“Kepada Siapa Puasa Ramadhan Diwajibkan?” by :@IslamDiaries

ramadhan 4 hari

 

“Kepada Siapa Puasa Ramadhan Diwajibkan?”

Bismillah. Assalamu’alaikum.

1. Mau deket Ramadhan ni… Udah pada tau belom Kepada Siapa Puasa Diwajibkan?

2. Puasa wajib atas seorang mus-lim yang berakal, baligh, sehat, dan bermukim (tidak musafir),

3. dan bagi seorang wanita hendaklah ia suci dari haidh dan nifas. [Fiqhus Sunnah (I/506)]

4. Adapun tentang tidak wajib berpuasa bagi yang tidak berakal dan belum baligh, berdasarkan sabda Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam:

5. “Telah diangkat pena dari 3 golongan: dari orang gila sampai ia sadar, dari orang tidur hingga ia bangun, & dari anak kecil hingga ia baligh”

6. [Shahih: [Shahiih al-Jaami’ish Shaghiir 3514], Sunan at-Tirmidzi (II/102/693).]

7. Sedangkan tentang tidak wajibnya berpuasa atas orang yang sakit dan musafir, maka berdasarkan firman Allah Ta’ala:

8. “… Dan barangsiapa sakit atau dalam perjalanan (lalu ia berbuka), maka (wajiblah baginya berpuasa),

9. … sebanyak hari yang ditinggalkannya itu, pada hari-hari yang lain…” [Al-Baqa-rah: 185]

10. Jikalau orang yang sakit dan musafir tersebut tetap berpuasa, maka hal tersebut telah mencukupinya,

11. ..karena dibolehkannya mereka berbuka merupakan suatu bentuk keringanan (rukhsah),

12. dan jika mereka tetap melaksanakan yang wajib, maka itu adalah baik.

13. Adapun tentang tidak wajibnya berpuasa atas wanita yang sedang haidh dan nifas,

14. Maka berdasarkan hadits Abu Sa’id Radhiyallahu anhu, bahwasanya Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

15. “Bukankah mereka (para wanita) jika sedang haidh mereka tidak shalat dan tidak berpuasa? Itulah kekurangan mereka dari segi agama.

16. [Shahih: [Mukhtashar Shahiih al-Bukhari (no. 951], Shahiih al-Bukhari (Fat-hul Baari) (IV/191, no. 1951).]

17. Apa Yang Wajib Dilakukan Oleh Lelaki Tua Jompo Dan Wanita Tua Yang Lemah

18. Barangsiapa yang tidak mampu berpuasa dikarenakan lanjut usia atau yang semisalnya,

19. … maka boleh baginya berbuka dan memberi makan seorang miskin setiap hari dari hari-hari yg ditinggalkannya, berdasarkan firman Allah:

20. …Dan wajib bagi orang-orang yang berat menjalankannya (jika mereka tidak berpuasa) membayar fidyah,

21. … (yaitu) memberi makan seorang miskin….” [Al-Baqarah: 184]

22. Diriwayatkan dari ‘Atha’, bahwasanya dia mendengar Ibnu ‘Abbas membaca ayat tersebut, kemudian Ibnu ‘Abbas berkata,

23. “Ayat ini tidak mansukh (dihapus hukumnya), yang dimaksud adalah lelaki dan wanita yang sudah lanjut usia,

24. … dimana mereka tidak mampu untuk berpuasa, maka mereka memberi makan orang miskin setiap hari dari hari-hari yang ditinggalannya.”

25. [Shahih: [Irwaa-ul Ghaliil (no. 912)], Shahiih al-Bukhari (Fat-hul Baari (VIII/179, no. 4505).]

26. Terus buat Wanita Hamil Dan Menyusui gimana? Puasa gak?

27. Wanita yang sedang hamil dan menyusui, jika mereka tidak mampu untuk berpuasa atau khawatir akan anak-anaknya bila mereka berpuasa,

28. … maka boleh bagi mereka berdua untuk berbuka dan wajib atas mereka untuk membayar fidyah tetapi mereka tidak wajib mengqadha’

29. Diriwayatkan dari Ibnu ‘Abbas Radhiyallahu anhuma, dia berkata,

30. “Jika wanita yang sedang hamil khawatir akan dirinya, begitu juga wanita yang menyusui khawatir akan anaknya di saat bulan Ramadhan,

31. … maka boleh bagi mereka berdua untuk berbuka, kemudian memberi makan orang miskin setiap hari dari hari-hari yang ia tinggalkan

32. … dan tidak wajib atas mereka mengqadha’ puasa.

33. [Shahih: Syaikh al-Albani menyandarkannya dalam Irwaa-ul Ghaliil (IV/19) kepada ath-Thabari (no. 2758)

34. … dan ia berkata sanadnya shahih sesuai dengan syarat Muslim].

35. Dari Nafi’ Radhiyallahu anhu, dia berkata,

36. “Seorang puteri dari Ibnu ‘Umar Radhiyallahu anhu menjadi isteri salah seorang laki-laki Quraisy, dan di saat Ramadhan ia sedang hamil,

37. …kemudian ia kehausan, maka Ibnu ‘Umar memerintahkannya untuk berbuka & memberi makan seorang miskin setiap hari (yang ditinggalkan)”

38. [Sanadnya shahih: [Irwaa-ul Ghaliil IV/20], ad-Daraquthni (II/207, no. 15)].

39. Sekarang… ANCAMAN BAGI ORANG YANG MEMBATALKAN PUASA RAMADHAN DENGAN SENGAJA

40. Dari Abu Umamah Al-Bahili Radhiyallahu ‘anhu, ia berkata : Aku pernah mendengar Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda.

41. “Ketika aku tidur, datanglah dua orang pria kemudian memegang dhahaya [dua lenganku],

42. … membawaku ke satu gunung yang kasar (tidak rata), keduanya berkata, “Naik”. Aku katakan, “Aku tidak mampu”.

43. Keduanya berkata, ‘Kami akan memudahkanmu’. Akupun naik hingga sampai ke puncak gunung, ketika itulah aku mendengar suara yang keras.

44. Akupun bertanya, ‘Suara apakah ini?’. Mereka berkata, ‘Ini adalah teriakan penghuni neraka’.

45. Kemudian keduanya membawaku, …

46. Ketika itu aku melihat orang-orang yang digantung dengan kaki di atas, mulut mereka rusak/robek, darah mengalir dari mulut mereka.

47. Aku bertanya, ‘Siapa mereka?’ Keduanya menjawab, ‘Mereka adalah orang-orang yang berbuka sebelum halal [waktu berbuka] puasa mereka.

48. [Riwayat An-Nasa’i dalam Al-Kubra sebagaimana dalam Tuhfatul Asyraf 4/166 dan Ibnu Hibban (no.1800-zawaidnya)

49. … dan Al-Hakim 1/430 dari jalan Abdurrahman bin Yazid bin Jabir, dari Salim bin ‘Amir dari Abu Umamah. Sanadnya Shahih]

50. Mau ngeremehin Puasa Ramadhan? Ikut sahur pagi.. siangnya buka, sore sampe rumah puasa lagi. To be honest.. Cemen banget lo kayak gini.

Comments are closed.

%d blogger menyukai ini: