ISLAM TIDAK MERAYAKAN VALENTINE

 

———————————————————————-

Valentin

Valentine no

 

MODUS BERLABEL VALENTINE:

1. Modus Ngasih hadiah atas nama “cinta dan sayang”
Cokelat, boneka atau bunga laku keras. Namanya wanita, seneng diperhatikan dan dikasih hadiah. Apalagi kalau dari “pacarnya”.
>> Nggak ada makan siang yang gratis Sist, siap-siap diminta keperawanannya atas nama “cinta”. Atau minimal pelukan dan ciuman berbau mesum di malam valentine.

2. Nonton film bioskop yang katanya “Romantis” padahal “erotis”
>> Siap-siap aja kalau ada tangan yang akan menggerayangi tubuhmu. Lalu, kembali atas nama “cinta” kau mesti berikan kehormatanmu untuk dia yang belum tentu jadi suamimu.

3. Jalan-jalan, camping (mau berdua atau bareng temen)
Parahnya, di malam tahun baru atau malam valentine ini dalam sebuah penelitian yang paling laris dibeli di minimarket selain cokelat adalah rokok dan kondom.
>> Nikmatnya beberapa menit, dosanya sampai akhirat. Menyesalnya sampai mati. Na’udzubillah

Udah deh, jangan ikut-ikutan budaya yang nggak jelas asalnya. Apalagi mesti mempertaruhkan keperawananmu.

TOLAK HADIAH ITU, TOLAK AJAKAN ITU!
Kalau dia benar-benar sayang kamu, dia tak kan menghancurkan masa depanmu.
Kalau dia benar-benar cinta kamu, dia akan segera melamarmu. Bukan membiarkanmu berkubang dosa besar.

JAGA, SATU-SATUNYA MAHKOTA KEMULIAANMU WAHAI WANITA.
Karena dari rahim mulah akan terlahir anak soleh-solehah
buah dari kesabaranmu dan keyakinanmu menjaga agama dan kehormatanmu.

Semoga semua wanita bisa menjadi pribadi anggung yang menjaga kehormatannya, menjaga kemuliaan dirinya. Dan semoga setiap lelaki bisa menjadi pemulia wanita. Yang tidak membonceng kata “cinta” hanya untuk syahwat semata.

Mohon di-SHARE. Semoga jadi amal untuk mengingatkan sahabat-sahabat kita.

Setia Furqon Kholid
Jangan Jatuh Cinta! Tapi Bangun Cinta

Comments are closed.

%d blogger menyukai ini: