# Berkah, kebaikan Allah yang tidak terbatas #

 

Allah kaligrafi biru

 

# Berkah, kebaikan Allah yang tidak terbatas #

Dikutip dari buku “Islam Risalah Cinta dan Kebahagiaan” oleh Haidar Bagir.

Kata ‘berkah’ berasal dari kata bahasa Arab ‘barakah’. Kata ini terkait erat dengan sifat dasar Tuhan sebagai yang pengasih dan penyayang.

Tuhan menawarkan kebaikan tidak terbatas. Sehingga, ‘barakah’ biasa diterjemahkan sebagai ziyadah al-khayr (keberlimpahan kebaikan).

Di alam semesta ini, kebaikan tidak terbatas jumlahnya, memenuhi apa yang ada di dalamnya, & berkelanjutan sejak awal penciptaan hingga akhirnya

Jika ada yang membatasinya, itu adalah ulah manusia. Manusialah yang dengan berbagai sikap & cara pandang negatifnya menyebabkan hilangnya berkah.

Maka, dahulukan berprasangka baik agar kebaikan selalu tampak dalam apa saja yang datang kepada kita.

Bersabar dan bersyukurlah, maka kebaikan akan terus menyertai kita: datang dalam banyak muka, dan ada terus & tinggal di sini bersama kita.

Jika cara pandang kita seperti ini, tak ada lagi yang tidak baik di alam semesta ini, termasuk musibah dan bencana.

Tanpa keburukan, kebaikan tak akan nyata. Tanpa kesulitan, kemudahan akan tersamarkan. Tanpa kesedihan, bagaimana kebahagiaan akan lahir?

Maka, keburukan2 itu menjadi latar belakang di mana kebaikan2 itu terproyeksikan, dan juga merupakan pewujudan kasih sayang-Nya.

Inilah alasan Nabi SAW. menyatakan “Jika Tuhan mencintai hamba-Nya maka Dia akan menurunkan cobaan baginya.”

Sesungguhnya ketika manusia diuji dan kemudian lulus, maka manusia akan siap untuk mencapai segala kebaikan dan berkah-Nya.

Bila belum lulus, maka manusia belum merasakan kebahagiaan. Empatinya belum terasah, jiwanya belum matang, hidupnya masih dangkal.

Nah, mari kita berusaha ‘menikmati’ cobaan, belajar mematangkan diri dengan-Nya.

Sifat dasar Allah adalah cinta & kasih sayang. Dia sudah berjanji tak akan membebani kita dengan ujian yang tak sanggup kita tanggung. Percaya lah .

Comments are closed.

%d blogger menyukai ini: