“Terpedaya Oleh Nikmat

Nikmat yang terlupakan

nikmat Allah aidah

Waktu dan kenikmatan

 

“Terpedaya Oleh Nikmat”

Bismillah. Assalamu’alaikum.

1. Allah Azza wa Jalla telah menciptakan manusia dan memberikan kenikmatan yang tidak terhingga.

2. Dan Manusia tidak akan mampu untuk menghitung nikmat yang Allah telah ciptakan dan berikan.

3. Allah Ta’ala berfirman: “Dan jika kamu menghitung-hitung nikmat Allah, niscaya kamu tak dapat menentukan jumlahnya. [An Nahl:18].

4. Di antara kenikmatan yang membuat banyak orang lupa akan jati diri dan tujuan hidupnya adalah nikmat kesehatan dan waktu luang.

5. Terutama nikmat waktu, yang begitu banyak orang lalai memanfaatkannya sehingga banyak sekali waktu yang terbuang percuma.

6. Sabda Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, “Ada 2 buah nikmat yang banyak orang terperdaya karenanya; yaitu kesehatan & waktu luang.”

7. (HR. Bukhari [6412] dari Ibnu Abbas radhiyallahu’anhuma, lihat Fath al-Bari [11/258])

8. Sesungguhnya dunia ini merupakan ladang akherat.

9. Di dalam dunia ini terdapat sebuah perdagangan yang keuntungannya akan tampak jelas di akherat kelak.

10. Orang yang memanfaatkan waktu luang & kesehatan tubuhnya dalam rangka menjalankan ketaatan kepada Allah maka dialah orang yang beruntung.

11. Adapun orang yang menyalahgunakan nikmat itu untuk bermaksiat kepada Allah maka dialah orang yang tertipu (lihat Fath al-Bari [11/259])

12. Allah ta’ala berfirman (yang artinya),

13. “Demi masa. Sesungguhnya semua orang benar-benar berada dalam kerugian.

14. Kecuali orang-orang yang beriman, beramal salih, saling menasehati dalam menetapi kebenaran & saling menasehati dalam menetapi kesabaran.”

15. (QS. al-’Ashr: 1-3)

16. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Manfaatkanlah lima perkara sebelum datang yang lima:

17. [1] Masa mudamu sebelum masa tuamu,

18. [2] masa sehatmu sebelum sakitmu,

19. [3] masa kayamu sebelum miskinmu,

20. [4] waktu luangmu sebelum sibukmu,

21. .. dan [5] hidupmu sebelum matimu.” (HR. al-Hakim dari Ibnu Abbas radhiyallahu’anhuma, lihat Fath al-Bari [11/264],

22. … hadits ini disahihkan al-Hakim dan disepakati oleh adz-Dzahabi, lihat Jami’ al-’Ulum wa al-Hikam, hal. 486)

23. Kadang… duduk di depan televisi seharian pun tak terasa… berjam-jam nonton TV dengan program gak jelas lebih kita sukai…

24. Meruginya kita saat waktu kehidupan, detik demi detik terus berjalan menuju gerbang kematian ini kita lalui dengan perbuatan yang sia-sia.

25. Ibnul Jauzi mengatakan, ”Terkadang manusia berada dalam kondisi sehat, namun ia tidak memiliki waktu luang karena sibuk dengan urusan dunianya.

26. Dan terkadang pula seseorang memiliki waktu luang, namun ia dalam kondisi tidak sehat.

27. Apabila terkumpul pada manusia waktu luang dan nikmat sehat, sungguh akan datang rasa malas dalam melakukan amalan ketaatan.

28. Itulah manusia yang telah tertipu (terperdaya).”

29. Lalu Ibnul Jauzi juga mengatakan nasehat yang sudah semestinya menjadi renungan kita,

30. “Intinya, dunia adalah ladang beramal untuk menuai hasil di akhirat kelak.

31. Dunia adalah tempat kita menjajakan barang dagangan, sedangkan keuntungannya akan diraih di akhirat nanti.

32. Barangsiapa yang memanfaatkan waktu luang dan nikmat sehat dalam rangka melakukan ketaatan, maka dialah yang akan berbahagia.

33. Sebaliknya, barangsiapa memanfaatkan keduanya dalam maksiat, dialah yang betul-betul tertipu.

34. Sesudah waktu luang akan datang waktu yang penuh kesibukan. Begitu pula sesudah sehat akan datang kondisi sakit yang tidak menyenangkan.”

35. (Lihat Fathul Bari, Ibnu Hajar, 18/219, Mawqi’ Al Islam)

36. Semoga Allah selalu memberi kita taufik dan hidayah-Nya untuk memanfaatkan dua nikmat ini dalam ketaatan.

37. Semoga kita tidak termasuk orang-orang yang tertipu dan terperdaya.

38. Selalu Ingat… akan Nikmat yang manusia sering tertipu dengan nya…

39. Semoga manfa’at. Disadur dari artikel @almanhajindo, @RumayshoCom dan @muslimindo. Assalamu’alaikum.

Comments are closed.

%d blogger menyukai ini: