“Maaf Maafan Gak Musti Nunggu Lebaran…”

 

Maaf tak nunggu lebaran

 

“Maaf Maafan Gak Musti Nunggu Lebaran…”

Bismillah. Assalamu’alaikum.

1. Ketahuilah berma’af ma’afan gak musti nunggu Lebaran…

2. Sebenarnya meminta maaf itu bisa dilakukan kapan dan dimana saja.

3. Jika merasa punya salah dan menyakiti hati orang lain maka bersegeralah kita meminta maaf. Inilah yang paling benar.

4. Bersalaman disertai ucapan maaf sudah menjadi bagian dari tradisi kita terutama di saat hari lebaran Idul Fitri.

5. Namun sayangnya tradisi yang terbentuk karena kebiasaan, sering kehilangan makna utama dari amalan yang sebenarnya sangat mulia.

6. Tak jarang bermaaf-maafan hanya menjadi bersifat seremonial Idul Fitri saja yang juga kadang terasa bersifat basa-basi.

7. Tidak perlu ma’af ma’afan pake menunggu datangnya bulan Ramadhan, atau di akhir Ramadhan, atau ketika merayakan hari lebaran.

8. Sehingga mengkhususkan suatu waktu untuk meminta maaf dan dikerjakan secara rutin setiap tahun.

9. Meminta maaf itu disyariatkan dalam Islam. Rasulullah shallallahu ’alaihi wa sallam bersabda,

10. “Orang yang pernah menzalimi saudaranya dalam hal apa pun,

11. … maka hari ini ia wajib meminta agar perbuatannya tersebut dihalalkan oleh saudaranya,

12. … sebelum datang hari saat tidak ada ada dinar dan dirham,

13. … karena jika orang tersebut memiliki amal saleh, amalnya tersebut akan dikurangi untuk melunasi kezalimannya.

14. Namun, jika ia tidak memiliki amal saleh maka ditambahkan kepadanya dosa-dosa dari orang yang ia zalimi.” (H.r. Bukhari, no. 2449)

15. Perhatikan hadits nya. Kata (Hari Ini) menunjukkan bahwa meminta maaf itu dapat dilakukan kapan saja,

16. Dan yang paling baik adalah meminta maaf dengan SEGERA, setelah bikin salah karena kita tidak tahu kapan ajal menjemput.

17. Adapun meminta maaf Tanpa SEBAB dan dilakukan kepada semua orang yang ditemui maka itu tidak pernah diajarkan oleh Islam.

18. Kadang kita secara masiv mengirimkan BC ‘Minta Ma’af”, padahal kita gak tau salah apa, dan sepertinya kita gak ngelakuin kesalahan.

19. Nah.. Terkait dengan kebiasaan bersalaman sambil meminta maaf, kebiasaan lain juga adalah menyebarkan permohonan maaf tanpa sebab..

20. Ketahuilah bahwa kesalahan yang tidak sengaja atau tidak disadari tidak dihitung sebagai dosa di sisi Allah Ta’ala.

21. Sebagaimana sabda Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam:

22. “Sesungguhnya Allah telah memaafkan ummatku yang berbuat salah karena tidak sengaja, atau karena lupa, atau karena dipaksa”

23. (HR. Ibnu Majah, 1675, Al Baihaqi, 7/356, Ibnu Hazm dalam Al Muhalla, 4/4, di shahihkan Al Albani dalam Shahih Ibni Majah)

24. Dengan demikian, orang yang “meminta maaf tanpa sebab” kepada semua orang bisa terjerumus pada sikap ghuluw (berlebihan) dalam beragama.

25. Semoga manfa’at. Diambil dari artikel @Kons_Syariah. Juga dari situs http://t.co/vRdHT6snq5.

26. Materi terkait : “Emang Ada Tuntunan Maaf Maafan Sebelum Ramadhan?” Link : chirpstory.com/li/215147

Comments are closed.

%d blogger menyukai ini: