Pegangan Hidup dalam Menghadapi Realitas Kehidupan By :@dheryudi

Al insyiroh

 

Allah batu

 

Pegangan Hidup dalam Menghadapi Realitas Kehidupan

Perjalanan hidup manusia tidak akan luput dari ujian dan cobaan, pahit dan manis pasti akan mewarnai kehidupan kita sebagai makhluk-NYA. Jika kepahitan, kesengsaraan, kesedihan datang menghampiri umumnya kita menyebutnya sebagai ujian dan cobaan. Padahal kesenangan, kebahagiaan juga merupakan ujian dan cobaan. Tulisan ini saya sarikan dari buku Dzikir karya Dr. Miftah Faridl.. semoga bermanfaat.

Salah satu hikmah dan manfaat hidup beragama adalah kemantapan dan ketenangan bathin. Dengan melaksanakan ajaran-ajaran agama, hati seseorang akan menjadi sejuk dan tenang. Islam memberikan sejumlah pelajaran agar kaum Muslim senantiasa siap menghadapi berbagai kesulitan dan kepahitan hidup dengan keimanan, kesabaran dan ketawakkalan kepada ALLAH SWT.

Al-Qur’an mengajarkan kepada ummat Islam tentang beberapa prinsip hidup dan kehidupan duniawi yang harus menjadi pegangan hidup setiap Muslim. Di antaranya :

1. Setiap Muslim hendaknya yakin akan keagungan, kebesaran, keadilan dan kasih sayang ALLAH SWT. Mereka tidak boleh berputus asa untuk meraih rahmat dan kasih sayang-NYA itu. ALLAH SWT Maha Kuasa untuk berbuat apa saja yg dikehendaki-NYA, tapi ALLAH juga Maha Adil untuk memberikan balasan dan imbalan atas segala kebajikan yang dilakukan oleh hamba-hamba-NYA, dan ALLAH pun Maha Kasih dan Maha Sayang kepada hamba-hamba-NYA yang senantiasa mengharapkan kasih sayang-NYA

2. Setiap Muslim hendaknya yakin bahwa beserta kesulitan selalu ada kemudahan, sepanjang manusia berusaha dengan sungguh-sungguh untuk mendapatkannya. Tidak ada penderitaan yg abadi sepanjang hidup manusia di dunia ini. Resep yang diberikan Al-Qur’an:

“Karena sesungguhnya sesudah kesulitan itu selalu ada kemudahan. Maka apabila kamu selesai (dari sesuatu urusan termasuk memperoleh penderitaan), maka berdiri tegaklah kamu untuk melaksanakan (urusan) yang lain dan pada Tuhanmu hendaklah kamu mengharap balasannya.” (QS. Al Insyirah [94]: 5-8)

3. Apa-apa yang terjadi bagi diri seseorang tidak lepas dari Qadha dan Qadar ALLAH SWT yang sekaligus sebagai akibat dari amal dan usaha dirinya. Kesuksesan adalah karena kasih sayang ALLAH SWT kepada seseorang sekaligus sebagai imbalan atas kebaikannya.
Ada pula kesuksesan yg justru sebagai akibat dari kemarahan Tuhan kepada seseorang, dan Tuhan mengancam akan menyiksanya. Demikian juga kegagalan, penderitaan dan kepahian hidup tidak lepas dari Qadha dan Qadar ALLAH SWT yang mungkin sebagai balasan atas kealpaan dan kesalahan orang yg mengalaminya.

4. Kegagalan dan kesuksesan, kepahitan dan kemanisan hidup adalah bagian dari ujian kehidupan. Orang yg bersyukur atas nikmat yang diberikan ALLAH adalah mereka yang kuat imannya, lulus ujian hidupnya, dan mereka akan memperoleh tambahan nikmat dari-NYA. Orang yang sabar atas musibah derita dan kesulitan adalah orang yg kuat imannya, lulus dlm ujian hidupnya dan akan dihapuskan dosa dan kesalahannya.

5. Setiap Muslim harus menyadari akan kelemahan dirinya, keterbatasan ilmu pengetahuannya. Manusia sering mengambil keputusan yang merugikan dirinya. Terkadang manusia mencintai sesuatu padahal itulah yang akan mencelakakannya. Terkadang pula mereka manusia membenci sesuatu yang justru dapat membahagiakannya. Demikian yang diisyaratkan oleh ALLAH SWT dalam Al-Qur’an.

6. Tidak sedikit orang memperoleh kesuksesan hidupjustru setelah ia memperoleh sejumlah kepahitan hidup. Banyak pula orang yg mendapat sejmlah penderitaan sebagai akibat dari kegembiraan dan kenikmatan.
Musibah dan derita yang sering menimpa seseorang ternyata mengandung hikmah pelajaran dan keberuntungan. Ada sebuah nasehat : “Bahwa dalam setiap kejadian senantiasa terdapat hikmah pelajaran yang dapat dimanfaatkan”.

7. Kehidupan duniawi itu sering dihiasi oleh kepalsuan dan permainan. Orang yang jujur terkubur, orang yang jahat malah naik pangkat. Orang yang sabar terkapar, dan orang yang berdosa malah dapat bintang jasa.
Keadilan yang sunguh-sungguh hanya dapat dirasakan dalam kehidupan di akhirat kelak. Apa-apa yg dilakukan oleh seseorang di dunia sekarang tdk akan lepas dari pengawasan, pencatatan dan perhitungan di masa yang akan datang.

Comments are closed.

%d blogger menyukai ini: