Perbedaan besar antara sahabat Rasulullah SAW dengan umat Islam sekarang.

 

Lailahaileloh perbedaan ummat sekarang G

Bismillahirrahmanirrahim
Assalamualaikum warohmatullahi wabarokatuh
SubhanAllah Alhamdulillah Allahu Akbar………

Dari Ali bin Abi Thalib r.a :

Bahwasanya kami sedang duduk bersama Rasulullah SAW di dalam masjid. Tiba-tiba datang Mus’ab bin Umair r.a dan tiada di atas badannya kecuali hanya sehelai selendang yang bertampung dengan kulit.

Tatkala Rasulullah SAW melihat kepadanya, Baginda SAW menangis dan menitiskan air mata karena mengenangkan kemewahan Mus’ab ketika berada di Mekah dahulu; dan karena memandang nasib Mus’ab sekarang (dalam kemiskinan sebagai seorang Muhajirin dan meninggalkan segala kemewahan).

Kemudian Nabi SAW bersabda,
“Bagaimanakah keadaan kamu pada suatu saat nanti, pergi di waktu pagi dengan satu pakaian dan pergi di waktu petang dengan pakaian yang lain pula (dalam sehari bertukar-tukar pakaian).

Dan bila diangkatkan satu hidangan, diletakkan pula satu hidangan yang lain (mewah dengan makanan). Dan kamu menutupi (menghias) rumah kamu seperti mana kamu memasang kelambu Ka’bah?”

Maka jawab sahabat,
‘Wahai Rasulullah, tentunya di waktu itu kami lebih baik dari hari ini. Kami akan memberikan penumpuan kepada masalah ibadat sahaja dan tidak usah (perlu) mencari rezeki.’

Lalu Nabi SAW Bersabda :

“Tidak! Keadaan kamu di hari ini adalah lebih daripada keadaan kamu di hari itu.”

(Riwayat Tirmidzi)

Penjelasan dan Pengajaran :

1. Kemewahan hidup membuatkan kita terlena untuk beribadat kepada Allah SWT. Maksud kemewahan adalah, melebihi apa yang diperlukan.

2. Perbedaan besar antara sahabat Rasulullah SAW dengan umat Islam sekarang. Para sahabat senantiasa berfikir bagaimana hendak menambahkan ibadat, sebaliknya umat Islam sekarang sibuk berfikir bagaimana hendak menambah harta.

Para sahabat sanggup meninggalkan kemewahan demi agama, umat Islam sekarang sanggup meninggalkan agama demi kemewahan. Maha Benar Allah dan Rasul-Nya.

3. Sepatutnya umat Islam kini perlu lebih beribadat karena segala kemudahan berada di depan mata. Sumber air, elektrik, masjid, jalan, kendaraan dan pelbagai lagi kemudahan sudah tersedia, tetapi sayangnya umat Islam sekarang telah kufur pada nikmat Allah yang Maha Agung.

Wa’alaikum sallam warohmatullahi wabarokatuh.
Subhanallah walhamdulillah wala ilaha illallah wallahu akbar Walahaulawala Quwwata illabilla hil ‘aliyil ‘azhim. Allahumma sholli ‘ala Muhammad, wa ‘ala ali Muhammad. Astaghfirullahal ‘azhim wa atubu ilaih.

Comments are closed.

%d blogger menyukai ini: