“Bulan Suro, Benarkah Bulan Keramat?”

Selamat Tahun baru muharam

selamat-tahun-baru-islam2

muharram card

 

“Bulan Suro, Benarkah Bulan Keramat?”

Bismillahirrahmanirrahim
Assalamualaikum warohmatullahi wabarokatuh
SubhanAllah Alhamdulillah Allahu Akhbar

1. Sebagian masyarakat masih meyakini bila bulan Muharram tiba, maka pertanda telah datang bulan yang keramat.

2. Bulan Suro katanya. Makanya ada yang bilang Malam Satu Suro atau apalah gitu. Bulan Suro, Benarkah Bulan Keramat?

3. Perkara ini kelihatannya sepele namun kenyataannya tidak demikian, lantaran sudah masuk dalam wilayah syirik.

4. Bulan Muharram adalah bulan Allah yang agung. Dia adalah bulan pertama dalam kalender Islam, termasuk bulan-bulan harom.

5. Allah Ta’ala berfirman, Sesungguhnya bilangan bulan pada sisi Allah adalah dua belas bulan,

6. … dalam ketetapan Allah di waktu dia menciptakan langit dan bumi, di antaranya empat bulan haram. Itulah (ketetapan) agama yang lurus,

7. Maka janganlah kamu menganiaya diri kamu dalam bulan yang empat itu, dan perangilah kaum musyrikin itu semuanya

8. … sebagaimana merekapun memerangi kamu semuanya, dan Ketahuilah bahwasanya Allah beserta orang-orang yg bertakwa.” (QS. At-Taubah: 36).

9. Rasulullah shalallahu alaihi wasallam bersabda: “Satu tahun itu dua belas bulan. Diantaranya ada empat bulan harom.

10. Tiga bulan berturut-turut; Dzul qo’dah, Dzulhijjah dan Muharram.

11. Satunya lagi adalah bulan Rajab yang terleletak antara bulan Jumada Tsani dan Sya’ban. [HR.Bukhari 2958]

12. Al-Hafizh Ibnu Rajab mengatakan, “Nabi memberi nama Muharram dengan Syahrullah.

13. Penyandaran bulan ini kepada Allah menunjukkan kemuliaan dan keutamaannya.

14. Karena Allah tidak akan menyandarkan sesuatu kepada dirinya kecuali pada makhluknya yang khusus”

15. [Lathoiful Ma’arif, hal.81]

16. Beragam Anggapan Masyarakat Mengenai Bulan Suro. Katanya, Bulan suro adalah bulan penuh musibah, penuh bencana, penuh kesialan, keramat.

17. Kalo tanggapan kayak gitu. Sehingga kita akan melihat berbagai ritual utk menghindari kesialan, bencana, musibah dilakukan oleh mereka.

18. Di antaranya adalah acara ruwatan, yang berarti pembersihan.

19. Gak boleh beranggapan sial kayak gitu tuh.

20. Dari ‘Abdullah bin Mas’ud, ia menyebutkan hadits secara marfu’, sampai kepada Rasul shallallahu ‘alaihi wa sallam-,

21. “Beranggapan sial adalah kesyirikan, beranggapan sial adalah kesyirikan”. Beliau menyebutnya sampai tiga kali.

22. Kemudian Ibnu Mas’ud berkata, “Tidak ada yang bisa menghilangkan sangkaan jelek dalam hatinya.

23. Namun Allah-lah yang menghilangkan anggapan sial tersebut dengan tawakkal.” (HR. Abu Daud no. 3910 dan Ibnu Majah no. 3538).

24. Ringkasnya, beranggapan sial dgn sesuatu baik dengan waktu, bulan atau beranggapan sial dgn orang tertentu adalah termasuk kesyirikan.

25. Ingatlah bahwa setiap kesialan atau musibah yang menimpa, sebenarnya bukanlah disebabkan oleh waktu, orang atau tempat tertentu!

26. Namun, semua itu adalah ketentuan Allah Ta’ala Yang Maha Bijaksana dan Maha Mengetahui apa yang terbaik bagi hamba-Nya.

27. Lalu pantaskah bulan Muharam atau Bulan Suro dalam istilah Jawa dianggap sebagai bulan sial dan bulan penuh bencana? Tentu saja tidak.

28. Ingat! Allah Ta’ala berfirman:

29. “Seandainya mereka mempersekutukan Allah, niscaya lenyaplah dari mereka amalan yang telah mereka kerjakan.” (QS. Al An’am[6]: 88)

30. Apabila orang seperti ini tidak bertaubat, maka diharamkan baginya surga. Allah Ta’ala berfirman,

31. “Sesungguhnya orang yg mempersekutukan (sesuatu dgn) Allah, maka pasti Allah mengharamkan kepadanya surga, & tempatnya ialah neraka,

32. … tidaklah ada bagi orang-orang zalim itu seorang penolongpun.” (QS. Al Maidah [5]: 72)

33. Semoga kita dijauhkan oleh Allah dari berbuat syirik.

Semoga Allah memperbaiki aqidah dan keyakinan kaum muslimin.

34. Semoga manfa’at. Disadur dari berbagai artikel @muslimindo.

Subhanallah walhamdulillah wala ilaha illallah wallahu akbar Walahaulawala Quwwata illabilla hil ‘aliyil ‘azhim. Allahumma sholli ‘ala Muhammad, wa ‘ala ali Muhammad. Astaghfirullahal ‘azhim wa atubu ilaih.

Islam Diaries @IslamDiaries

Comments are closed.

%d blogger menyukai ini: