Parenting Nabawiyah

 

Keluarga sakinah 1

Anak cewecowo ngaji

Anak cewe berdoa

Anak berdoa . aamin

 

#  Parenting Nabawiyah  #

Bismillahirrahmanirrahim
Assalamualaikum warohmatullahi wabarokatuh
SubhanAllah Alhamdulillah Allahu Akbar………

Isi hari-hari anak kita segala yang bermuatan tauhid. Jadilah orangtua yang meghadirkan wajah-wajah surga di rumah, menjadi keluarga yang berkumpul di dunia dan di jannahNya kelak.
Isi usia anak-anak kita umur 0-12 tahun dengan konsep keTuhanan berdasar pola hidup Rasulullah SAW dengan  ParentingNabawiya
7-12 adalah masa kanak2 yang tenang. jika mereka bukan anak yang tenang, ada yang salah dalam proses sebelumnya. 
0-2 masa adalah masa MENYUSUI. Islam tidak sekedar perintahkan beri ASI, tapi MENYUSUI. 
2 – 3 thn, anak melihat contoh, berkisah, talqin. 
4 thn anak mulai diajarkan wudhu & ikut berdiri bersama orang shalat. 
5 thn menghapalkan Al Fathihah, memotivasi anak mengajarkan shaum & berbuka puasa. 
6 thn mengajarkan shaum, terus motivasi shalat, menghafalkan ayat2 pendek, mengenalkan surga.
Usia 7 mulai perintah shalat.
Saat itulah pintu masuk bagi anak belajar sex education yang soft. Anak akan belajar tentang aurat, tentang perbedaan gender.
Usia 10 thn evaluasi perintah shalat & memisahkan tidur anak laki & perempuan. Sex education semakin mudah dipahami. 
Usia 7-12 adalah masa kanak2 tenang jika semua proses dijalani konsisten. 
Barometer anak tenang itu sederhana: AMANAH, JUJUR, ADIL. 
Rasulullah kecil umur 8-10 thn jadi gembala kambing yang menerima upah. 
Nabi & rasul besar ternyata hampir kesemuanya adalah mantan pengembala kambing. Kenapa? 
Rasul itu leadershipnya dari pengembala kambing hingga memimpin umat manusia.
Pengajaran life skill juga harus melihat potensi & karakter anak2. 
Sumur, dapur, kasur itu adalah fungsi wanita yang paling mulia. Tapi kini malah dihinakan dalam konsep barat. 
Ajari anak2 perempuan kita memasak. Penuh nilai & manfaat luar biasa baginya kelak. 
Apa indikator # ParentingNabawiyah kita gagal? Lihat sholat anak kita!
Maaf, koreksi. Bukan gagal, tapi TERLAMBAT. 
Bila # ParentingNabawiyah terlambat, indikatornya sholat anak kita belum beres saat menjelang baligh.
Bangunan yang pondasinya salah, sulit sekali memperbaikinya. Apalagi anak kita. 
Sahabat muslimku  kita lanjut mengajarkan tauhid pada anak ya. 
Pendidikan barat usia <18 tidak membolehkan memperkenalkan konsep yang abstrak. Bahaya! 
Bahayanya apa? Ketuhanan dianggap abstrak & tidak perlu diajarkan dibawah usia 18. Ini gila!
Konsep JJ Rousseau ini malah diikuti para pendidik kita. Waduh… mau jadi generasi apa?
Konsep ketuhanan dianggap abstrak. Bagi muslim ketuhanan itu GHOIB, bukan abstrak. 
Allah, surga, neraka, malaikat itu bukan abstrak. Itu nyata, hanya saja tak terindera. 
Rasul membangun pondasi tauhid & akhlak lebih lama daripada muamalah, hukum. Itu menunjukkan tauhid & akhlak harus paripurna. 
Kita harus bersabar dalam tahap persiapan. 
Tanamkan TAUHID sejak dini. Karena GHOIB itu KONKRIT. Urutan menanam TAUHID => al hifdz, al fahm, al i’tiqod, at tashdiq. 
Hafal dulu, baru kamu dan memahami. 
Mulailah dengan talqin. Penguatan talqin dengan pemahaman aktifitas ibadah. Jauhi pengajaran tauhid versi filsafat. 
Sayangnya saat ini metode pengajaran tauhid selalu menggunakan konsep filsafat. 
Filsafat selalu mengedepankan logika. Tauhid dibuat muter2, ketuhanan jadi abstrak. Bahkan malah jadi irrasional. 
Jangan kaget kalau kita menemukan ada orang jago filsafat ketuhanan tapi ga sholat. 
Jangan kaget ada ahli filsafat ketuhanan tapi ga sholat. 
Hidupkanlah fitrah seorang anak agar anak berinteraksi dengan baik dengan Allah. QS. Ar Rum: 30. 
Kenalkan sedini mungkin kenikmatan dari Allah agar anak bisa berinteraksi baik dengan Allah
Setiap pemberian dari kita harus dibarengi kalimat bahwa itu adalah rejeki dari Allah & jadikan anak bersyukur. 
Anak yang bersyukur itu tak mampu didekati iblis. Apalagi setan kecil2 
Cara menghadirkan rasa syukur resepnya adalah melihat orang di bawah. 
24 jam kehidupan kita harus memiliki nilai yang bisa jadi pelajaran bagi anak2 kita. 
Selalu hadirkan Allah (muroqobatullah) agar anak berinteraksi baik dengan Allah. 
Seringlah bacakan kisah yang bermuatan tauhid & keutamaannya agar anak berinteraksi baik dengan Allah 
Jadikan obrolan kita kepada anak selalu bermuatan tauhid. 
Untuk sementara sampai sini dulu, semoga ber manfaat . 
Wa’alaikum sallam warohmatullahi wabarokatuh.
Subhanallah walhamdulillah wala ilaha illallah wallahu akbar Walahaulawala Quwwata illabilla hil ‘aliyil ‘azhim. Allahumma sholli ‘ala Muhammad, wa ‘ala ali Muhammad. Astaghfirullahal ‘azhim wa atubu ilaih.

Iklan

Comments are closed.

%d blogger menyukai ini: