Cantikkah Wajah Wanita Bercadar ? === Oleh: Ummu Yazid

 

Cadar love

Cadar kumonitas

Cadar berdua 1

 

Cantikkah Wajah Wanita Bercadar ?
===
Oleh: Ummu Yazid

Pertanyaan ini sering sekali dimiliki oleh orang-orang awam yang penasaran mengenai “isi” wanita bercadar. Apakah dia cantik sehingga wajahnya haruslah ditutup? Atau karena wajahnya buruk menyeramkan sehingga malu dilihat, maka digunakanlah cadar sebagai penutup? Dengan ini pula, kiranya kita mencoba untuk menyodorkan opini berbeda kepada orang-orang tersebut, agar lebih realistis dalam memberikan tanggapan. Kelakuan mereka: ketika wajah wanita yang ada di balik cadar itu cantik, mereka mengeneralisir lagi berkoar-koar, “Wah, ternyata wanita bercadar itu mukanya ayu lho, putih, hidungnya mancung…Masya Allah…” Akan tetapi, ketika wajah yang didapati di balik cadar itu biasa saja atau bahkan sangat kurang dari standar “biasa” –menurut mereka-, maka mereka akan berujar dan mengabarkan kepada banyak orang, “Lahhh ternyata wanita itu mukanya jelek. Pantas ya kalau ditutup. Malu kali kelihatan orang.”

==> Tergantung dari mata apa yang digunakan untuk melihat.

Jika mata yang digunakan adalah mata kepala, tentunya kecantikan yang dinilai hanya berdasarkan fisik semata (outer beauty). Maka jawabannya: sebagaimana level kecantikan lahiriah wanita yang tidak bercadar ada bermacam-macam, level kecantikan wanita bercadar pun macam-macam. Maka, tidak usah menjadi terperangah, ter”wah-wah”, atau ter”lah-lah” ketika melihat wajah wanita di balik cadar, bagaimanapun bentuknya.

Jika mata yang digunakan adalah mata hati yang ada di dalam jiwa, acuan standar kecantikan adalah inner beauty. Maka jawabannya –IMHO-: Apabila wanita itu mengenakannya karena ketakwaannya, keimanannya, kepatuhannya, keteguhannya menjalankan syariat Islam…dia adalah wanita yangmemiliki satu sisi kecantikan batin [saya katakana “satu sisi”, karena bisa jadi akhlaknya masih amburadul, yang dapat mengurangi nilai kecantikan batinnya]. Hanya saja, levelnya memang tergantung tingkat ketakwaan, keshalihatan, keimanan, dan keteguhannya menjalankan syariat…terlepas dari seperti apakah nilai kecantikan lahirnya. Ketika wanita ini memang secara lahir memiliki keelokan rupa, maka kecantikan tersebut hanya akan dia tunjukkan kepada sesama wanita, mahaarimnya, dan akan dia suguhkan seutuhnya bagi pendamping hidupnya. Adapun ketika wanita ini kurang memiliki keelokan rupa, biarlah saja suaminya yang paling mengetahui kekurangannya.

Berbeda halnya ketika wanita itu mengenakannya karena trend fashion semata, atau bahkan malu menjadi sorotan publik karena dia harus masuk pengadilan dan disorot oleh berjuta mata…maka wanita ini bisa jadi memiliki sisi lain kecantikan batin, namun dari segi “alasan bercadarnya”, malah dia tidak cantik.

==> Tahukah Anda, bagaimanapun bentuk wajah di balik cadar itu, tentunya dia bisa merasa tidak enak hati; malu; sangat keberatan;tidak ridha; bahkan tidak suka ketika ada seseorang yang mengabarkan ke banyak orang tentang keadaan sesuatu yang ia tutup dan simpan rapi, terlepas parasnya itu memang cantik atau kurang cantik (kecuali kalau orangnya memang tipe wanita yang cuek).

Sekali lagi: Cadar yang sesungguhnya adalah bagian dari hijab. Hakikat pemakaiannya bersumber dari pemahaman wanita akan ilmu syariat, lalu dia pun ingin mengejawantahkan ilmu yang dia miliki dalam bentuk amalan. Cadar yang sebenarnya adalah lambang penjagaan diri seorang muslimah, wujud kepatuhan, ketakwaan, keimanannya terhadap syariat. Jadi, ini sama sekali tidak banyak memiliki korelasi dengan isi fisik pemakainya apakah cantik atau kurang, jika memang dia mengenakannya karena alasan syariat….meskipun memang banyak wanita bercadar yang secara fisik cantik, dan dia tidak ingin menjadi fitnah bagi orang lain, lalu dia pun memakainya karena dia mengetahui hukum tentangnya.

Bagi yang sudah memakai hijab: Jika badan sudah dibalut dengan hijab, maka hijabi dan jagalah juga seluruh anggota badan, hati, dan akal, dari maksiyat dan hal-hal yang diharamkan Allah (menjaga ‘iffah). Tak lupa, hiasilah juga diri dengan akhlak karimah..karena

(Baca: Al-Hijaab taajul mar’ah, wal muhajjabah hiyal ‘afiifah) artinya: hijab merupakan mahkotanya wanita, dan seorang wanita yang berhijab dialah wanita yang menjaga dirinya [menjauhkan dirinya dari hal-hal yang tidak baik dan diharamkan]

Sumber : https://www.facebook.com/notes/httpmuslimahorid/-cantikkah-wajah-wanita-bercadar-/10151339698638732

Iklan

Comments are closed.

%d blogger menyukai ini: