*Teman, teman & teman :By :Darwis Tere Liye

 

Sahabat yg mengingatkan pd allah

cadar sahabat1

Agama teman nya

 

*Teman, teman & teman

Memilih teman itu adalah perintah agama kita.

“Sesungguhnya perumpamaan teman yang baik dan yang buruk itu seperti pembawa minyak wangi dan pandai besi. Pembawa minyak wangi mungkin akan mencipratkan minyak wanginya atau engkau membelinya atau engkau hanya akan mencium harumnya. Sementara pandai besi mungkin akan membakar bajumu atau engkau akan mencium bau yang tidak sedap” (Bukhari dan Muslim).

“Seseorang itu akan mengikuti agama temannya, karenanya hendaklah salah seorang diantara kalian mencermati kepada siapa ia berteman.” (Tirmidzi, Ahmad, dan Abu Dawud)

Jadi, kalimat seolah bijak yang bilang, jangan pilih2 teman, dsbgnya itu jelas paham yang amat berbeda. Itu sama muasalnya dgn kalimat seolah bijak tentang hak asasi, kebebasan, dsbgnya. Seolah bijak tapi banyak sekali prasyarat, pengecualian di dalamnya–termasuk hipokrasi.

Silahkan mengenal orang dari berbagai bangsa, silahkan mengenal semua orang dari banyak tempat, dari banyak penjuru dunia. Tapi pilih teman kita. Pilih.

Setiap kali saya memposting ini pasti ada yang nyeletuk, lantas siapa yang membuat orang2 itu jadi insyaf, sadar? Hampir bisa dikatakan tidak ada orang di dunia ini yang tidak pernah mendengar seruan kebaikan. Pemabuk, misalnya, pasti tahu persis dia dilarang mabuk. Bukan tanggungjawab kita membuatnya insyaf. Kelewatan kalau kalian PD sekali bilang bisa merubahnya. Bahkan Rasul Allah pun tidak berhak atas hidayah berubahnya seseorang. Membolak-balik hati adalah milik Allah. Tanggungjawab kita mengingatkan. Bukan tanggungjawab kita berteman dengannya. Dan besok lusa, jangan2, justeru kita sendiri yang jadi ikut2an mabuk.

Jadi pilihlah teman yang baik. Yang bisa sama-sama membawa kepada kebaikan. Yang mau saling menasehati. Yang jauh dari hal2 kerusakan, pun sia-sia. Maka, sekali lagi, silahkan mengelilingi dunia ini, bergaul dengan begitu banyak orang, belajar dari banyak tempat, mengenal dari begitu banyak orang, tapi pilih teman kita.

Comments are closed.

%d blogger menyukai ini: