ADAB BERTAMU DALAM ISLAM .

Adab bertamu

 

*** Adab Bertamu Dalam Islam ***

Bismillahirrahmanirrahim
Assalamualaikum warohmatullahi wabarokatuh
SubhanAllah Alhamdulillah Allahu Akbar……

1. Memilih Waktu yang Tepat (pagi atau sore).
Karena waktu yang kurang tepat terkadang bisa mengganggu tuan rumah. Di era saat ini bisa dengan membuat kesepakatan waktu (janjian) melalui telepon atau SMS.

Dikatakan oleh sahabat Anas bin Malik radhiyallahu ‘anhu, “Rasulullah tidak pernah mengetuk pintu keluarganya pada waktu malam. Beliau biasanya datang pada waktu pagi atau sore.” (HR. al-Bukhari no. 1706 dan Muslim no. 1928)

2. Meminta Izin (mengetuk pintu pelan) dengan Jeda 3x dan dibarengi Ucapan Salam.
“Wahai orang-orang yang beriman, janganlah kamu memasuki rumah yang bukan rumahmu sebelum meminta izin dan memberi salam kepada penghuninya. Yang demikian itu lebih baik bagimu agar kamu selalu ingat.” (An-Nur: 27)

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Meminta izin itu tiga kali, jika diizinkan maka masuklah, jika tidak, maka pulanglah.” (HR. al-Bukhari no. 5891 dan Muslim no. 2153 dari sahabat Abu Sa’id al-Khudri radhiyallahu ‘anhu)

Berikan kesempatan kepada tuan rumah untuk merapikan diri, seperti: menutup aurat, merapikan ruangan, dan lain-lain. Setidaknya setelah mendengar balasan salam dari tuan rumah, para tamu bersedia menunggu beberapa menit di luar rumah sampai dipersilahkan masuk.

3. Tidak Mengintip ke dalam Rumah.
Dalam jeda saat meminta izin, tamu menunggu beberapa menit di luar rumah tanpa melakukan perbuatan tercela semisal mengintip ke dalam isi rumah.

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah bersabda: “Barang siapa mengintip ke dalam rumah suatu kaum tanpa izin mereka, maka sungguh telah halal bagi mereka untuk mencungkil matanya.” (HR. Muslim no. 2158 dari sahabat Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu)

4. Memperkenalkan Diri dan Menyebutkan Keperluannya.
Jika tuan rumah belum mengenal tamu, maka tamu harus memperkenalkan dirinya dengan jelas.. jangan sampai terjadi seperti apa yang pernah dikisahkan sahabat Nabi yakni Jabir radhiyallahu ‘anhu, “Aku mendatangi Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, kemudian aku mengetuk pintunya, beliau bersabda: “Siapa ini?” Aku menjawab, “Saya.” Maka beliau pun bersabda, “Saya, saya.” Seolah-olah beliau tidak menyukainya.” (Muttafaqun ‘alaihi)

Disebutkan dalam Surat Adz-Dzariyat ayat 32 bahwa Nabi Ibrahim bertanya kepada tamunya “Apakah keperluanmu wahai para utusan?”.

5. Mendoakan Kebaikan untuk Tuan Rumah.
Sebelum meminta izin untuk pulang, sebaiknya tamu mendoakan kebaikan untuk tuan rumah baik terdengar doanya oleh tuan rumah maupun di dalam hati.

Di antara doa yang diajarkan Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam yaitu:
“Ya Allah berikanlah barakah untuk mereka pada apa yang telah Engkau berikan rizki kepada mereka, ampunilah mereka, dan rahmatilah mereka.” (HR. Muslim no. 2042 dari sahabat Abdullah bin Busr radhiyallahu ‘anhu)

6. Mengucapkan Salam saat Pulang dari Bertamu.
Syaikh ‘Utsaimin berkata: “Selain diperintahkan mengucapkan salam saat bertemu, kita juga diperintahkan mengucapkan salam saat berpisah.” (Syarah Riyadush Shalihin)

“Apabila salah seorang dari kalian mendatangi sebuah perkumpulan, hendaklah ia mengucapkan salam. Begitu pula saat berpisah, hendaklah dia mengucapkan salam. Salam yang pertama itu tidak lebih afdhol daripada yang terakhir.” (HR. Abu Dawud dan Tirmidzi, Hasan)

Tulisan ini merupakan adab bertamu edisi ringkas by: Hasa Muslim Gallery.

Copas dari :Wanita Indonesia Bercadar.

Wa’alaikum sallam warohmatullahi wabarokatuh.
Subhanallah walhamdulillah wala ilaha illallah wallahu akbar Walahaulawala Quwwata illabilla hil ‘aliyil ‘azhim. Allahumma sholli ‘ala Muhammad, wa ‘ala ali Muhammad. Astaghfirullahal ‘azhim wa atubu ilaih.

Iklan

Comments are closed.

%d blogger menyukai ini: