Hiasi Dirimu, Wahai Muslimah Dengan Rasa Malu…. Oleh : Ustadz Ferry Nasution

Malu

 

Hiasi Dirimu, Wahai Muslimah Dengan Rasa Malu….
Oleh : Ustadz Ferry Nasution

Saudariku ukhti muslimah…

Diantara kesucian fitrah seorang wanita ialah, mereka menghiasi dirinya selalu dengan sifat malu…

Sebagaimana Alqur’anul kariim telah menjelaskan ketika ALLAH Ta’ala menceritakan di dalam Alqur’an kisah salah seorang anak wanita dari salah seorang bapak suku Madyan.

ALLAH Ta’ala berfirman:

“Kemudian datanglah kepada Musa salah seorang dari kedua perempuan itu berjalan dengan MALU-MALU, dia berkata: “Sesungguhnya ayahku mengundangmu untuk memberi balasan sebagai imbalan atas (kebaikan)mu memberi minum (ternak) kami…(AlQashash:25)

Perhatikan ayat diatas wahai ukhti muslimah!..

Yakni seorang wanita yang mendapat tugas dari ayahnya, mereka berjalan dengan fithrahnya sebagai seorang wanita yang terhormat, yang memiliki rasa malu yang tinggi yang senantiasa menjaga kesuciannya dan keistiqomahannya ketika bertemu dengan kaum laki-laki yang berbicara dengannya.

Semua itu timbul dari fithrahnya yang selamat, bersih dan lurus.

Saudariku muslimah…

Meskipun tampak fithrah malunya wanita tersebut dari cara berjalannya, namun wanita tersebut tetap dapat menjelaskan maksudnya dengan sangat jelas, mendetail, tidak grogi, dan tidak terbata-bata dalam pembicaraannya dengan kaum laki-laki.

Begitulah sifat seorang wanita yang dididik oleh Alqur’an dan As-sunnah.

Adapun wanita yang tidak tersentuh dengan didikan Alqur’an dan adab-adab Islami.

Maka kita saksikan dari kehidupan mereka yang dikenal manusia sebagai wanita tomboy, suka keluyuran, tabarruj, campur baur dengan laki-laki tanpa kebutuhan yang dibenarkan syariat, berjalan dengan laki-laki yang bukan mahramnya atau wanita tersebut berjalan lenggak-lenggok….

Tanpa mereka sadari mereka telah mengganti rasa malu yang merupakan fithrah baginya dan mereka telah mentaati apa-apa yang diinginkan oleh musuh-musuh Islam.

Semoga ALLAH menjaga kita, keluarga kita anak dan cucu kita dari tipu daya syaithan.

Comments are closed.

%d blogger menyukai ini: