Naniek S Deyang Penasaran dengan peristiwa ‘98 , saya menemui para mantan petinggi inteljen yg tau kejadian sebenarnya, dan juga mantan Perwira tinggi. Saya investigasi mendalam.

COPAS .
Naniek S Deyang

Sungguh saya terkejut ternyata peristiwa ‘98 itu merupakan kudeta halus, yg dirancang 16 orang sipil dan beberapa orang oknum militer di LN ( saya gak sebut kotanya) , kemudian menggunakan TNI sebagai martirnya, dan yg lebih penting lagi menjadikan PRABOWO sebagai KAMBING HITAM.

Prabowo harus habis, karena kalau tdk habis dan mengetahui hal itu, maka dia akan melakukan serangan balik utk membela mertuanya. Maka dari itu, dibuat settingan cerita bahwa Prabowolah dalang kudeta, hingga Cendana percaya, dan Pak PS pun diusir dari Cendana, bahkan harus berpisah dng Mbak Titiek dan putra semata mayangnya.

Berhenti di situ penyiksaan terhadap Letjen Prabowo ? Tidak! Skenario berikutnya adalah dia harus bertanggung jawab atas tuduhan sebagai aktor penculikan, padahal peristiwa penculikan itu terjadi pada tahun 1996, dan lagi2 operasi itu bukan operasinya Prabowo yg kala itu hanya sebagai Danjen Kopassus. Kembali Prabowo dijadikan Kambing Hitamkan hingga ada alasan untuk memberhentikan Prabowo dng hormat.

Namun dari berbagai cerita di atas yg menarik semua Jenderal yg mengkambinghitamkan Prabowo itu menjadi JENDERAL berkat lobi Prabowo ke Pak Harto. Benar2 air susu dibalas dengan air tuba!

Saya sampai sakit perut membayangkan kebaikkan yg dilakukan Pak PS namun dibalas pengkhianatan demi pengkhianatan, bahkan fitnah tiada henti pada Pak PS hingga saat ini.
Sejarah ini secara perlahan harus diluruskan agar anak cucu kita tidak salah menghormati tokoh yg ternyata para pengkhianat.

Ada bagian cerita yg luar biasa dan saya gak berani nulis, adalah tentang apa yg membuat Prabowo akhirnya harus memilih menyingkir ke Jordania.

Dari cerita ini sebetulnya kalau di ungkap, maka kita akan tau kenapa Prabowo harus dihalang -halangi habis -habisan utk menjadi Presiden.

Di negeri ini Prabowolah penyimpan rahasia besar dari berbagai konspirasi . Sekarang saya paham saat Pak PS mengatakan, “ Saya ini ke toilet saja diketahui,” . Dan akhirnya juga paham Pak PS lebih suka bicara dng orang di LN , dan naik pesawat mendadak saja beli tiketnya. Saya juga baru tau kalau utk minum pun Pak PS tdk mau kalau mampir ke Singapura.

Sungguh kelu ranah batin saya. Rasanya saya seperti berdiri di dalam adegan di Film2 yg bercerita soal kejahatan para mafia…

Prabowo pres

Comments are closed.

%d blogger menyukai ini: