TERUNTUK TEMAN-TEMAN MAHASISWA by Sahira Dida

 

Pacaran mustahil tuk islam

 

Angsa

 

TERUNTUK TEMAN-TEMAN MAHASISWA

Subhanallaah, saya hanya bisa bengong melongo mendengar sharing sahabat saya. Sahabat saya dapat cerita dari Bapak kost nya yang juga dosen di perguruan tinggi itu – sekarang.

Status ini diperuntukkan kepada teman sejawat mahasiswa di perguruan tinggi umum.

Sebutlah Pak Fulaan, dahulu dia beragama Nasrani, dosen di sebuah perguruan tinggi, dan pembina sebuah organisasi kemahasiswaan agama Nasrani.
Jadi, beliau tahu betul bagaimana program kerja organisasi yang dibinanya. Dan in syaa Allah kabar ini dapat dipercaya dan dapat bermanfaat bagi teman-teman Muslim yang berada di lingkup perkuliahan umum untuk hati-hati selalu.

Qadarullaah, beliau diberi hidayah oleh Allah, hingga dia masuk ke agama Islam – sekarang. Alhamdulillaah.

Beliau bercerita bahwa organisasi kemahasiswaan Nasrani itu memiliki program kerja khusus. Mereka mengatur strategi bagaimana masing-masing individu yang bergabung di organisasi itu mampu menarik yang beragama Islam masuk ke agama Nasrani. Ya, begitulah yang namanya MISIONARIS.

Strategi yang dijalankannya bagaimana?

Saya cukup kaget mendengarnya, menjalankan strategi misionaris dengan MEMACARI mahasiswa Muslim. !

Jadi..

Hati-hatilah kalian yang berpacaran dengan yang beda agama, apalagi kamu sebagai wanita berpacaran dengan lelaki kafir (dalam hal ini bukan berarti berpacaran dengan yang beragama sama jadi boleh ya). Bisa jadi kamu menjadi target misi mereka untuk menarik kamu agar berpindah agama.

Jangan berlagak sok bisa mempertahankan agama deh. Memang sejatinya keburukan itu engga bakal menarik langsung kepada SPOT nya, akan tetapi pelan-pelan.

Karena sejatinya, bila kamu sudah menjadi pacarnya, ujung-ujungnya bertunaslah benih-benih , dan bila kamu sudah mencintainya (jangan katakan kamu tidak men inya, itu bohong! ) bisa dipastikan kamu akan menuruti apa yang diperintah olehnya, dan meninggalkan apa-apa yang dilarang olehnya. Itu tak bisa tidak dalam pacaran. Ayo ngaku… Atau bahkan, kamu akan berusaha mati-matian mengambil hatinya, agar bertambah kepercayannya padamu.
Sampai-sampai klimaksnya kamu tidak peduli lagi kalau itu sudah menggadaikan agama kamu.

Jangan bilang kalau pacarmu tidak akan mungkin mengajakmu ke agamanya. Karena ketahuilah, “Orang-orang Yahudi dan Nasrani tidak akan senang kepada kamu hingga kamu mengikuti agama mereka” (QS. Al Baqarah: 120)

Oke bila kamu berkilah, “Aku akan bisa mempertahankan agamaku”, jawaban yang pas untukmu, “Sampai kapan sih kamu bisa mempertahankan agamamu, kamu bisa jamin? Pacarmu yang namanya laki-laki itu akan tetap bebas berkumpul dengan teman-teman seagamanya, sedangkan kamu? Kamu disibukkan dengan mengambil hatinya, dan kamu tinggalkan teman seagamamu, akhirnya keimananmu jadi down, lambat laun kamu akan mengikuti agama pacarmu, karena kamu selalu dekat dengannya, sedangkan agama itu bisa dilihat dengan siapa kedekatan kita, udah gitu juga karena kamu tinggalkan teman seagamamu, kamu tidak mendapatkan “suply” keagamaan, akhirnya kamu down..down..down..masuk ke lobang dhab.

Kamu akan mengatakan, “Banyak koq yang akhirnya cowoknya jadi muallaf”, kami jawab, “Loh, memangnya yang punya kuasa membalikkan hati manusia siapa? Cari yang pasti dan aman-aman aja, Mba Yu. Itu tidak aman untukmu, beneran”.

Boleh saya tunjukkan buktinya? Teman sejurusan dari teman saya adalah seorang wanita beragama Islam. Dan, dia berpacaran dengan lelaki Kristiani. Pelan-pelan, sikapnya mulai berubah, kami khawatir dia berpindah agama, karena dia sudah sibuk dengan pacarnya dan jarang untuk berkumpul dengan teman-temannya yang Muslim, kecuali untuk keperluan tugas kelompok atau menyangkut kuliah.

Menolehkan ke kanan dan ke kiri, betapa banyak pacaran berujung jadi pemurtadan. Na’udzubillaah. (Kamu akan bisa membaca sendiri kisah-kisah dari orang-orang yang berani menceburkan diri di lubang pacaran yang berujung murtad. Tundukkan kepalamu, bacalah dengan hati dan berpikirlah..”Di saat membaca kisah-kisah ini, semakin terasa diberikan kesempatan untuk mencicipi manisnya Islam… Semoga tetap diberikan keteguhan sampai akhir hayat, dihidupkan dan dimatikan dalam keadaan Islam…”

Ketahuilah, berpacaran dengan sesama Muslim apalagi dengan orang kafir adalah maksiat. Dan setiap maksiat itu semuanya adalah perkara yang membinasakan… Leih baik hati-hati dahulu sebelum dibinasakan…

“Sesungguhnya agama (yang diridhai) disisi Allah hanyalah Islam”. (QS. Al ‘Imraan: 19)

Jalan satu-satunya, harus menjaga pergaulan, dan tidak menjadikan yang beda agama sebagai teman dekat dan teman curhat, apakah itu teman sesama perempuan, apalagi laki-laki.

Tolong sebar ke teman-temanmu. Walaupun tidak sama strateginya, akan tetapi intinya mereka PASTI memiliki strategi yang ujung-ujungnya adalah menjadi MISIONARIS.

by Sahira Dida

Comments are closed.

%d blogger menyukai ini: