INBOX MALAM LARUT – YANG JUJUR KARENA PERNAH BERZINA by :Irfan Hidayat

Payung orang

INBOX MALAM LARUT – YANG JUJUR KARENA PERNAH BERZINA

SA:
Assalamualaikum.. apa kabar? semoga senantiasa dalam lindungan Allah,

…afwan mengganggu, mau minta pendapat.. SA punya teman perempuan, dia itu punya masa lalu yang kelam dengan pacarnya,, berbuat zina tapi masih “perawan” (maaf)…

nah saat mencoba memulai hubungan dengan pria lain untuk jenjang yang lebih serius, perempuan tersebut “terpaksa” menceritakan masa lalunya tersebut pada calon.. karena di tanya.. setelah dia jawab, ternyata laki-laki itu gak mau lagi dengan perempuan tadi..

nah menurut ustadz gimana terkait hal ini?? apakah perempuan tersebut sebaiknya berbohong saja bahwa dia tidak punya masa lalu yang kelam ataw gimana? jika dia ingin berhubungan lagi dengan laki-laki lain… syukron atas jawabannya.

IH:
waalaikumussalam.

Pertama saya bukan ustad. Tapi saya coba membantu. Apa yang telah terjadi sudah terjadi. Tidak bisa diubah tapi bisa diperbaiki kini dan esok.

Maka dengan kejujurannya karena ditanya oleh calon suaminya itu akhirnya membuatnya jadi putus hubungan , semoga Allah mengampuni dosa yang pernah dilakukan perempuan itu. dengan kata lain memang sedemikian mahal menjaga diri dari hal-hal demikian.

pun nantinya apabila ada laki-laki lain tertarik dengannya lalu menanyakan hal yang sama, saya menyarankan kepada perempuan itu untuk tetap jujur saja kepadanya meski dengan resiko putus lagi. tidak apa-apa.
dan sekali lagi semoga Allah mengampuni dosa masa lalu itu. begitu seterusnya dan miliki keyakinan dan selalu minta ampunan pada Allah. Adalah JAUH LEBIH RINGAN DAN MURAH untuk ‘membayar kekhilafan (karena dosa zina) di dunya ini daripada di akhirat nanti.

apa alasannya?

dari sisi perempuan itu, masa lalu itu adalah bagian dari dosa besar, zina dan semoga Allah mengampuninya. Namun dengan berterus terang APABILA DITANYAKAN HAL INI oleh calon suaminya saja. Bila tidak ditanyakan, ya tidak usah diberitahukan.

Konsekuensinya adalah memendam perasaan bersalah. Dan ini wajar sebab bukankah itu adalah perbuatan yang sangat salah? Jadi biar Allah dan dia sendiri yang tahu serta perbanyak minta ampunan.

dari sisi calon suami, bila seorang lelaki menanyakan hal ini ada beberapa kemungkinan. yang pasti dia harus siap mendengar jawaban yang tidak diinginkannya bila dijawab dengan jujur. Sedang bila dijawab dengan berbohong, sepintas membuatnya senang tapi tetap saja menambah dosa kepada calon suaminya.

selain itu, mempertanyakan masa lalu calon istri (terlebih bukan berstatus seorang janda) terutama yang berkategori ‘sangat pribadi sekali’ itu adalah kurang bijak meskipun boleh saja ditanyakan.

Seharusnya yang banyak ditanyakan seorang calon suami adalah apa-saja bekal-bekal yang dimilikinya dan yang sedang dibangunnya untuk meraih kehidupan berkeluarga termasuk kesiapan fisik, mental, ekonomi, psikologi, dsb. sebab berkeluarga itu lebih kompleks dari urusan sekitar seksualitas saja meski bukan tidak mungkin memang ada yang pernah salah jalan pada masa lalunya.

Berfokus pada kesadaran, bangkit dari masa lalu yang buruk menuju masa depan yang baik adalah jauh lebih baik daripada menuntut orang lain harus ‘sempurna’ padahal dirinya sendiri (si lelaki calon suami) itu belum tentu sempurna juga.

Jawaban saya mungkin perlu dibaca berulang-ulang agar bisa dipahami maksudnya dan semoga bermanfaat demi keselamatan kita semua dan kebahagiaan di dunya dan akhirat. Jauhi zina, hindari maksiat.

~ IH 05122013 @bumi Depok #sebabhidupadalahCinta

Comments are closed.

%d blogger menyukai ini: