Tuhan… Maaf kami sedang sibuk by pharmaunpad

 

Tuhan maaf kami sedang sibuk 2

 

# Tuhan.. Maaf, kami sedang sibuk #

Kami memang takut neraka, tapi kami kesulitan mencari waktu untuk mengerjakan amalan yang dapat menjauhkan kami dari neraka-Mu

Kami memang berharap surga, tapi kami hampir tak ada waktu untuk mencari bekal menuju surga-Mu

Tak sadarkah di hadapan Allah seolah-olah kita adalah orang tersibuk

Padahal seluruh waktu, jatah usia, bahkan hidup kita seharusnya kita persembahkan untukNya

“Dan Aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka mengabdi kepada-Ku” (QS.Adz-Dzariyat: 56)

Berapa jam dalam sehari kita sempatkan waktu untuk beribadah dan berkomunikasi dengan Allah?

Di setiap iftitah begitu mudah kita ucap “innash shalaatii wa nusukii wa mahyaaya wa ma maati lillahi rabbil ‘aalamiina”

“Sesungguhnya shalatku, ibadahku, hidupku, matiku, hanya untuk Allah, Tuhan sekalian alam”

Ya Allah, tak sadar kita begitu pelit untuk bekal akhirat, tetapi menuruti nafsu dan keinginan2 dunia betapa ringannya kita

Padahal seharusnya justru sebaliknya “Pelitlah untuk dunia dan boroskan untuk akhirat”

Betapa lamanya 15 menit jika kita gunakan untuk menyembah Allah, tetapi betapa singkatnya jika digunakan untuk melihat film

Betapa nyamannya saat perpanjang waktu pertandingan bola, tapi begitu mudahnya kita mengeluh saat khotbah sedikit diperlama.

Ah.. betapa mudahnya membaca ratusan halaman novel atau komik, tapi betapa sulit menyempatkan waktu untuk membaca satu halaman Kitab Suci

Betapa sulitnya kita merangkai kata berdoa padaNya, tapi begitu mudahnya menyusun kalimat panjang untuk bergosip dan mengobrol tanpa makna

Ibnu Athaillah berkata, “Menunda beramal saleh guna menantikan kesempatan yang lebih luang termasuk tanda kebodohan diri”

Betapa bodohnya diri yang tak tahu berapa lama Allah menjatah umurnya, tapi dengan tenang kita lakukan aktivitas dunia dengan menunda-nunda kebaikan .

“Dan (ingatlah juga) tatkala Tuhanmu memaklumkan, sesungguhnya jika kamu bersyukur, pasti kami akan menambah nikmat kepadamu

dan jika kamu mengingkari nikmat-Ku, maka sesungguhnya azab-Ku sangat pedih.” (QS Ibrahim:7)

Sudah saatnya mengevaluasi diri dan segera berbenah. Semangat memperbaiki diri .

Comments are closed.

%d blogger menyukai ini: