JAUHILAH PERDEBATAN .

 

Debat Jauhi G

Debat jauhi .

 

JAUHILAH PERDEBATAN .
Berkata Imam Malik rahimahullah:
“Perdebatan hanyalah akan membawa pada pertikaian dan menghilangkan cahaya ilmu dari dalam hati, serta mengeraskan hati dan melahirkan kedengkian.
(Syiar a’lamin Nubala’, 8/ 106)
®®®®®®®®®®®®®®®®®®®®®®
Musim ibn Yasar rahimahullah berkata:
“Jauhilah perdebatan, karena ia adalah saat kebodohan seorang alim, di dalamnya syaitan menginginkan ketergelincirannya.”
(Ibnu Baththah, al-Ibanah al-Kubra; Darimi: 404)
•••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••
Ja’far ibn Muhammad rahimahullah berkata:
“Jauhilah oleh kalian pertengkaran dalam agama, karena ia menyibukkan (mengacaukan) hati dan mewariskan kemunafikan.”
(Baihaqi dalam Syu’ab: 8249)
•••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••
Imam as-Syafi’i rahimahullah berkata:
“Perdebatan dalam agama itu mengeraskan hati dan menanam sifat kedengkian yang mendalam.”
(Thobaqat Syafiiyyah 1/7, Siyar 10/28)
•••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••
Ibnu Abdil Bar berkata:
“Tidak akan pernah bahagia orang yang suka berdebat.
Dan tidaklah engkau menjumpai seseorang yang suka berdebat kecuali di hatinya tersimpan sebuah penyakit.”
(Jami al-Bayan al-Ilmi)
•••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••
Ibnu Abbas radhiyallahu ‘anhu berkata:
“Cukuplah engkau sebagai orang yang zalim bila engkau selalu berdebat. Dan cukuplah dosamu jika kamu selalu menentang, dan cukuplah dosamu bila kamu selalu
bercakap yakni selain daripada berzikir kepada Allah.”
(al-Fakihi dalam Akhbar Makkah)
•••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••
Muhammad ibn Ali ibn Husain Rahimahullah berkata:
“Pertikaian itu menghapuskan agama dan menumbuhkan permusuhan di hati-hati manusia.”
(al-Adab al-Syar’iyyah: 1/23)
*****************************
Imam Malik rahimahullah pernah ditanya berkenaan seseorang yang memiliki ilmu sunnah sama ada dia boleh berdebat dalam membela sunnah.
Dia menjawab,”Tidak, memadai dengan hanya memberitahu tentang sunnah.”
(Tartibul Madarik wa Taqribul Masalik: 1/51; Siyarul A’lam: 8/106; al-Syari’ah: 62-65)
*****************************
Ibnu Rajab al-Hanbali Rahimahullah berkata:
“Sungguh ramai orang telah terfitnah daripada generasi ini dengan penyakit suka berdebat atau berbantah-bantahan. Beranggapan bahwa mereka yang banyak berkomentar dan berdebat dalam masalah agama adalah lebih alim daripada mereka yang tidak banyak berkomentar dan berdebat. Ini tidak benar karena komentar-komentar generasi tabi’in lebih banyak daripada komentar para sahabat, walhal para sahabat lebih alim daripada tabi’in; dan begitu juga komentar-komentar generasi tabi’ at-tabi’in lebih banyak daripada generasi tabi’in, walhal generasi tabi’in lebih alim daripada generasi tabi’ at-tabi’in.”
(Fadlu Ilmi Salaf)
Wa’alaikum sallam warohmatullahi wabarokatuh.
Subhanallah walhamdulillah wala ilaha illallah wallahu akbar Walahaulawala Quwwata illabilla hil ‘aliyil ‘azhim. Allahumma sholli ‘ala Muhammad, wa ‘ala ali Muhammad. Astaghfirullahal ‘azhim wa atubu ilaih.

Comments are closed.

%d blogger menyukai ini: