PUISI UNTUK PEMUDA YANG MENIKAHI JANDA 7 PUTRA

 

Keluarga besar Pirman -

 

PUISI UNTUK PEMUDA YANG MENIKAHI JANDA 7 PUTRA

Pirman (berpeci), Syahidah Aulia (berjilbab hijau) dan 7 putranya
Ini kisah nyata. Dan terjadi 10 bulan yang lalu. Banyak orang yang bertasbih kagum, atau terheran-heran saat seorang pemuda menikahi janda yang memiliki tujuh putra. Dan karenanya, puisi ini ditulis oleh salah seorang gurunya, pada 10 bulan pernikahan mereka.

Pernah redaktur kisahikmah.com membawa foto keluarga besar mereka dan menyampaikan kepada teman-teman bahwa ikhwan ini memilih menikah dengan janda yang usianya 20 tahun di atasnya. Ada yang seperti tak percaya. Namun setelah diyakinkan, mereka pun tak dapat menyembunyikan kekaguman beriring doa: barakallahu laka wa baraka ‘alaika wa jama’a bainakuma fi khair. Ada pula yang berkomentar, “Jika semua ikhwan seperti ini, insya Allah tak banyak akhwat yang mengkhawatirkan kesendirian. Sebab yang menjadi alasan adalah agama, bukan wajah dan usia”

LELAKI BERSEMBILAN DALAM PELAMINAN
Kupikir engkau hilang ingatan
Saat meminang calon perempuan
Bakal peneman di pelaminan

Ternyata ini memang keajaiban
Sebentuk keanehan nan rupawan
Buat pengetuk penyengat kesadaran
Para lelaki yang kerap larut di lamunan

Kupikir engkau kehabisan ide karangan
Hingga harus jadi bapak kagetan
Bukan satu tapi tujuh di bilangan

Ternyata ini memang kemewahan
Berbalut indahnya kesederhanaan
Tiada takut hinaan, cibiran
Dari para kawan hingga handai tolan

Kupikir engkau sebentuk laki kesepian
Yang butuh segera teman perjuangan
Lantas nekad ambil putusan

Ternyata kau lama pikirkan
Putusan yang berbeda jalan
Dari yang banyak kami perkirakan

Terbanglah bersama khalayan
Tinggi, tinggi seberangi samudra lautan
Bahtera pernikahan sakinah sarat idaman

Tujuh langit di atas berlapisan
Jadi saksi atas kecemerlangan
Yang kami pun berilmu amat ketakutan
Tapi kau masih tegar raih impian

Meninggilah asa duhai, kawan
Hadap Ilahi Rabbi satu tujuan

Dari saya, sang pengingat nan daif, tabik junjung salam buatmu: Pirman

~Yusuf Maulana~

Iklan

Comments are closed.

%d blogger menyukai ini: