HIDUPKAN SUNNAH, NISCAYA ANDA AKAN SEHAT

Sunnah rosul 7

Qailulah

Tidur dengan lampu mati

matikan-lampu-sebelum-tidur

Doa rasululoh di pagi hari

 

Bismillahirrahmanirrahim
Assalamualaikum warohmatullahi wabarokatuh
SubhanAllah Alhamdulillah Allahu Akbar…

HIDUPKAN SUNNAH, NISCAYA ANDA AKAN SEHAT

“Para ahli menyebutkan bahwa mematikan lampu ketika tidur malam dapat menghasilkan zat melantonin yang mampu memerangi dan mencegah kanker payudara dan kanker prostat.”

“Tidur terlalu malam dan bangun terlalu siang adalah penyebab paling utama terjadinya kerusakan hati.”

SaudiNews juga mengutip bahwa: “Waktu tidur yang kurang dapat mengakibatkan naiknya berat badan 5 kg/tahun”

Sebenarnya, jauh sebelum hasil penelitian diatas dilakukan, Rasulullah shallahu alaihi wasallam telah mengajarkan umatnya untuk tidak tidur terlalu malam dan mematikan lampu sebelum tidur serta bangun diawal pagi. Sahabat Abu Barzah Al Aslami radhiallahu anhu menuturkan: Rasulullah shallahu alaihi wasallam membenci tidur sebelum Isya dan berbincang2 setelahnya (bergadang)” (HR. Bukhori).

Syariat yang sempurna ini juga menganjurkan kita untuk menghidupkan akhir malam dengan Ibadah tahajud, lalu menahan diri untuk tetap di masjid sampai terbitnya matahari.

Adapun anjuran untuk mematikan lampu sebelum tidur, ada pada hadits yang diriwayatkan oleh At Tirmidzi, Beliau bersabda: “Tutuplah pintu rumah, mulut teko, tempat penampungan air dan matikanlah lampu”.

Rasulullah shallahu alaihi wasallam juga menganjurkan ummatnya untuk tidur siang. Beliau bersabda: Tidur sianglah kalian, karna sesungguhnya syaithan tidak tidur siang” (HR. Abu Nuaim dengan sanad yang Hasan).

Sebenarnya, jika kita menerapkan sunnah Rasulullah dalam kehidupan sehari-hari, niscaya kita akan hidup sehat.

Rasulullah shallahu alaihi wasallam memang bukanlah seorang dokter dalam makna yang khusus, namun petunjuk hidup yang terucap dalam sabdanya bersumber dari wahyu Allah azza wa jalla yang Maha Tahu segalanya.

Allah ta’ala berfirman:”Dia (Muhammad) tidak berkata-kata menurut hawa nafsunya, melainkan menurut wahyu yang diwahyukan kepadanya.” (QS: An Najm ayat: 3 dan 4)

Tapi ingat.. Bila kita mengerjakan sunnah Rasulullah hendaknya diniatkan semata2 untuk taqarrub (ibadah) kepada Allah. Sebab amalan bergantung pada niatnya. Jika seseorang melakukan suatu amalan sunnah dengat niat menjaga kesehatan, maka dia hanya akan mendapatkan apa yg dia niatkan. Sehat tanpa pahala taqarrub.
Namun jika niatnya taqarrub, maka dia akan mendapatkan pahala taqarrub dan hidup sehat.

Semoga Allah memberi kita taufiq dan kekuatan untuk selalu istiqomah dalam mengamalkan sunnah Rasul-Nya dalam hidup kita.

Wa’alaikum sallam warohmatullahi wabarokatuh.
Subhanallah walhamdulillah wala ilaha illallah wallahu akbar Walahaulawala Quwwata illabilla hil ‘aliyil ‘azhim. Allahumma sholli ‘ala Muhammad, wa ‘ala ali Muhammad. Astaghfirullahal ‘azhim wa atubu ilaih.

ACT El-Gharantaly.

{ abulfayruz }

Comments are closed.

%d blogger menyukai ini: