"Ingin Menikah, Namun Belum Mampu Beri Nafkah"

 

puasa-itu-menahan-hawa-nafsu

 

1.  Gimana jika ada yang sudah butuh nikah, ingin naik pelaminan, namun belum mampu memberi nafkah?

2. Dalam madzhab Syafi’i, hukum nikah itu sunnah bagi yang membutuhkannya dan sudah mampu memberi nafkah.

3. Syaikh Musthofa Al Bugho mengatakan bahwa orang seperti ini baiknya menjaga kesucian dirinya dengan menyibukkan diri dalam ibadah & puasa.

4. Dengan menyibukkan diri seperti itu akan membuatnya lupa untuk menikah. Allah-lah yang nanti akan memberikan padanya kecukupan.

5. Dasar dari hal ini adalah firman Allah Ta’ala,

6. “Dan orang-orang yang tidak mampu kawin hendaklah menjaga kesucian (diri)nya, sehingga Allah memampukan mereka dengan karunia-Nya” (An Nuur: 33)

7. Kesimpulan di atas pun dipahami dari hadits, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

8. “Wahai para pemuda, barangsiapa yang memiliki baa-ah, maka menikahlah. Karena itu lebih akan menundukkan pandangan & lebih menjaga kemaluan.

9. Barangsiapa yang belum mampu, maka berpuasalah karena puasa itu adalah pengekang syahwatnya yang menggelora.”

10. (HR. Bukhari no. 5065 dan Muslim no. 1400).

11. Imam Nawawi rahimahullah memberikan keterangan, adapun pengertian baa-ah sendiri adalah jima’ (hubungan intim),

12. Inilah makna baa-ah secara bahasa. Namun yang dimaksud adalah mampu untuk berjima’ disertai dengan kemampuan memberi nafkah terlebih dahulu.

13. Siapa yang tidak mampu berjima’ lantaran belum mampu dari segi nafkah, hendaklah ia rajin berpuasa untuk mengekang syahwatnya yang menggelora.

14. Gejolak maninya bisa ditahan dengan rajin berpuasa sunnah seperti itu. Itulah maksud hadits yang dikemukakan di atas,

15. … hadits tersebut ditujukan pada para pemuda yang syahwatnya sudah menggelora namun belum mampu untuk memberi nafkah.

16. (Syarh Shahih Muslim, 9: 154)

17. Ingat.. Nikah tak mesti mapan dahulu, tapi yang penting bisa menafkahi keluarganya nantinya dengan cukup.

18. Kalau memang belum mampu dari sisi nafkah, banyaklah berpuasa sunnah dan sibukkanlah waktu-waktu dengan belajar agama atau beribadah.

19. Semoga Allah mudahkan cita-cita teman teman untuk meraih cinta dengan menikah.

20. Semoga manfa’at. Ditulis oleh Ustadz @RumayshoCom .

Iklan

Comments are closed.

%d blogger menyukai ini: