Istri Shalihah Mencintai Ilmu

 

Buku allah muhammad

314873 142882055803665 100002456149416 254566 6750435 n

Cadra mangku bayi

Cadar belajar

Cadar ngaji bertiga

Cadar mengajar ngaji anak

 

Istri Shalihah Mencintai Ilmu

Saudaraku, para suami yang shalih…

Ingatlah bahwa salah satu tanda istri yang shalihah adalah penuh perhatian dan cinta kepada ilmu. Bila sifat itu belum ada pada istrimu maka doronglah ia kepadanya. Dan jika sudah, maka usahakanlah untuk memberi kelapangan jalan untuk menuju ke sana. Memang, pada ilmu terdapat kenikmatan dan pada kebodohan bersemayam segudang penderitaan.

‘Aisyah Radhiyallahu ‘anha telah memuji wanita Anshar karena cinta mereka kepada ilmu.

Ia berkata: ”Sebaik-baik wanita adalah wanita Anshar. Rasa malu tidak menghalangi mereka memperdalam agama.”

Karena itu bantulah ia dan berikanlah kesempatan serta fasilitas untuk menambah khazanah ilmunya. Temanilah ia dan tidak ada salahnya engkau menggantikan tugasnya menjaga anak-anak agar istrimu bisa menghadiri majelis-majelis ilmu dan mendengarkan nasehat yang berharga.

Untuk memenuhi anjuran ini usahakan agar rumahmu ada perpustakaan, meskipun sederhana. Milikilah sarana pengetahuan yang bervariasi, seperti buku, radio, tape recorder ataupun CD-CD yang bermanfaat. Ingatlah, semakin bertambah ketaqwaan dan keshalihan istrimu, maka engkaulah orang pertama yang akan menikmatinya.

Sungguh mengherankan, ada suami yang sepertinya merasa takut apabila istrinya lebih berilmu daripadanya. Ada juga suami yang giat berda’wah dan menyebarkan ilmu di tengah masyarakat, sementara ia biarkan istrinya hidup dalam kebodohan. Ia merana dan merugi serta tidak berkembang pengetahuannya.

Apakah Rasulullah shalallaahi ‘alahi wassalaam memang mengajari kira seperti itu? Sekali-kali tidak, bahkan beliau adalah sosok suami yang memberikan perhatian penuh kepada keluarganya. Beliau membagi waktunya, sebagian untuk Robb-Nya, sebagian untuk keluarganya,dan sebagian lagi untuk ummatnya.

Rasulullah Shalallaahu ‘alahi wassalaam bersabda: “Sesungguhnya istrimu punya hak atasmu, tamumu punya hak atasmu dan jasadmu juga punya hak atasmu”.

Nabi shalallaahu ‘alahi wassalaam juga membenarkan ucapan Salman yang berkata,

”Sesungguhnya Robbmu punya hak atasmu, dirimu punya hak atasmu, keluargamu juga punya hak atasmu maka berikanlah setiap orang haknya.”

~ ditulis ulang oleh Ummu Tsaqiif dari buku Surat Terbuka untuk Para Suami, Ustad Abu Ihsan dan Ummu Ihsan, Pustaka Darul Ilmii.

Iklan

Comments are closed.

%d blogger menyukai ini: