“Kematian Yang Tak Bisa Ditawar & Ditebak Waktunya”

Mati menunggu

 

“Kematian Yang Tak Bisa Ditawar & Ditebak Waktunya”

1.Ketika berbicara tentang kematian ada diantara kita yang paranoid Padahal datangnya maut adalah suatu kabar yang valid.

2.Pembahasan seputar kematian dianggap tabu Dianggap obrolan tak bermutu dan membuang waktu Padahal sangat perlu.

3.Korban tewas ketika bencana gunung meletus,kebakaran maupun banjir itu bisa saja Ajal datang tak terduga pada siapa saja kapan saja.

4.”Di mana saja kamu berada, kematian akan mendapatkan kamu, kendatipun kamu di dalam benteng yang tinggi lagi kokoh.” (QS. An Nisaa: 78)

5.Jika kematian adalah sebuah keniscayaan, mengapa ragu untuk membicarakan? Bukankah setiap makhluk bernyawa akan mengalaminya?

6.“Setiap yang bernyawa itu pasti akan mengalami kematian.”(QS. Ali ‘Imran: 185)

7.Orang kafir takut mati sehingga menenggelamkan diri dalam kesenangan duniawi Inilah gaya hidup eskapisme yang harus dihindari.

8.Orang muslim menganggap mati bukan akhir dari segalanya Karena ada kehidupan kedua yang akan menghitung perbuatan kita di dunia.

9.Amal sholeh dan amal salah kita selama hidup di dunia akan diminta pertanggungjawabannya Sebelum masuk pintu surga atau neraka.

10.Saat ajal datang, Tak ada kesempatan lain untuk menunaikan kewajiban yang dilalaikan Tak ada waktu memperbaiki kesalahan yang dilakukan.

11.Selama hayat di kandung badan siapkan diri untuk menghadapi kematian Tinggalkan yang haram dan makruh Tunaikan yang wajib dan sunnah.

12.Ingat mati adalah cara jitu membenahi diri Ketika maut menjemput pintu tobat tertutup rapat Tak ada guna sesali diri.

13.”Perbanyaklah olehmu mengingat-ingat kepada sesuatu yang melenyapkan segala macam kelazatan, yaitu kematian.” (HR. Turmudzi).

14.Muslim shalih al-Rabi’ bin Khaitsam menggali lobang di dalam rumahnya Jika hatinya keras dia masuk lubang&berbaring untuk mengingat mati.

15.Mengingat mati sifatnya bukan sementara Sekedar formalitas belaka dalam acara training motivasi islam yang merajalela.

16.Mengingat mati sifatnya permanen hingga tutup usia Memandang hidup sebagai perjalanan dan ujian Dijalani demi ridho illahi.

17.Dunia hanyalah cita2 yang sirna, ajal yang berkurang & jalan menuju akhirat, serta perjalanan menuju kematian. (Umar bin Khathab)

18.Rasul SAW menganjurkan kita berziarah kubur, memandikan dan mensholatkan jenazah Mengingatkan pada kematian dan alam barzakh.

19.“Berziarah kuburlah kalian, karena hal itu dapat mengingatkan kalian pada kematian.” (H.R. Muslim).

20.”Barangsiapa memperbanyak mengingat mati,dia dikaruniai 3 perkara: Menyegerakan taubat,hati yang qana’ah&semangat beribadah.” (Imam ad-Daqqaq)

21.Maut menjemput tak pandang usia Mereka yang muda hati-hati terlena kesenangan dunia Berfoya-foya merasa hidup masih lama.

22.“Jika kalian bangun di pagi hari, janganlah mengharap akan (hidup) sampai sore; dan jika berada di waktu sore

23.jangan berharap akan (hidup) sampai besok pagi. Pergunakan masa sehatmu untuk (mempersiapkan) masa sakit,

24.dan masa hidup untuk (menyiapkan bekal) kematian, seakan-akan kalian tidak tahu nama kalian besok pagi.” (HR Bukhari)

25.#Siap Mati Esok Pagi bukan pernyataan basa-basi Namun kalimat penyemangat agar kita selalu mempersiapkan diri

26.#Siap Mati Esok Pagi berarti kita selalu berhati-hati Agar stiap langkah bernilai berkah Setiap hembusan nafas berselimutkan ikhlas.

27.”Orang yang cerdas adalah orang yang mampu menundukkan hawa nafsunya serta biasa beramal untuk bekal kehidupan setelah mati” (HR. Ibnu Majah)

Comments are closed.

%d blogger menyukai ini: