SURATKU UNTUKMU BY : Aan Chandra Thalib

Amplop ri

Amplop for u

SURATKU UNTUKMU
Bismillahirrahmanirrahim. ..
Untukmu yang akan memimpin negeri ini…
Bapak calon presiden yang saya hormati…
Semoga Allah selalu merahmati bapak..
Siapun diantara anda sekalian yang akan ditetapkan sebagai presiden terpilih, maka namanya akan mengisi do’a-do’a kami…
Namun sebelum anda memangku jabatan kepresidenan, ingatlah pesan Rasulullah shallallahu alaihi wasallam,
“Setiap kalian adalah pemimpin dan setiap kalian akan dimintai pertanggungjawaban atas apa yang dipimpinnya.
Seorang Amir yang membawahi rakyatnya adalah pemimpin, dan dia akan dimintai pertanggung jawaban atas apa yang dipimpinnya.
Seorang laki-laki adalah pemimpin di dalam rumah tangganya dan dia akan dimintai pertanggung jawaban atasnya.
Seorang wanita adalah pemelihara atas rumah dan anak- anak suaminya dan dia akan dimintai pertanggung jawaban atasnya.
Dan seorang budak adalah penjaga atas harta tuannya dan dia akan dimintai pertanggung jawaban atasnya. Sungguh setiap kalian adalah pemimpin, dan setiap kalian akan dimintai pertanggung jawaban atas apa yang dipimpinnya”.(HR.Imam Muslim dari sahabat Abdullah Ibnu Umar Radhiallahu anhu)
Bapak calon presiden yang saya hormati…
Jangan lupa! bahwa kurang lebih dari 199.959.285 penduduk negeri ini adalah ummat Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam..
Jangan kecewakan mereka..
Karena merekalah yang paling banyak berkorban untuk bumi pertiwi ini..
Mereka jualah yang paling banyak mengalah..
Maka bertaqwalah kepada Allah dalam urusan mereka….
Berbuat adillah…
Karena di hari esok nanti ,Nabi saya, anda dan mereka yang kelak akan menjadi lawan anda dipengadilan Allah nanti..
Ingatlah…
Orang-orang shaleh terdahulu menerima jabatan disaat mereka enggan, sehingga Allah azza wa jalla membimbing mereka..
Sebagai muslim bapak mungkin pernah membaca kisah seorang Ibu negara dimasa Bani Umayyah, Fathimah binti Abdul Malik istri Khalifah Umar bin Abdul Aziz. Dikisahkan bahwa dia pernah mendapati suaminya sedang menangis dalam mihrab shalatnya.
Dia lantas bertanya, “Apa yang membuatmu menangis…?
Umar bin Abdul Aziz menjawab:
”Wahai Fathimah, sesungguhnya aku sedang memikul beban umat Muhammad dari yang kulitnya hitam hingga yang kulitnya merah.
Aku memikirkan persoalan orang-orang fakir dan kelaparan, orang-orang sakit yang tersia-siakan, orang-orang yang tak mamiliki pakaian juga orang-orang yang tersisihkan, mereka yang teraniaya dan terintimidasi, yang terasing dan tertawan dalam perbudakan, yang tua dan yang jompo, yang memiliki banyak kerabat namun hartanya sedikit, dan orang-orang yang serupa dengan mereka di seluruh pelosok negeri. Aku menyadari bahwa Tuhanku kelak akan menanyakan semua hal ini pada hari Kiamat. Aku khawatir saat itu aku tidak memiliki alasan yang kuat di hadapan Tuhanku. Itulah yang membuatku menangis.”
Saya berharap semoga bapak juga memiliki kepedulian yang sama…
Ingatlah.. Bila bapak berlaku adil, maka pemimpin yang adil akan dimuliakan di dunia dan akhirat. Namun bila bapak bertindak dzalim, maka kedzaliman akan berbalas.
Ketahuilah… semoga Allah merahmati bapak… Bidikan panah do’a mereka yang terdzalimi adalah bidikan yang takkan pernah meleset.
Karena tak ada seberang sekatpun antara do’a mereka dan pengabulan Allah.
Maka sekali lagi bertaqwalah pada Allah
Hanya itu pesan dan harapan saya..
Mungkin bapak takkan pernah membaca surat saya…
Tapi saya berharap ada diantara anak negri ini yang mau membacanya, agar bila suatu hari dia memimpin negeri ini, dia juga punya kerisauan yang sama.
Teriring do’a dari calon rakyatmu…
Semoga Allah senantiasa membimbing bapak dan aparatur negara lainnya untuk mewujidkan indonesia yang berdaulat adil dan makmur.
Baldatun thayyibatun wa Rabbun Ghafur.
_________________
Gorontalo Selasa 24 Ramadhan 1435 H
22 Juli 2014 M
ACT El-Gharantaly

Comments are closed.

%d blogger menyukai ini: