# Sikap Kita Kepada Pemimpin / Penguasa menurut Rasulullah SAW #

 

Muhammad peace be upon him

 

# Sikap Kita Kepada Pemimpin / Penguasa menurut Rasulullah SAW #

Rasulullah SAW tidak merubuhkan / menjatuhkan kekuasaan para penguasa

Rasulullah SAW tetap membiarkan Abdullah bin Ubay bin Salul sebagai pimpinan Madinah, padahal ia munafik besar

Rasulullah SAW juga membiarkan Abu Sufyan bin Harb menjadi pemimpin Makkah dan ka’bah sebelum ia masuk islam

para Tabiin mengadukan kepada sahabat yaitu Anas bin Malik ra akan kejahatan Khalifah Hajjaj yang banyak membantai Ulama

maka Anas bin Malik ra menjawab : bersabarlah, karena tiadalah ummat ini kecuali akan makin buruk kepemimpinannya

karena tiadalah ummat ini kecuali akan makin buruk kepemimpinannya, kudengar ini dari Nabi Kalian Rasulullah SAW. (Shahih Bukhari)

Rasulullah SAW ketika beberapa hari sebelum wafat, dalam ceramah terakhirnya

Rasulullah SAW keluar dengan memakai ikat kepala karena pusing yang sangat parah dan demam.

seraya Rasulullah SAW bersabda : akan kalian lihat setelah aku wafat hal hal yang tidak kalian sukai,

maka jika ada pemimpin yang naik diantara kalian (muslimin, non yahudi dan nasrani atau musyrikin)

ia membuat manfaat pada ummat dan membuat mudharrat pada ummat pula, maka terimalah yang baiknya dan maafkanlah kesalahannya. (Shahih Bukhari)

dan Rasulullah SAW juga bersabda: Taatlah pada pemimpin kalian, kecuali jika memerintahkan pada maksiat maka tidak ada taat (Shahih Bukhari)

maka jelas sudah antara kita dengan umaro (pemerintah) tidak ada masalah.

kita tidak usah ikut ikut berebutan kekuasaan, kita tetap bersama aktifitas kita menjalankan syariah semampunya.

pililah pemimpin:
yang mencintai Nabi Muhammad SAW,
yang mengikuti ajaran Nabi Muhammad SAW,
yang mencontoh akhlaknya Nabi Muhammad SAW

Semoga bermanfaat .

Comments are closed.

%d blogger menyukai ini: