat pelacuran Dolly di SUrabaya, maka Ibu Widya (Bupati Kendal) menyebut tidak manusiawi jika lokalisasi di Kendal ditutup…

Pernyataan2 Ibu Widya di media massa:
” Pekerja seks komersial adalah pahlawan keluarga karena mereka umumnya bekerja untuk menghidupi keluarga. Dalam kondisi itu, tidak manusiawi jika tempat pelacuran ditutup”
“Selain tidak manusiawi, dengan ditutupnya lokalisasi akan menimbulkan persoalan baru, yaitu menambah kemiskinan dan merebaknya penyakit kelamin. Pasalnya, kemungkinan para PSK itu akan mangkal di jalan-jalan bila lokalisasi ditutup,”
“Bisa saja menutup tempat pelacuran, tapi PSK-nya harus diberi pekerjaan dulu,”
“Pernah saya tanya kepada para PSK. Kenapa kembali ke lokalisasi? PSK itu menjawab karena kesulitan mencari pelanggan. Sementara kalau dia menjadi PSK, sehari bisa mendapat lima pelanggan,”
Bupati Kendal ini pun berencana akan mengganti slogan “Kendal Beribadat” menjadi “Kendal Hebat”. Slogan “Kendal Beribadat” sudah tidak sesuai dengan situasi dan kondisi masyarakat Kendal. “Beribadat mempunyai arti yang positif. Sementara di Kabupaten Kendal masih ada beberapa tempat pelacuran besar dan juga banyak pengguna narkoba. Kalau nanti slogannya diganti dengan ‘Kendal Hebat’, bisa memotivasi orang Kendal untuk bisa menjadi orang hebat. Sebab, orang hebat bisa memilih mana yang baik dan mana yang tidak,”

mari kita bandingkan pernyataan Ibu Widya di atas dengan Ide Ibu Risma;

1. Menurut Ibu Widya, menutup lokalisasi pelacuran adalah hal yang mudah. Tampaknya Ibu Widya meremehkan langkah Ibu Risma, sebagai hal yang mudah. Padahal langkah Ibu Risma tersebut tidaklah mudah. Banyak tentangan dari pihak-pihak yang berkepentingan terhadap keberadaan lokalisasi Dolly. Ibu Risma pun juga telah memikirkan penanggulangan atas dampak yang ditimbulkan dari penutupan lokalisasi tersebut.

2. Ibu Widya bilang bahwa bisa saja menutup tempat pelacuran, tapi PSK-nya harus diberi pekerjaan dulu. Jika Ibu Widya baru sebatas bicara, ternyata Ibu Risma sudah melakukannya. Untuk menanggulangi dampak-dampak akibat ditutupnya lokalisasi Dolly, Ibu Risma menganggarkan 28 milyar untuk pembangunan di bekas kawasan lokalisasi Sememi dan Klakahrejo. Rencananya, anggaran akan digunakan untuk membangun pasar, sentra pedagang kaki lima, dan sejumlah sarana fasilitas umum lainnya. “Dengan begitu, warga penghuni eks lokalisasi mendapat peluang kerja untuk memenuhi kebutuhan ekonominya,” kata Ibu Risma.

3. Ibu Widya mengatakan bahwa PSK adalah pahlawan keluarga. Hmmm, seriuskah Ibu Widya dengan pernyataannya tersebut. Apakah para PSK benar-benar “menghidupi keluarga” seperti kata Ibu Widya? Nah mari kita simak apa alasan Ibu Risma menutup lokalisasi Dolly. Puncak keyakinan Ibu Risma untuk menutup lokalisasi prostitusi justru tidak terlepas dari perkenalannya dengan seorang pekerja seks komersial yang masih menjajakan tubuhnya walaupun sudah berusia 62 tahun. Suatu kali saat berkeliling ke lokalisasi dan menemui perempuan itu, Risma mengaku heran mengapa nenek itu masih menjadi PSK. Beliau lantas bertanya, “Memang siapa yang sih yang mau (menggunakan jasanya yang sudah tua)?” Jawaban perempuan itu kemudian membuatnya tercengang. “Anak SMP/SMA yang cuma punya seribu dua ribu juga saya layani,” katanya mengulangi kalimat PSK tersebut. Bagi Ibu Risma, hal itu persoalan besar. Dia tidak rela membiarkan lebih banyak ada anak-anak muda di kotanya menjadi korban karena menikmati prostitusi di lokalisasi. Lagi-lagi dia menegaskan, “Saya rela mati demi ini.”

Refferensi
1.http://regional.kompas.com/read/2014/01/23/1107378/Bupati.Widya.Nilai.PSK.adalah.Pahlawan.Keluarga
2.http://sosok.kompasiana.com/2014/01/25/psk-pahlawan-keluarga-menunggu-debat-ibu-risma-vs-ibu-widya-di-tv-630590.html
3.http://id.berita.yahoo.com/risma-siapkan-rp-28-miliar-untuk-eks-psk-093901702.html
4.http://www.metrotvnews.com/metronews/read/2013/11/29/6/198077/Tri-Rismaharini-Rela-Mati-Demi-Tutup-Lokalisasi

[Hijabers community/www.bringislam.web.id]

Iklan

Comments are closed.

%d blogger menyukai ini: