TANAH PALESTINA by : copas Rashid ridho..

Abdul hamid

 

Tanah palestin saat itu adalah bagian dari khilafah Usmaniyah dibawah kepemimpinan Khalifah Abdulhamid II. Saat itu kondisi daulah Islamiyah tengah mengalami kesulitan ekonomi dan lilitan hutang. Pada tahun 1881 baitul mal Daulah Usmaniyah menyatakan ketidak mampuan untuk membayar utangnya, Kaum yahudi di bawah pimpinan Theodore hertlz mengambil peluang dengan menjanjikan bantuan berupa 5 juta emas untuk Khalifah dan 20 juta poundterling untuk melunasi semua hutang-hutang negara asalkan mereka boleh kembali ke Quds.

Sultan Abdulhamid II mampu membaca gelagat buruk didepannya.Ia menolak dengan tegas dan tanpa kompromi. Setelah pertemuan ketiga kalinya, Khalifah berkata “Kepala para zionis itu tidak mampu meyakinkan saya.Dia lupa bahwa akal saja tidak mampu memecahkan semua permasalahan bangsanya. Dia mengatakan. Dia mengatakan bahwa banga Yahahudi hanya ingin kembali ke tanah suci untuk ahidup normal bertani. Tapi aku yakin bahwa keinginan mereka bukan hanya itu. Mereka akan membentuk pemerintahan sendiri,mengirimkan wakilnya dan banyak lagi keinginan mereka. Saya mengerti keinginan sebenarnya mereka. Mereka mengira bahwa aku akan menerima semua tawaran mereka.Dan jika mereka mengobarkan permusuhan dengan ku akan masalah ini,akupun akan mengobarkannya ( jihad fi sabilillah).”

Tahun 1924, khilafah runtuh akibat konspirasi kaum nasionalis dan sekularis. Dengan dimotori seorang agen Freemason, yahudi Dunama, Mustafa kemal Pasha. Khilafah dibubarkan, sistem pemerintahan Turki diganti dengan Republik dan menganut demokrasi. Turki berubah menjadi negara sekuler, Ibukota dipindah dari Istambul ke Ankara. Dan negeri-negeri muslim di bawah Turki Utsmani perlahan-lahan membentuk negara sendiri.

Tahun 1948, Palestina menjadi daerah mandat yang diserahkan PPB kepada Inggris.Dan mulailah migrasi besar besar Bangsa Yahudi ke Tanah yang dijanjikan,Palestina.Diplomasi dan perundingan damai lewat PBB ternyata semakin mengurangi wilayah Palestina dan memperluas wilayah Israel.

Israel seringkali mengkhianati perundingan damai. mereka hanya mengerti dengan bahasa pertempuran. Para pemimpin-pemimpin negara Muslim yang sebenarnya memiliki kekuatan militer besar hanya diam. Tak ada bantuan militer. Negeri-negeri Muslim tersekat nasionalisme. Urusan palestina hanya dianggap urusan dalam negeri.

Sudah pantasnya kita merindukan sosok seorang khalifah.

“Jika engkau telah melihat Khilafah menempati tanah yang disucikan (Palestina) maka akan datanglah saatnya banyak gempa, guncangan, fitnah dan perkara-perkara besar. Saat itu Kiamat lebih dekat dari manusia daripada tanganku ini dari kepalamu.” (HR. Ahmad, Abu Dawd, ath-Thabrani, al-Hakim, al-Baihaqi dan adh-Dhiya)

Abdurrahaman bin Abi Umairah al-Mujni mengatakan bahwa ia pernah mendengar Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:
“Di sana, di Baitul Maqdis, akan terjadi baiat (kepada Imam/Khalifah).” (HR. Ibnu Asakir)

Comments are closed.

%d blogger menyukai ini: