“Ketika Sampai Pada Titik Jenuh”

Uje titik jenuh 1

Cukup allah menjadi pelindung ku

Cukup allah penolong ku

Cukup allah saja

 

“Ketika Sampai Pada Titik Jenuh”

Bismillahirrahmanirrahim
Assalamualaikum warohmatullahi wabarokatuh
SubhanAllah Alhamdulillah Allahu Akbar….

“Ketika Sampai Pada Titik Jenuh”

Saat rasa lelah mendera & berusaha merobohkan kekuatan yang masih tersisa…

1. “Saya telah sampai pada titik jenuh”

2. kalimat itu yang ingin sekali saya ungkapkan pada semua orang saat ini, saat rasa lelah itu mendera & berusaha merobohkan kekuatan yang masih tersisa.

3. Tiap manusia memiliki tingkat kelemahan dan kekuatan yang berbeda satu sama lain, itulah salah satu kekuasaan Allah.

4. Ada manusia yang baru diberi cobaan yang menurut yang lain tidak seberapa besar, …

5. … tapi menurutnya cobaan itu sudah melampaui batas kekuatannya sebagai manusia, atau bahkan sebaliknya.

6. Saya jadi teringat kisah para Nabi dan Rasul,

7. Nabi Nuh as pernah merasakan bahwa dirinya sudah tidak sanggup lagi membimbing kaumnya yang selalu ingkar, …

8. … bahkan beliau berdo’a kepada Allah agar kaumnya diberi adzab agar hanya tersisa orang-orang yang beriman saja lagi.

9. Tapi doanya tidak dikabulkan Allah.

10. Atau kisah Nabi Yunus as, ketika dakwahnya selalu ditolak oleh kaumnya yang ingkar, beliau sempat lari dan meninggalkan kaumnya.

11. Namun Allah kemudian memberikan tarbiyah melalui teguran yang subhanallah,

12. Nabi Yunus as dimakan dalam keadaan hidup oleh seekor ikan besar ketika beliau sedang tertidur, …

13. … beberapa hari beliau terkurung di dalam perut ikan itu, hingga disanalah beliau merenung dan menyadari kesalahannya, …

14. … kemudian beliau berdoa seraya bertasbih “ Lailaha illallah subhanaka inniquntu minadzalimin “.

15. Setelah itu Allah baru mengeluarkannya dari perut ikan dan Nabi Yunus as kembali pada kaumnya yang ingkar untuk di dakwahi.

16. Jika boleh saya katakan, cerita Nabi Nuh as dan Yunus as tadi adalah saat-saat dimana mereka mengalami yang namanya titik jenuh.

17. Meski mereka ada Nabi dan Rasul yang tingkat keimanannya diatas rata2, namun ada saat dimana kodrat kemanusiaannya hadir, yaitu mengeluh.

18. Tapi kemudian Allah menunjukkan jalan sekaligus teladan bahwa rasa jenuh itu bisa dihilangkan.

19. Rasulullah SAW adalah manusia sempurna, tingkat keimanan, ketaqwaan & kesabaran beliau jauh melebihi seluruh manusia yang ada di muka bumi.

20. Potret kehidupan beliau juga sungguh penuh keprihatinan sekaligus kekaguman, sehebat apapun rintangan di depannya, …

21. … Rasulullah tetap pada titik kesabarannya, dan titik itu tidak pernah sampai pada titik jenuh, …

22. … bahkan melonjak hingga ke titik kesabaran yang paling tinggi.

23. Bagaimana dengan kita sekarang?

24. Berbicara dalam hal dakwah, tantangan dakwah di masa sekarang tidak sebesar pada masa Rasulullah atau Nabi dan Rasul yang lain.

25. Namun, terkadang rintangan yang tidak sebesar itu ternyata mampu membuat sebagian kader dakwah, para da’i/da’iyah & ulama sampai pada titik jenuh.

26. Jenuh saat melihat umat tak juga sadar akan kesalahannya, …

27. jenuh saat risalah yang dibawa tak dihiraukan oleh umat, …

28. jenuh saat problematika umat semakin kompleks, …

29. dan jenuh saat satu persatu kader dakwah akhirnya berguguran ditengah perjuangan, …

30. hingga akhirnya sampai pada titik kefuturan. #Astaghfirullah #Naudzubillah

31. Dan Saya pun merasakan hal itu sekarang, akhirnya tingkat kesabaran Saya bukan semakin naik, tapi malah menurun.

32. Tapi kemudian kita kembali pada kamus hidup kita, #AlQuran.

33. Di dalam Al-Qur’an Allah sudah menyapa

34. “Wahai hamba-hambaKu yang melampaui batas, janganlah kamu berputus asa dari rahmatKu…” (QS. Az-Zumar (39): 53).

35. Disanalh Allah sudah mewanti-wanti agar kita tidak boleh berputus asa, karena rahmat & kasih sayang Allah jauh lebih besar daripada keputus asaan yang ada.

36. Disanalah Allah memerintahkan agar kita tetap menjadi sosok yang kuat sebesar apapun rintangan yang kita hadapi, …

37. … karena Allah sudah menjanjikan rahmat dan pertolonganNya bagi mereka yang bersabar dan tidak melampaui batas.

Alhamdulillah selesai…

Semoga ini bisa menjadi perenungan, untuk yang sedang merasa di titik jenuh, terutama bagi Saya juga.

Yang pasti saat berada di titik jenuh, ada rasa ingin lari, …

namun yakinlah, bukan penyelesaian yang akan kita dapatkan, tapi justru kerugian yang amat besar.

Saat Allah sudah menghamparkan jalan menuju keridhoanNya, malah justru berbalik arah dan memilih jalan lain,

#Astaghfirullah
#Naudzbillah
Semoga itu tidak terjadi

Wallahualam bish shawab.

Wa’alaikum sallam warohmatullahi wabarokatuh.
Subhanallah walhamdulillah wala ilaha illallah wallahu akbar Walahaulawala Quwwata illabilla hil ‘aliyil ‘azhim. Allahumma sholli ‘ala Muhammad, wa ‘ala ali Muhammad. Astaghfirullahal ‘azhim wa atubu ilaih

by: @MudaBerdakwah

Comments are closed.

%d blogger menyukai ini: