Sudahkah Kita Mendapatkan Ilmu Yang Sempurna ?!! By :Abu Nawwaf Akhyar Rasyidi

Buku dan jendela

Buku Kitab

Buku dan pena bulu ayam

Ilmu Allah buku lilin

 

Sudahkah Kita Mendapatkan Ilmu Yang Sempurna ?!

Segala puji bagi Allah Azza Wajalla, Shalawat dan salam semoga tertera selalu untuk nabi yang mulia Shallallahu alaihi wasallam.

Saudaraku…

Janganlah melihat tingginya titel yang disandang

Janganlah melihat banyaknya karya tulisan

janganlah melihat kini anda sebagai pimpinan

janganlah melihat kini anda telah banyak mengisi kajian dan banyak penggemar

janganlah melihat banyaknya masjid atau pesantren yang anda bangun dan besarkan

janganlah melihat karena tidak pernah alpa di majlis-majlis kajian

janganlah melihat kini anda telah menjadi seorang salafi sejati

janganlah melihat pada shalat malam yang tidak pernah anda tinggalkan …..

Karena melihat pada amalan yang pernah dilkukan adalah bentuk ‘ujub pada diri sendiri yang dilarang, akan tetapi hendaklah seseorang melihat kepada yang memberikannya taufiq hingga bisa melakukan amalan tersebut, yaitu Allah Jalla Jalaaluh.

Dan sungguh mereka yang mampu demikian, dialah yang telah mendapatkan ilmu yang sempurna.

Imam Ibnu Aljauzi mengatakan:

Bila ilmu seseorang telah sempurna, ia tidak akan melihat apa yang pernah dia amalkan, tapi ia melihat kepada yang memberikannya taufiq untuk melakukan amalan .

Ada beberapa hal yang mencegah agar seseorang tidak melihat (‘ujub) dengan amalannya sendiri .

– Hendaklah ia ingat bahwa Allah -lah yang memberikan taufiq kepadanya melakukan amalan tersebut, sebagaimana Firman Allah Ta’ala :

”Akan tetapi Allah-lah yang menjadikanmu cinta kepada keimanan dan menjadikan iman itu indah dalam hatimu…” (Qs Alhujuraat:7 )

– Hendaklah ia bandingkan (amalan yang ia lakukan) dengan nikmat-nikmat Allah, maka sungguh ia belum bisa membayarnya sedikitpun .

– Dengan Merenungkan keagungan Allah, maka ia akan mendapatkan setiap amalan dan ibadahnya sangatlah sedikit tiada berarti.

Tentunya ini semua jika seseorang selamat dari lupa, adapun jika rasa lupa telah meliputinya, maka hendaklah ia selalu berusaha sekuatnya mengembalikan ingatannya, dan hendaklah ia takut dihukum karena telah lalai, tersibukkan hanya melihat pada amala-amalannya.

Coba renungkan bagaimna perkataan dan keadaan orang-orang Alim dalam hal ini:

1. Malaikat yang senantiasa bertasbih siang dan malam mengatakan: “Tiadalah kami telah menyembahmu dengan ibadah yang semestinya“.
2. Kekasih Allah Nabi Ibrahim Alaihissalam mengatakan

“Yang amat kuinginkan akan mengampuni kesalahanku pada hari kiamat” (Qs Asy Su’araa’: 82)

Padahal tiada yang menandingi sabarnya ketika diatas api dan saat menerima perintah untuk menyembelih putranya.

3. Rasulullah Shallallahu alaihi wasallam beliau bersabda:

” Tidak ada dari kalian yang akan diselamatkan oleh amalannya, Para sahabat bertanya: tidak pula engkau? Beliau menjawab: Tidak pula saya, hanya saja Allah mengampuniku (menjaminku) dengan rahmat-NYA. (HR Bukhari 5673 dan Muslim 2816).

4. Abu Bakar Rodhiyallahu ‘anhu mengatakan: adapun aku dan hartaku untukmu wahai Rasulullah ?!.
5. Ibnu Mas’uud Radhiyallahu ‘anhu mengatakan: Sekiranya saja jika aku meninggal dan tidak dibangkitkan.
6. ‘Aisyah Radhiyallahu ‘anha mengatakan: Sekiranya saja aku menjadi orang yang terlupakan.

Seperti itulah keadaan orang-orang yang ‘Alim, semoga Allah meridhai mereka semua . (lihat Mukhtashar Shaidul Khathir DR Ahmad Usman Almazied: 98-99)

Seperti itulah orang-orang yang diberikan ilmu yang sempurna, tidak melihat besar amalan dan perjuangannya dalam islam ini, sebaliknya mereka melihat hina dan kerdil sangat kecil amalan yang pernah dilakukan, tertutupi semuanya karena melihat keagungan Ar Rahman, Allah Jalla Jalaaluh.

Semoga bermanfaat.

Abu Nawwaf Akhyar Rasyidi

Comments are closed.

%d blogger menyukai ini: