“Kamu Bilang Mau Sehidup Semati… Is It True?” by @IslamDiaries

 

Istri tega diobral

Suami peringati istri tdk sholat

Ahlak4

 

“Kamu Bilang Mau Sehidup Semati… Is It True?”

Bismillah. Assalamu’alaikum.

1. Sehidup Semati. Seakan bukti kesetiaan cinta.. Ada pasangan yang berharap, bisa sehidup semati selamanya…

2. Benarkah demikian adanya…? Apa (Bukan) Sehidup Semati?

3. Kalau Kita Meninggal maka Hanya Amal Yang Menemani. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

4. “Tiga perkara yang akan mengikuti mayat (ke kubur): keluarga, harta, dan amalnya. Maka akan kembali dua dan menetap bersamanya satu.

5. Keluarga dan hartanya akan kembali (meninggalkannya) dan menetap bersamanya hanyalah amal…” (HR. al-Bukhari, Muslim)

6. Dunia tak pernah setia, ia kembali saat kita di kubur nanti… Termasuk suami/istri yang katanya mencintai sehidup semati…

7. Tak akan mau setia bersama menemani di kuburan kita nanti…

8. Allah Ta’ala berfirman

9. “Hai orang-orang yang beriman, peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka… ‘ (Qs At Tahrim: 6)

10. Bukankah itu yang namanya Mencintai Sehidup Semati? Tidak hanya di dunia yang ia pikirkan, tetapi juga setelah wafat.

11. Nah.. Lalu, banyak suami yang biarkan istrinya shalat tidak tepat waktu, bahkan terkadang tidak shalat

12. Banyak Suami biarkan istri keluar dengan membuka aurat bahkan terkadang dapat terlihat sangat menggoda laki laki lain yang bukan mahramku

13. Mana kecemburuan seorang suami? Mana bukti cinta seorang Suami? Kita suka mengatakan mencintai istri kita sehidup semati.. Is it True?

14. Lalu mengapa kita membiarkan istri kita akan apa apa yang dapat menimpa dia setelah kita semua wafat? Kenapa kita gak menasehati nya..

15. Musti kita tahu. Seorang istri akan bersatu kembali dengan suaminya di surga kelak…

16. Bahkan bersama-sama anak keturunannya baik laki-laki dan perempuan selama mereka beragama Islam (Tauhid).

17. Hal ini didasarkan pada firman Allah Ta’ala,

18. Dan orang-orang beriman, berserta anak cucu mereka yang mengikuti mereka dalam keimanan.

19. Kami pertemukan mereka dengan anak cucu mereka (di dalam surga)

20. dan kami tidak mengurangi sedkitpun pahala amal (kebajikan) mereka.” (QS. Ath Thur: 21).

21. Apabila terjadi perceraian atau sang suami meninggal kemudian istri menikah lagi, maka di surga ia akan jadi istri dari suami terakhir.

22. Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “(di surga nanti) seorang wanita itu bagi suaminya yang terakhir…”

23. (Shahih, HR. ath-Thabrani, Shahihul Jami’: 6691, Silsilah ash-Shahihah: 1281)

24. Jadi… Cinta itu bukan sehidup semati, tetapi hingga di surga nanti… Abadi…

25. Tapi.. Hal ini diperlukan untuk mempelajari Ilmu Agama yang benar, agar kita dapat mendakwahkan kepada keluarga

26. Datang ke Majelis Majelis Ilmu, supaya kita juga tidak salah arah. Belajar menuntut Ilmu untuk bekal kita dan keluarga.

27. Sekarang dilihat lagi… Apakah benar kita itu Cinta Sehidup Semati kepada suami/istri atau anak kita? Atau kata2 itu cuma OmDo ?

28. Semoga manfa’at. Didapat dari artikel sahabat ilmu .

Assalamu’alaikum.

Comments are closed.

%d blogger menyukai ini: