# Puisi “Ya Rasulullah” # ~ karya @gusmusgusmu ~

muhammad bersinar

Muhammad bunga matahari

Mmuhammad merah

Muhammad bunga dahlia putih

Muhammad bunga hujau

 

 

# Puisi “Ya Rasulullah” #

~ karya @gusmusgusmu ~

Aku ingin seperti santri berbaju putih yang tiba-tiba datang menghadapmu

Duduk menyentuhkan dua lututnya pada lutut agungmu dan meletakkan kedua telapak tangannya di atas paha-paha muliamu

Lalu aku akan bertanya: Ya Rasulullah tentang Islamku, Ya Rasulullah tentang imanku, Ya Rasulullah tentang ihsanku

Ya Rasulullah mulut dan hatiku bersaksi tiada tuhan selain Allah dan engkau Ya Rasulullah utusan Allah

Tapi kusembah juga diriku Astaghfirullah Dan risalahmu hanya kubaca bagai sejarah Ya Rasulullah

Setiap saat jasadku shalat Setiap kali tubuhku bersimpuh diriku jua yang kuingat

Setiap saat kubaca sholawat Setiap kali tak lupa kubaca salam Assalamu’alaika ayyuhannabiyyu warohmatullohi wa barokatuh

Salam kepadamu wahai Nabi juga berkat dan rahmat Allah

Tapi tak pernah kusadari apakah di hadapanku kau menjawab salamku bahkan apakah aku menyalamimu

Ya Rasulullah ragaku berpuasa dan jiwaku kulepas bagai kuda

Ya Rasulullah sekali-kali kubayar zakat dengan niat dapat balasan kontan dan berlipat

Ya Rasulullah aku pernah naik haji sambil menaikkan gengsi

Ya Rasulullah sudah Islamkah aku?

Ya Rasulullah aku percaya Allah dan sifat-sifat-Nya aku percaya malaikat dan percaya kitab-kitab suci-Nya

Percaya Nabi-nabi utusannya aku percaya akhirat, percaya qodho’ qodar-Nya seperti yang kucatat dan kuhafal dari ustadz

Tapi aku tak tahu seberapa besar itu mempengaruhi lakuku, Ya Rasulullah sudah imankah aku?

Ya Rasulullah setiap kudengar panggilan aku menghadap Allah Tapi apakah ia menjumpaiku? Sedang wajah dan hatiku tak menentu

Ya Rasulullah dapatku aku berihsan?

Ya Rasulullah aku ingin menatap walau sekejab wajahmu yang elok mengerlap Setelah sekian lama mataku hanya menangkap gelap

Ya Rasulullah aku ingin mereguk senyummu yang segar setelah dahaga di padang kehidupan yang hambar Hampir membuatku terkapar

Ya Rasulullah meski secercah, teteskan padaku cahayamu Buat bekalku sekali lagi Menghampiri Nya

Comments are closed.

%d blogger menyukai ini: