# Kisah Kelahiran Nabi Muhammad SAW dalam Kitab Maulid Simthud Durar #

 

Muhammad merah bundar

Muhammad bundar banyak

Muhammad hijau putih

Muhammad lingkaran

Muhammad segi lima

 

# Kisah Kelahiran Nabi Muhammad SAW dalam Kitab Maulid Simthud Durar #

Limpahkan, Ya Allah
Semulia-mulia shalawat dan salam Atas junjungan dan Nabi kami, Nabi Muhammad
Yang amat penyantun, amat penyayang

1) Dengan nama Allah, Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang. Segala puji bagi Allah, yang amat teguh kekuasaan-Nya

2. Amat jelas bukti-bukti kebenaran-Nya. Terbentang luas kedermawanan dan kemurahan-Nya. Mahatinggi kemuliaan-Nya, Mahaagung kedudukan-Nya

3. Diciptakan segalanya dengan penuh hikmah. Lalu diliputinya dengan ilmu-Nya.

4. Dihamparkan bagi mereka limpahan karunia-Nya. Denqan kadar pembagian yang ditentukan dalam kehendak-Nya

5. Maka diutus kepada mereka, demi rahmat-Nya. seorang termulia di antara makhluk-Nya. terkemuka di antara hamba-hamba-Nya.

6. lradah-Nya yang azali menghendaki Mencipta hamba yang amat dikasihi ini Maka tersebarlah pancaran kemuliaannya Di alam nyata atau tersembunyi

7. duhai, betapa agung anugerah ini. Dilimpahkan oleh Dia Yang Maha Pemurah, Maha Pemberi. Betapa tinggi nilai keutamaan ini.

8. Datang dari Tuhan Sumber segala ihsan. Karunia teramat sempurna. Dalam bentuk insan terpuji.

9. Kehadirannya mengharumi segenap penjuru. Menghiasnya dengan sulaman indah penuh keagungan.

Limpahkan, Ya Allah
Semulia-mulia shalawat dan salam Atas junjungan dan Nabi kami, Muhammad
Yang amat penyantun, amat penyayang

10. Allah Mahabenar bertajalli. Dalam alam kudus-Nya yang amat luas. Menetapkan penyebaran anugerah-Nya. Pada yang dekat dan jauh tak terkecuali

11. Maka hanya bagi-Nya segala puji. Tiada terhingga bilangannya. Tiada menjemukan pengulangan sebutannya. Betapapun sering diulang-ulang

12. Atas perkenan-Nya menampilkan di alam kenyataan. Perwujudan semulia-mulia insan. Agar seluruh makhluk beroleh kemuliaan

13. Tiada terhingga. Dengan rahasia keutamaan yang mengiringi kehadirannya. Tersebar merata di seluruh alam semesta

14. Maka tiada satupun rahasia itu Menyentuh menyatu dengan qalbu yang sadar. Kecuali pasti karena curahan karunia Allah Melalui insan tersayang ini

15. Bahagia dan suka ria, berdatangan merasuki qalbu, menyambut datangnya kekasih Allah, pembawa anugerah bagi seluruh manusia

16. Mahaagung Dia yang telah memuliakan, wujud ini dengan nur berkilauan, meliputi semuanya, dengan keriangan dan kecantikan.

17. Mencapai tingkat keindahan tertinggi, menjulang mengangkasa, dengan kemuliaannya

18. Mata memandang penuh damba, bentuk insan sempurna, pengikis segala yang sesat.

19. Meski sesungguhnya. keluhuran dan kesempurnaannya. melampaui segala yang bisa dicapai. pengetahuan Yang mana Pun jua

20. Mahasuci Allah, Tuhan Maha Pemurah. Yang dalam kitab suci Al-Quran Al-Hakim. Mengungkap berita gembira dengan firman-Nya

21. Telah datang kepadamu. Seorang Rasul dari kalangan sendiri. la selalu prihatin atas apa yang menimpamu

22. Sangat ia inginkan kamu beriman. la singat penyantun, sangat penyayang

23. Maka siapa yg sampai berita gembira ini. Serta menerimanya dengan hati dan pikiran sehat Niscaya ia beroleh Petunjuk ke arah jalan yang lurus.

Limpahkan, Ya Allah
Semulia-mulia shalawat dan salam Atas junjungan dan Nabi kami, Muhammad
Yang amat penyantun, amat penyayang

24. Aku bersaksi tiada Tuhan selain Allah. Maha Esa tiada sekutu bagi-NYa. Kesaksian terucapkan dengan lisan Mengungkap ketulusan dan kepatuhan

25. Yang terkandung dalam hati sanubari. Memperteguh tonggak-tonggak iman

26. Yang tertanam jauh di dalam dada. Rahasia hakikatnya tampak hanya bagi mereka. Yang tulus patuh tiada sedikit pun ragu padanya

27. Dan aku bersaksi bahwasannya. Sayyidina Muhammad adalah hamba Allah. Yang benar dalam ucapan dan perbuatannya

29. Dan menyampaikan atas nama Allah. Apa yang harus disampaikan. Kepada hamba-hamba-Nya. Tentang yang diwajibkan atau yang dianjurkan-Nya

30. Dialah hamba Allah yang diutus. Kepada penghuni alam seluruhnya. Pembawa berita gembira di samping ancaman derita

31. Maka ia pun menyampaikan risalah. Dan menunaikan amanah. Sehingga umat dalam jumlah besar. Beroleh hidayah Allah dengan perantaraannya

32.Jadilah ia pelita penerang dan bulan purnama. Bagi pencari cahaya penembus kejahilan gelap gulita

33. betapa agung karunia Allah dilimpahkan atas manusia Betapa luas nikmat Allah bertebaran hikmahnya Di lautan dan daratan luas merata

34 Ya Allah ya Tuhan kami Limpahkan shalawat dan salam yang terbesar dan mencakup segalanya Teramat suci luas jangkauannya Atas diri insan ini

35. Yang dengan seksama memenuhi kewajiban perhambaan pada Tuhannya. Dengan menyandang segala sifat sempurna

36. Dan bersungguh-sungguh dalam berbakti kepada llahi. Serta menghadapkan diri kepada-Nya. Dengan sebaik dan sesempurna cara

37. Shalawat rahmat mengukuhkan Jalinan ikatan dengan pribadinya Bagi si pembaca shalawat atas dirinya Menjadikan hatinya terang benderang

38. Tersentuh nur kecintaan dan kerinduan padanya. Dan memasukkannya dengan inayah Allah. ke dalam kelompoknya

39. Demikian pula atas segenap keluarganya. Serta para sahabatnya. Yang menduduki puncak derajat yang tinggi. Karena dekat kepadanya.

40. Dan bernaung di bawah bayang-bayang kemuliaan sejati. Dengan mencintainya sepenuh hati.

41. Shalawat dan salam terus-menerus tiada hentinya. Selama hembusan angin mengharumi mayapada. Menyebar sebutan indah mereka semuanya

Limpahkan, Ya Allah
Semulia-mulia shalawat dan salam Atas junjungan dan Nabi kami, Muhammad
Yang amat penyantun, amat penyayang

42. Saat iradat Allah dalam ilmu-Nya yang qadim. Berkenan menampakkan inti kekhususan bagi manusia yang mulia. Dengan keutamaan dan penghormatan

43. Terwujudlah dengan kodrat gemilang. Nikmat llahi yang luas merata. Serta anugerah-Nya yang melimpah ruah

44. Maka terkuaklah karsa cipta-Nya. Di alam mutlak tiada berbatas

45. Menyingkap “keindahan” disaksikan pandangan mata. Mencakup segala sifat keindahan dan keelokan sempurna

46. Dan berpindah-pindahlah ia dengan segala keberkahan. Dalam sulbi-sulbi dan rahim-rahim yang mulia.

47. Tiada satu pun sulbi yang merangkumnya Kecuali beroleh nikmat Allah nan sempurna. Laksana bulan purnama. Berpindah-pindah dalam orbitnya

48. Agar setiap tempat yang didiaminya. Ataupun jalan yang dilaluinya. Meraih kemuliaan tiada terhingga.

49. Demikianlah ditetapkan dalam suratan takdir azali. Menampakkan rahasia nur ini. Hanya dalam diri mereka. beroleh kekhususan dan keistimewaan

50. Sehingga tiap kediamannya. Selalu dalam sulbi-sulbi megah dan anggun. Serta rahim-rahim yang suci bersih.

51. Sampai tiba saat ia datang ke alam nyata. Sebagai manusia, tiada sama dengan manusia biasa

52. Bagaikan nur cahaya benderang. Penampilannya mencengangkan akal dan pikiran.

53. Maka tergeraklah jiwa dan semangat penulis ini. Mencatat apa yang sampai kepadanya. Tentang keajaiban nur mulia ini.

54. Meski lidah tak’kan mampu mengungkap sifat-sifatnya walaupun sekelumit atau lebih sedikit.

55. Tapi sekadar penawar hati para pendengar. Yang termasuk kalangan khusus di antara kaum mukminim

56. Dan penghibur mereka yang terpaut hatinya. Pada pesona nur Yang terang ini.

57. Sebab bagaimana mungkin. Pena para penulis mampu melukis

58. Tentang segala sesuatu yang bersangkutan. Dengan manusia Paling utama. diantara manusia seluruhnya

59. Namun hatiku tergerak. Menuliskan yang kuhafal selama ini. Tentang riwayat hidup manusia termulia. Di antara makhluk semuanya.

60. Juga tentang karunia agung yang dilimpahkan Allah. Pada peristiwa kelahirannya. Yang meliputi seluruh penghuni alam semesta.

61. Dan panji-panjinya yang berkibar megah. Di segenap penjuru jagat raya. Terus-menerus sepanjang pergantian hari, bulan, dan tahun.

62. Semuanya itu didorong semata-mata. Oleh kegandrunganku pada pribadi luhur ini

63. Serta kerinduanku ‘tuk mendengarkan selalu. Sebutan sifat-sifatnya yang serba agung.

64. Dan kiranya Allah berkenan melipatgandakan manfaatnya. Bagi si pembicara ataupun pendengarnya.

65. Sehingga keduanya kan memasuki pintu syafaat. Dan menghirup sejuknya kenikmatan itu

Limpahkan, Ya Allah
Semulia-mulia shalawat dan salam Atas junjungan dan Nabi kami, Muhammad
Yang amat penyantun, amat penyayang

66. Kini tiba saat penaku ini. Menggoreskan yang digerakkan jari tanganku. Yang bisa terjangkau oleh pikiran

67. Tentang sifat hamba yang sempurna dan dikasihi ini, serta perilakunya yang terluhur di antara semua perilaku

68. Dan di sinilah sepatutnya kutuliskan. Apa yang telah sampai ke pengetahuanku. Tentang berita dan kisah insan tercinta ini.

69. Agar kalam dan kertas beroleh kemuliaan. Pendengaran dan penglihatan pun berkesempatan, Bertamasya dalam taman2nya yang indah mempesona.

70. Telah sampai kepada kami. Dalam hadits-hadits masyhur. Bahwa sesuatu yang pertama dicipta Allah. lalah nur yang tersimpan dalam pribadi ini

71. Maka nur insan tercinta inilah. Makhluk pertama muncul di alam semesta.

72. Darinya bercabang seluruh wujud ini. Ciptaan demi ciptaan. Yang baru datang ataupun yang sebelumnya.

73. Sebagai mana di riwayatkan Abdurrazzaq. Dengan sanadnya yang sampai pada Jabir bin Abdullah Al- Anshari, semoga Allah meridhai keduanya.

74. Bahwa ia pernah bertanya, “Demi ayah dan ibuku, ya Rasulullah, Beritahukanlah padaku sesuatu. yang diciptakan Allah sebelum segalanya”

75. Jawab beliau, “Wahai Jabir, sesungguhnya Allah, Telah menciptakan nur nabimu, Muhammad, dari nur-Nya. Sebelum sesuatu yang lain”

76. Dan telah diriwayatkan oleh Abu Hurairah, Bahwasanya Nabi SAW telah bersabda:

77. “Aku adalah yang pertama diantara para nabi dalam penciptaan. Namun yang terakhir dalam kerasulan”

78. Banyak pula riwayat lain menyatakan. Bahwa beliaulah yang pertama adanya. Dan termulia di antara mereka semua.

79. Dan manakala “kebahagiaan abadi” menampakkan. Pengamatannya yang tersembunyi. Mengkhususkan manusia yang dipilihnya.

80. Dengan kekhususan yang sempurna. Dititipkannya nur benderang ini Pada berbagai sulbi dan rahim yang dimuliakan di antara penghuni jagat raya

81. Dan berpindah-pindahlah ia, dari sulbi Adam, Nuh, dan lbrahim. Sehingga pada akhirnya.

82. Sampailah ia ke ayahandanya. Yang terpilih menerima kehormatan tiada terhingga: Abdullah bin Abdul Muththalib yang bijak dan berwibawa

83. Serta ibundanya, Aminah, yang mulia. Yang selalu merasa aman dan tenteram. Meski di tengah apa saja yang menggelisahkan.

84. Maka disambutlah ia oleh sutbi Abdullah. Dan diteruskan kepada Aminah, istrinya. Yang merangkumnya dengan penuh kasih sayang.

85. Demi menjaga dan memelihara mutiara amat berharga. Dengan pertolongan Allah, yang selalu mendampinginya.

86. Ia pun mengandungnya di bawah pengawasan Allah dengan segala kemudahan dan keringanan tiada sedikit pun berat terasa ataupun sakit diderita

87. Bulan demi bulan berlalu. Sampai hampir tiba saatnya. Kandungan itu lahir ke alam nyata.

89. Agar luapan keutamaannya. Menggenangi penghuni alam semesta. Tebaran keluhuranya. Melingkungi mereka semua.

Limpahkan, Ya Allah
Semulia-mulia shalawat dan salam Atas junjungan dan Nabi kami, Muhammad
Yang amat penyantun, amat penyayang

90. Sejak berpaut padanya mutiara indah terpelihara ini, alam seluruhnya bergemilang riang gembira,

91. di pagi hari maupun di kala senja, dengan kian mendekatnya, saat terbit cahaya peliat penerang ini.

92. Demikian pula semua pandangan mata. Menatap bersama menanti kelahirannya. Penuh kerinduan memungut permata baiduri tiada ternilai.

93. Binatang peliharaan Quraisy pun, semuanya bagaikan menyeru dengan fasih kata-kata, mengumumkan berita nan sempurna.

94. Setiap wanita yang mengandung tahun itu, niscaya melahirkan bayi lelaki. Hal itu disebabkan, berkah kemuliaan imam pembawa bahagia ini.

95. Demikianlah bumi dan langit. Bergelimang wangi-wangian riang gembira. Menanti lahirnya insan termulia.

96. Diantara segenap penghuninya ke alam nyata. Setelah tersimpan sekian lama. Dalam beberapa sulbi dan rahim berganti-ganti.

97. Maka berkenanlah Allah SWT. Menampakkan karunia gemilang-Nya. Pada wujud semesta ini. Menghidangkan rahmah penghormatan dan kemuliaan.

Limpahkan, Ya Allah
Semulia-mulia shalawat dan salam Atas junjungan dan Nabi kami, Muhammad
Yang amat penyantun, amat penyayang

98. Dan ketika hampir tiba saatnya. Kelahiran insan tercinta ini. Gema ucapan selamat datang yang hangat. Berkumandang di langit dan di bumi

99. Hujan kemurahan llahi tercurah. Atas penghuni alam dengan lebatnya. Lidah malaikat bergemuruh. Mengumumkan kabar gembira.

100. Kuasa Allah menyingkap tabir rahasia tersembunyi. Membuat nurnya terbit sempurna di alam nyata. Cahaya mengungguli segenap cahaya.

101. Ketepatan-Nyapun terlaksana. Atas orang-orang pilihan. Yang nikmat-Nya disempurnakan bagi mereka yang menunggu detik-detik kelahirannya

102. Sebagai penghibur pribadinya yang beruntung. Dan ikut bergembira mereguk nikmat berlimpah ini.

103. Maka hadirlah dengan taufik Allah. Sayyidah Maryam dan Sayyidah Asiyah. Bersama keduanya datang mengiring

104. Sejumlah bidadari surga, yang beroleh kemuliaan agung, yang dibagi-bagikan oteh Allah, atas mereka yang dikehendaki

105. Dan tibalah saat yang diatur Allah. bagi kelahiran ini. Maka menyingsinglah fajar keutamaanan cerah. Terang benderang menjulang tinggi

106. Dan lahirlah insan pemuji dan terpuji. Tunduk khusyu’ di hadapan Allah. Dengan segala penghormatan tulus dan sembah sujud.

Comments are closed.

%d blogger menyukai ini: