~ Syair kisah masa kecil dan keluhuran Nabi Muhammad SAW ~ by ayosholawat

 

Muhammad 9

Muhammad i love u

Muhammad 4 dimensi

muhammad8

Muhammad

 

~ Syair kisah masa kecil dan keluhuran Nabi Muhammad SAW ~

Diambil dari Terjemahan Maulid Diba’ karya Imam Wajihuddin ‘Abdur Rahman bin Muhammad bin ‘Umar bin ‘Ali bin Yusuf bin Ahmad bin ‘Umar ad-Diba`ie asy-Syaibani al-Yamani az-Zabidi asy-Syafi`i.

Ya Allah, tetapkanlah limpahan rahmat dan salam serta keberkahan kepada Nabi Muhammad SAW

1. Nabi Muhammad SAW dilahirkan dalam keadaan telah berkhitan dengan pertolongan Allah

2. Bercelak dengan celak petunjuk Allah. Pada sahara bersinar terang dengan keindahannya

3. Dari sebab cahayanya keadaan alam semesta menjadi terang benderang

4. Dan termasuk pula dalam ikatan golongannya, orang-orang yang sesudahnya, seperti orang-orang dahulu yang pernah menjumpainya

5. Pertama kali yang menjadi keagungan mukjizatnya, adalah padamnya api persembahan negeri Persi dan runtuhnya panggung kehormatannya

6. Dilemparnya setan-setan dari langit dengan bintang-bintang yang membakar. Raja jin yang angkuh menguasai kerajaannya, menjadi hina dan tunduk

7. Ketika cemerlang cahaya Nabi yang menerangi dan nur keelokan Nabi bersinar menerangi segenap penjuru

8. sehingga (bayi) Nabi diserahkan kepada wanita-wanita yang menyusui

9. Diserukan oleh malaikat: “Siapakah yang ingin mengasuh anak yatim yang bagaikan permata yang tiada banding harganya?”

Ya Allah tetapkanlah limpahan rahmat dan salam serta keberkahan kepada Nabi Muhammad SAW.

10. Berkatalah sekelompok burung: “Kamilah yang sanggup mengasuh dan mengambil keuntungan cita-citanya yang agung”

11. Berkatalah bintang-bintang: “Kamilah yang lebih berhak mengasuhnya agar memperoleh kemuliaan dan keagungannya”

12. Diserukan oleh malaikat: “Hai golongan umat, tenanglah kalian, sesungguhnya Allah benar-benar telah memutuskan sejak zaman dahulu kala”

13. bahwasanya (bayi) Nabi Muhammad SAW adalah hendak menyusu kepada seorang wanita bernama Siti Halimah yang penuh rasa kasih sayang

14. lalu berpalinglah dari Nabi SAW para wanita yang biasa menyusui bayi2 karena takdir telah menentukan kebahagiaan kepada Halimah binti Abi Dzu’aib

15. saat pandangan Halimah tertuju kepada Nabi SAW maka segeralah Halimah mengambilnya dan diletakkan di pangkuannya dan dirangkul ke dadanya

16. Lantas (bayi) Nabi SAW menampakkan kegembiraan dengan tersenyum kepadanya

17. Lalu keluarlah dari gigi depannya pancaran cahaya yang menembus ke langit. Kemudian Nabi SAW dibawa ke kendaraannya

18. dan berangkatlah Halimah beserta Nabi menuju ke kampung halaman keluarganya

19. Maka ketika Halimah beserta Nabi sampai pada tempat tinggalnya tampaklah keberkahan menyelimuti kambing-kambingnya

20. Dan adalah Halimah setiap hari dapat melihat tanda-tanda luar biasa Nabi SAW dan meningkatlah kehidupan dan kedudukan Halimah karenanya

21. sehingga semakin meningkat dalam kehidupan yang berhias suasana tenteram aman dan Nabi SAW dapat bergaul bebas dengan anak-anak asuhnya

22. Pada suatu hari di mana ketika Nabi sedang bermain di suatu tempat yang agak jauh dari tempat tinggalnya

23. tiba-tiba datang kepada beliau tiga orang yang berwajah laksana matahari dan rembulan

24. Maka anak-anak menjauhkan diri, lari ketakutan, sedangkan Nabi SAW tetap diam keheran-heranan

25. Kemudian tiga orang itu membaringkan Nabi di atas tanah dengan perlahan-lahan dan mereka membedah perut Nabi secara halus tidak terasa

26. Kemudian mereka mengeluarkan hati Nabi SAW dan melapangkannya dengan diisi kebaikan-kebaikan serta membuangnya bagian bisikan setan.

27. Diisinya dengan ketabahan, ilmu pengetahuan, keyakinan dan keridhaan.

28. Mereka lalu mengembalikan hati Nabi ke tempat semula lalu berdirilah Nabi SAW tegak seperti sedia kala

29. Kemudian malaikat itu berkata: “Wahai kekasih Yang Maha kasih jika kau tahu kehendak Allah dan kebaikan-kebaikan yang diberikan kepadamu”

30. tentu kau tahu betapa ketinggian kedudukanmu melebihi yang lain dan semakin bertambah gembira dan bersukacita serta indah dan bercahaya

31. Wahai Muhammad SAW, bergembiralah! Karena sesungguhnya teIah diberitakan di alam raya ini panji-panji ilmu pengetahuanmu

32. Dan semua makhluk menyambut gembira akan kehadiranmu

33. dan tidak tertinggal seorangpun dari makhluk Allah kecuali tunduk dan patuh kepadamu serta mendengarkan sabda-sabdamu

34. Akan datang kepadamu unta yang mohon keselamatan dengan kehormatan dan binatang biawak dan kijang keduanya menyaksikan kerasulanmu

35. Pohon, rembulan dan serigala semuanya menuturkan akan kenabianmu pada waktu yang dekat.

36. Kendaraanmu Buraq, keindahanmu selalu dirindukan dan Malaikat Jibril yang akan memimpin kerajaanmu

37. Jibril telah mengumandangkan sebutan namamu di seluruh penjuru dunia. Dan Bulan mengikuti perintahmu sebagai mukjizat jadi terbelah dua

38. Dan setiap orang di alam raya ini merindukan akan kelahiranmu menantikan kecemerlangan cahayamu

39. suatu ketika, kekasih Allah, Nabi SAW sedang mendengarkan keterangan Malaikat, wajahnya nampak berseri-seri bagaikan sinar di pagi hari

40. Tiba-tiba Halimah menjemputnya dengan memanggil sambil berteriak-teriak: “Wahai anakku yang jauh di sana!”

41. lalu malaikat menjawabnya: “Bukan engkaulah yang jauh, bahkan engkaulah yang dekat dari AIIah, engkaulah pilihan dan kekasih-Nya”

42. Kata Halimah: “Wahai anakku yang sendirian di sana!”

43. Malaikat menjawabnya: “Hai Muhammad, Bukanlah engkau sendirian, bahkan engkaulah orang yang mempunyai pengokohan”

44. Penghiburmu adalah Maha Terpuji, Maha Agung dan teman2mu adalah saudara2mu terdiri dari para malaikat dan orang-orang ahli tauhid

45. Kata Halimah: “Wahai anak yatimku!”

46. Lalu Malaikat menjawab: Sebaik-baik anak yatim adalah engkau wahai Muhammad, karena sesungguhnya derajatmu di sisi Allah sangat agung

Ya Allah, tetapkanlah limpahan rahmat dan salam serta keberkahan kepada Nabi Muhammad SAW

47. Maka ketika Halimah telah melihatnya dalam keadaan selamat dari bahaya, maka pulanglah ia bersama Nabi ke rumahnya dengan rasa gembira

48. Kemudian Halimah menceritakan hal kejadian anaknya kepada orang Kahin peramal dan diulang-ulang ceritanya itu sesuai yang telah terjadi

49. Kemudian peramal berkata kepada Nabi: “Wahai anak dari negeri sumur Zam-zam dan makam lbrahim dan rukun Yamani serta Baitul-Haram”

50. “Apakah engkau menyaksikan itu dalam keadaan terjaga ataukah tidur?”

51. Maka Nabi menjawab: “Demi kemuliaan Allah Yang Maha Raja dan Maha Mengetahui, saya menyaksikan dengan nyata”

52. berhadapan dengan para malaikat itu dalam keadaan terjaga dan saya tidak meragukan kejadian itu dan tidaklah pandangan mataku itu terhalang

53. Maka peramal itu berkata kepada Nabi: Bergembiralah kau wahai anak. kaulah pembawa panji-panji. Kenabianmu menjadi kunci penutup para nabi

54. Akan datang kepadamu Malaikat Jibril. Di atas hamparan alas yang suci akan engkau peroleh firman Tuhan Yang Maha Agung

55. Tak seorangpun yang dapat menghitung keutamaan yang engkau miliki untuk menguraikan sebagian sifat-sifatmu

56. lidah penyanjung sudah tak mampu lagi menuturkan

57. Nabi Muhammad SAW sebaik-baik manusia dalam kejadian bentuk tubuh dan budi pekerti dan paling banyak menunjukkan manusia ke jalan yg benar

58. Budi pekertinya sesuai Al-Qur’an, bertabiat pengampun, pemberi nasihat manusia, Iuas dalam berbuat kebajikan

59. Pemaaf kesalahan, bila memang menjadi haknya. Dan bila hak Allah dilanggar, maka tak seorang pun berani berdiri menentang kemarahannya

60. Siapa yang melihatnya sepintas maka akan tampak kewibawaannya, jikalau diundang oleh orang miskin maka beliau penuhi panggilannya

61. (Nabi SAW) Beliau berkata benar meskipun pahit, kepada orang-orang muslim tidak pernah menyimpan rasa dengki dan sifat membahayakan

62. Siapa yang memandang wajahnya, pasti akan mengerti bahwa sesungguhnya beliau bukanlah wajah pendusta

63. Dan Nabi SAW adalah bukan seorang pengumpat dan pencela

64. Bila Nabi SAW gembira, wajahnya bagaikan belahan bulan. Apabila berbicara dengan manusia, seolah-olah mereka memetik buah yang manis

65. Bila Nabi SAW tersenyum, maka senyumannya laksana belahan awan yang ditembus cahaya

66. dan bila Nabi SAW berbicara seakan-akan pembicaraannya permata yang berjatuhan

67. Bila Nabi SAW bercakap-cakap bagaikan minyak kesturi ynag keluar dari mulutnya.

68. Bila Nabi SAW berjalan di suatu lorong, maka dapat diketahui dari bau harumnya bahwa beliau telah lewat di jalan itu

69. BiIa Nabi SAW duduk di majlis, maka bau harumnya tetap membekas dalam majlis itu sampai beberapa hari walau beliau telah tiada di situ

70. dan beliau (Nabi SAW) selalu berbau sangat harum meskipun tidak memakai wangi-wangian

71. Dan jika Nabi SAW berjalan di antara para sahabatnya, maka bagaikan bulan di antara bintang-bintang yang bergemerlapan

72. Dan bila berjumpa Nabi SAW di malam hari, seolah-olah manusia berada di siang hari, disebabkan dari pancaran cahayanya

73. Dan Nabi SAW lebih cepat berbuat kebajikan daripada tiupan angin topan, beliau selalu belas kasih kepada anak-anak yatim dan wanita janda

74. “Tiada pernah saya melihat seorang berambut hitam dengan hiasan pakaian merah yang lebih indah daripada Rasulullah SAW”

Ya Allah, tetapkanlah limpahan rahmat dan salam serta keberkahan kepadanya (Nabi Muhammad SAW)

75. Pernah ditanyakan oleh sebagian orang: Betulkah wajahnya bagaikan bulan? Bahkan lebih terang daripada bulan yang tiada tertutup awan

76. Nabi SAW memang memperoleh keagungan dan sifat-sifat yang serba sempurna

77. Kata sebagian orang yang mensifati beliau: “Tak pernah saya melihat sebelum dan sesudahnya seorang pun yang menyerupainya”

78. Takkan berdaya lisan yang fasih jika hendak menggambarkan sifat-sifat keutamaannya

79. Maha suci Allah yang telah menentukan Nabi SAW pada tempat yang tertinggi dan menjalankannya di waktu malam menghadap Allah

80. sampai sejarak anak panah dengan busurnya atau lebih dekat lagi. Dan dikokohkannya dengan berbagai mukjizat yang tak terhitung banyaknva

81. Allah menyempurnakannya dengan pekerti sempurna tak terjangkau banyaknya

82. dan AIIah memberinya lima perkara yang belum pernah diberikan kepada orang sebelumnya

83. Dianugerahkan kepadanya kepandaian menyusun kata-kata yang tidak seorang pun dapat melebihinya

84. dan di tiap-tiap tempat, Nabi SAW mengucapkan perkataan yang sesuai, dan setiap kesempurnaan Nabi SAW ada kesempurnaan lain

85. Beliau (Nabi SAW) tak pernah berpaling dari pertanyaan dan jawaban dan Iisannya tak pernah bergerak selain ucapan yang benar

86. Mudah-mudahan kata-kata pujian selalu diucapkan untuk Nabi SAW yang sifat-sifatnya telah disebut dalam Al-Qur’an

87. Telah diuraikan pula tentang keutamaannya Nabi SAW dalam Taurat, lnjil, Zabur dan Furqan

88. Dan AIIah telah mengumpulkan kepada beliau antara memandang Dzat-Nya dan menerima firman-Nya

89. Juga menyertakan sebutan nama-Nya dengan nama Nabi, yang merupakan peringatan akan ketinggian derajatnya

90. Dan Allah menjadikan beliau (Nabi SAW) sebagai rahmat dan cahaya kepada seluruh alam

91. dengan sebab kelahirannya (Nabi SAW), maka AIIah penuhi hati manusia dengan rasa gembira

92. Wahai purnama yang sempurnanya mencapai puncak kesempurnaan
Apakah ungkapan yang harus aku katakan untuk menguraikan keluhuranmu?

93. Engkaulah yang terbit di ufuk yang tinggi. Engkaulah pelenyap kesesatan dengan cahayamu.

94. Dan sebab engkau seisi alam menjadi terang-benderang, wahai jalan petunjuk.
Dengan cahaya dan kenikmatan serta keanugerahan

95. Semoga rahmat Allah Tuhanku dilimpahkan kepadamu dengan abadi selamanya.
Kekal sepanjang masa di waktu pagi dan sore hari

96. Dan juga kepada semua keluarga dan para sahabat, yaitu orang-orang yang benar-benar Allah tentukan dengan sempurna……

Comments are closed.

%d blogger menyukai ini: