# Haji Refleksi Tauhid-2 oleh KH @miftahfaridl_ID #

Labaik allhoh huma labaik ingris

Arrafh jamaah-haji-berjalan-menuju-jabal-rahmah

haji-ayah-anak

Jumroh

# Haji Refleksi Tauhid-2 oleh KH @miftahfaridl_ID #

Bismillahirrahmanirrahim
Assalamualaikum warohmatullahi wabarokatuh
SubhanAllah Alhamdulillah Allahu Akhbar
Laa Hawla wa Laa Quwwata Illa Billah.
1. Pemandangan di antara Mina dan Arofah memperlihatkan semangat tauhidul ummah yang utuh tanpa batas.
2. Pada hari yang dikenal Tarwiyah, para jamaah menapaki jejak-jejak Rasulullah
3. untuk melakukan mabit hingga pagi hari berikutnya.
4. Mereka tergeletak di bawah payung langit dalam hamparan bumi telanjang.
5. Menurut penuturan para ahli hadits, Rasulullah memang melakukan mabit penuh di Muzdalifah.
6. Rasulullah berhenti di tempat ini, untuk melakukan shalat maghrib dan isya.
7. Lalu bermunajat, sebelum keesokan harinya bergegas menuju Mina untuk melempar jumrotul aqabah.
8. Gambaran perjalanan yang sebelumnya tidak pernah terbayangkan.
9. Haji yang sebelumnya lebih menyiratkan kesan ritual dalam rangkaian do’a-do’a,
10. ternyata juga menawarkan pengalaman batin yang dalam
11. yang dapat mengantarkan seseorang pada satu kesadaran luhur seperti layaknya seorang hamba.
12. Pengalaman batin itu diperoleh begitu manusiawi.
13. Padahal do’a sendiri menyiratkan transendensi yang sulit dipahami kepala telanjang.
14. Di antara para jamaah, ada yang menyebutnya sebagai puncak kepasrahan
15. Kepasrahan sikap keberagamaan seseorang dalam rangkaian memenuhi rukun Islam yang lima.
16. Inilah, barangkali, hikmah mengapa haji ditempatkan pada posisi rukun yang kelima.
17. Seperti apa yang dilalui umumnya para jamaah, haji memang mensyaratkan berbagai kesiapan,
18. bukan saja fisik material, tapi juga mental spiritual.
19. Meskipun pada saat yang sama, haji juga dapat berubah menjadi kekuatan raksasa
20. yang dapat melunakkan hawa nafsu yang sebelumnya begitu keras membatu.
21. Tapi dapatkah rangkaian ritual itu terlalui sempurna seperti apa yang pernah dilakukan Rasulullah?
22. Tentu modal utamanya adalah sikap yang tulus dalam mengikuti setiap tahapan meski terasa berat.
23. Ketika lautan manusia mulai menyemut mengelilingi pilar-pilar tempat para jamaah melempar jumroh,
24. jutaan hamba Tuhan tumpah memenuhi lahan sempit yang pengap berdebu,
25. kekuatan spiritual pun membuka pintu semangat para jamaah, bergerak menyemut
26. mengikuti jejak Rasulullahmelempar jumroh sesaat setelah tergelincir matahari.
27. Allah senantiasa menolong dan memberikan jalan keluar bagi mereka
28. yang berniat kuat melaksanakan segala perintah-Nya sesuai dengan contoh para utusan-Nya.
29. Di sinilah para jamaah melaksanakan jumroh,
30. melempar pilar sebagai simbol pertentangan atas sifat-sifat syaithaniyah
31. yang mungkin telah menjadi pakaiannya sehari-hari.
32. Mereka bergantian dan saling melindungi mendekati pilar demi pilar: jumratul ula, jumrotul wustha,dan jumratul aqabah
33. Tujuh buah kerikil kecil dilemparkan satu persatu.
34. Tujuh buah kerikil kecil lagi dilemparkan satu persatu.
35. Dan akhirnya tujuh buah kerikil kecil lagi dilemparkan satu persatu.
36. Dua hari atau tiga hari di antara Arofah-Makkah.
37. Jumrah melambangkan perjuangan dahsyat untuk mencapai suatu tujuan
38. memperoleh kasih sayang Allah SWT, dan terkutuknya syetan.
39. Seseorang yang melakukan jamarat dididik untuk pandai mencari peluang sekaligus memanfaatkannya.
40. Mereka yang cerdik dan berani akan segera sampai di tempat tujuan.
41. Mereka yang dengan santun melakukan setiap kali langkah, akan sampai di tujuan tanpa harus menyakiti orang lain.
42. Mereka yang pengecut dan penakut, tidak memiliki nyali, tidak akan memperoleh kenikmatan sebagai buah perjuangan.
43. Jumrah dilakukan untuk menuntaskan perjalanan menuju kemabruran,
44. setelah sebelumnya menaiki puncak hajji di Arofah. Di bawah terik matahari padang Arofah,
45. para jamaah bersimpuh menelanjangi segala khilaf yang pernah diperbuatnya.
46. Khutbah Arofah pun mengalir membakar segala dosa yang pernah menjadi pakaian kehidupan yang sulit dihindari.
Subhanallah walhamdulillah wala ilaha illallah wallahu akbar Walahaulawala Quwwata illabilla hil ‘aliyil ‘azhim. Allahumma sholli ‘ala Muhammad, wa ‘ala ali Muhammad. Astaghfirullahal ‘azhim wa atubu ilaih.

 

Takbir inggris

Bismillahirrahmanirrahim
Assalamualaikum warohmatullahi wabarokatuh

SubhanAllah Alhamdulillah Allahu Akhbar

Dr. Bilal Philips

The Prophet (pbuh) said:
“There are no days that are greater with Allah, and in which good deeds are more beloved to Him, than these ten days (of Dhul- Hijjah). So increase in making tasbeeh (saying Subhanallah), tamheed (saying Alhamdulillah), tahleel (saying Laa ilaaha illAllaah) and takbeer (saying Alahu Akbar), during them.”
[Saheeh: Related by at-Tabarani] —

Dr Bilal Philips

Nabi (SAW ) mengatakan:
“Tidak ada hari yang lebih besar di sisi Allah, dan di mana perbuatan baik yang lebih dicintai-Nya, daripada sepuluh hari (dari Dhul- Hijjah). Jadi meningkatkan dalam membuat tasbih (Subhanallah mengatakan), tamheed (mengatakan Alhamdulillah), tahleel (mengatakan Laa ilaaha illallaah) dan takbir (mengatakan Alahu Akbar), selama mereka. “
[Shahih: Related oleh at-Tabarani ] –

Subhanallah walhamdulillah wala ilaha illallah wallahu akbar Walahaulawala Quwwata illabilla hil ‘aliyil ‘azhim. Allahumma sholli ‘ala Muhammad, wa ‘ala ali Muhammad. Astaghfirullahal ‘azhim wa atubu ilaih.

Comments are closed.

%d blogger menyukai ini: